Manusia Setelah Kematian – Sobat cahaya islam pernah bayangin ga sih? kelak kalau umur kita udah habis, gimana nasib kita? – Kami yakin sedikit banyak sobat udah tahu ya bakalan gimana setelah itu. Soalnya kan di pelajaran agama kita udah belajar juga. Bahkan salah satu dari tim cahayaislam juga pernah ada yang nanya pertanyaan nyeleneh lho di majelis ilmu soal ini. Gini kira kira pertanyaannya:
Pertanyaan: Ustadz, Kita kan tahu nih kalo habis di makamkan akan ada Malaikat yang nanyain, Man Robbuka dll? Gimana kalo kita hapalin aja itu, kan udah ada kisi kisinya…. (hahaha)
Sebuah pertanyaan yang agak gimana gituu. Kalo saya jadi ustadz, mungkin udah saya tempeleng sih itu. Tapi jawaban yang kami terima dari ustadz dalam banget sih:
Jawaban: Nggak perlu di hapalin sih itu, meskipun kita udah tahu seperti apa pertanyaan malaikat itu secara detail. Karena percuma, yang akan menjawab pertanyaan itu bukan kita. TAPI AMALAN KITA! Jadi fokus aja untuk perbanyak amal sholih
Dalem gak tuh? – itu baru setelah jasad dan sukma kita berpisah ya. Belum yang lain lain lagi, dan pada akhirnya kita semua menunggu dunia ini berakhir. Yakni, hari kiamat yang merupakan hari dimana seluruh alam semestak akan menjadi porak poranda. Kalo kita bahas kiamat bisa lebih rumit lagi deh. Kalo simpelnya hari kiamat memiliki dua karegori yaitu kiamat sugra dan kiamat kubra. Kiamat sugra adalah kiamat kecil, contohnya seperti gempa bumi atau bencana alam, sedangkan kiamat kubra adalah kiamat besar dimana seluruh alam semesta akan terporak poranda atas kehendak Allah SWT. Nah kematian manusia itu masuknya kiamat kecil. Kita bahas itu aja yak.
Memahami dan Berdamai dengan Kematian & Proses Manusia Setelah Kematian itu Sendiri
Berdasarkan Kitab Tadzkirah yang ditulis oleh Imam Al Quthubi, ulama memaparkan definisi bahwa kematian berfungsi sebagai pemisah antara ruh dengan jasadnya dan proses perpindahan dari alam dunia ke alam akhirat. Oleh karena itu, kehidupan setelah kematian masih panjang dan lama.
Berikut tahapah-tahapan kehidupan setelah kematian, antara lain:
Manusia Setelah Kematian Part 1 – Alam barzakh atau alam kubur
Fase alam kubur merupakan fase pertama manusia menunggu hingga datangnya hari kiamat dimana manusia dibangkitkan untuk menjalani tahapan selanjutnya yaitu menghadapi mizan atau pengadilan Allah. Namun di fase ini, manusia tidak hanya menunggu saja, melainkan akan mendapat nikmat kubur atau siksa kubur tergantung dan sesuai dengan amal peribadatan ketika di dunia.
Manusia di Hari Kiamat Fase Selanjutnya: Hari kebangkitan & Padang Mahsyar
Hari kebangkitan merupakan hari kiamat dan ditiupnya sangkakala pertama oleh malaikat Israfil yang bertugas meniup sangkakala. Ketika hari kebangkitan, seluruh ruh yang berada di alam kubur akan bangkit dan berkumpul ke area lapang yang disebut Padang Mahsyar. Di padang Mahsyar ini matahari didekatkan dan hanya berjarak 1 mil sehingga manusia mengalami kesusahan dan kesengsaraan di kehidupan setelah kematian yang bergantung dengan amalan perbuatan ketika di dunia.
- Yaumul Mizan ( hari penimbangan amal baik dan buruk )
يَجْمَعُ اللهُ الأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ لِمِيْقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُوْمٍ قِيَامًا أَرْبَعِيْنَ سَنَةً شَاخِصَةً أَبْصَارُهُمْ يَنْتَظِرُوْنَ فَصْلَ الْقَضَاءِ
Artinya : “Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama sampai yang terakhir, pada waktu hari tertentu dalam keadaan berdiri selama empat puluh tahun. Pandangan-pandangan mereka menatap (ke langit), menanti pengadilan Allah.” (Hadits Riwayat Ibnu Abi Ad Dunya dan At Thabrani Nomor 3591)
pada fase ini giliran malaikat raqib dan atid yang sehari hari nyatet amal perbuatan kita nih buat setoran. Catatan itu di konfirmasi bareng sama timbangan amal. Ada beberapa catatan yang luput mungkin. Beberapa hanya Allah yang tahu, beberapa nggak ada pahalanya karena niyatnya salah dan macem macem lainnya lagi. Komplikated banget di bagian ini. Deg deg ser lah!
- Yaumul Hisab, Ketika Semuanya Adil Seadil – Adilnya
Yaumul hisab merupakan hari perhitungan amal hamba-hamba Allah SWT untuk menentukan tempat yang sesuai dengan jumlah amal perbuatan masing-masing. Apapaun yang pernah kita lakukan di dunia ini, sekecil apapun akan Allah beri ganjaran dan balasan pada fase ini. Termasuk luka atau rasa sakit yang kita lakukan pada orang lain, hutang dan sejenisnya. Kebayang gak sih gimana para koruptor di fase ini. Ngeriii
إِنَّ إِلَیۡنَاۤ إِیَابَهُمۡ ثُمَّ إِنَّ عَلَیۡنَا حِسَابَهُم
Artinya : “Sungguh, kepada Kami-lah mereka kembali. Kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kami-lah membuat perhitungan atas mereka.” (Q.S. Al Ghasyiyah : 25 -26)
Tidak hanya jiwa manusia yang mengalami perhitungan amal, namun semua makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah SWT akan mengalami fase perhitungan ini.
- Jembatan Shiratal Mustaqim, Jembatan Bukan Sembarang Jembatan
Jembatan shiratal mustaqim ini adalah jembatan yang lurus dan lebarnya seperti sehelai rambut yang telah dibagi menjadi 7 bagian. Apabila terjatuh maka akan masuk ke dalam neraka dan apabila dapat melewati jembatan ini dapat memasuki pintu surga. Di kehidupan setelah kematian, jiwa-jiwa atau ruh-ruh mengharap mendapatkan datangnya syafa’at atau bantuan.
Tahapan Terakhir: Masuk Ke Surga atau Siksa Neraka
Surga merupakan penantian segala umat untuk mendapatkan kenikmatan di akhirat. Penantian akhir dalam kehidupan setelah kematian. Di dalam surga juga terdapat beberapa tingkatan antara lain :
- Surga firdaus
- Surga ‘and
- Surga na’im
- Surga ma’wa
- Surga dasussalam
- Surga darul muqamah
- Surga al maqamul amin
- Surga khuldi
- Neraka
Neraka merupakan tempat yang ditakuti oleh semua makhluk hidup karena segala perbuatan kehidupan di dunia yang buruk akan memperoleh ganjaran yang sesuai. Sehingga dalam kehidupan setelah kematian ini tidak terbayang bagaimana manusia akan disiksa sesuai dengan amal perbuatan masing-masing. Neraka juga terdapat beberapa tingkatan antara lain :
- Neraka jahannam
- Neraka ladhoh, luza
- Neraka khutamah, hathamah
- Neraka sair
- Neraka sahkhor, saqru
- Neraka jahim
- Neraka hawiyah
***
Jadi gimana sbbat cahayaislam? udah persiapan gimana untuk melalui semua fase fase itu? intinya balik ke esensi utama ya. Perbanyak amal sholih dan menjadi hamba Allah yang baik hati dan lakunya. Insha Allah dengan begitu, kita akan menjadi orang orang yang bisa melalui semua fase fase yang ngeri ngeri sedap di atas tadi dengan mudah dan selamat. Semoga bermanfaat ya!

































