Bolehkah Merayakan Tradisi White Day dalam Islam?

0
2070
White day

White Day – Istilah White Day mulai sering disinggung pada momen Valentine, 14 Februari kemarin.

Apa itu White Day?

White day merupakan salah satu tradisi untuk memperingati hari kasih sayang di Jepang.

Akan tetapi berbeda dengan Valentine Day yang biasanya dirayakan setiap tanggal 14 Februari, White Day ini dirayakan setiap tanggal 14 Maret.

Sepasang kekasih, baik wanita maupun pria sudah terbiasa untuk menyiapkan kado Valentine untuk seseorang yang terkasih. Mulai dari bunga, cincin, cokelat, atau barang bermakna yang lainnya.

Namun hal ini tidak berlaku di Jepang, China dan juga Korea Selatan.

Karena negara-negara tersebut memberikan Batasan bahwa hari Valentine hanya diperuntukkan pada wanita untuk pria yang dicintainya.

Sedangkan para pria diberikan hari khusus yang disebut dengan White Day untuk membalas kado tersebut.

Pada saat itu, mereka(para pria) memperoleh giliran untuk memberikan hadiah pada wanita yang disayanginya.

White day

Jika hari Valentine identik dengan warna merah, maka hari White dipenuhi dengan nuansa putih.

Nah, Sobat Cahaya Islam, pastinya Sobat menjadi penasaran dengan hukum memperingati hari-hari penuh kasih sayang tersebut. Demikian penjelasannya.

Seperti yang kita tahu, hari Valentine mempunyai arti mendalam bagi siapa pun yang sedang dimabuk oleh asmara, begitu pun dengan hari White(hari putih).

Banyak yang memilih moment ini sebagai hari di mana ia akan mengungkapkan perasaannya pada seseorang yang ia damba.

Ada yang merayakannya dengan kencan, memberikan hadiah, dan bersenang-senang berdua selama satu hari penuh.

Namun perlu diingat, bahwa momen ini tidak diperuntukkan untuk umat muslim, tanpa terkecuali.

Sudah dengan sangat jelas bahwa merayakan Valentine Day atau White Day hukumnya adalah haram

Alasan Memperingati White Day Haram

Ada sejumlah alasan yang menjadi latar belakang sehingga umat Islam dilarang keras meniru atau turut merayakan hari kasih sayang tersebut.

Meniru Adat Non-Muslim

Karena setiap perbuatan yang kita lakukan apabila meniru atau menyerupai acara-acara non-Islam maka hukumnya tidak boleh. Seperti natal, tahun baru, Imlek, Waisak dan yang lainnya.

Seperti disebutkan pada hadits di bawah ini:

Rasulullah SAW bersabda,

“Siapapun yang terlihat seperti sebuah kelompok dalam kegiatan dan praktek mereka sangat mirip dengan mereka.” (Abu Dawud 4021, Ahmed 2/50)

Asal Usul Hari Tersebut

Alasan kedua kenapa hari Valentine dan hari White haram adalah asal usul kejadian tersebut yang mengisahkan tentang promosi perzinahan dan hubungan bebas yang dilakukan oleh Santo Valentino.

Mencintai Pasangan Harus Setiap Hari

Agama Islam mengajarkan bahwa mencintai pasangan haruslah dilakukan setiap hari bukan pada hari-hari tertentu saja.

Tidak ada dalil atau hadits yang menyatakan bahwa umat Islam harus menunjukkan kasih sayang pada keluarga, kerabat bahkan pasangannya untuk satu hari tertentu.

White day

Meskipun sudah sering dijelaskan bahwa hukum perayaan valentine day atau yang lainnya adalah haram masih saja banyak orang yang ikut melakukannya.

Hal ini karena kurangnya kesadaran dan pemahaman terhadap asal usul hari tersebut diperingati sehingga mereka masih saja ikut melakukan hal-hal yang tidak ada faedahnya tersebut.

Demikian di atas adalah ulasan mengenai hukum merayakan White Day serta alasan mengapa Islam menetapkan hukum tersebut.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY