Sumpah Jika Diucapkan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

0
23

Sumpah – Sering kali diucapkan manakala orang ingin menyakinkan. Tetapi tidak dibenarkan untuk mengobral, sebagai candaan untuk mengancam seseorang atau pihak tertentu dengan maksud agar takut dengan dirinya

Adapun sumpah sendiri merupakan ucapan yang berisi janji yang dinyatakan baik untuk melakukan atau sama sekali tidak melakukan tindakan. Biasanya, hal ini digunakan manakala pelantikan organisasi maupun jabatan dengan tujuan sebagai komitmen dengan segala kewajiban dan tugas yang diemban.

Secara ketentuan mungkin tidak ada ketentuan atas larangan mengatakan pernyataan sebagai bukti janji ini, tetapi manusia perlu hati-hati dalam mengucapkannya. Pasalnya, bisa jadi apa yang dinyatakan tidak mampu diterapkan di kemudian hari alias melanggarnya.

Sobat Cahaya Islam, Islam menetapkan beberapa ketentuan kepada penganutnya agar senantiasa tidak ceroboh dalam berkata, dimaksudkan perlunya berpikir sebelum berkata. Ingatlah bahwa lidar bisa mudah tergelincir tidak seperti hati yang tidak mampu berbohong.

Lantas, bagaimana hukumnya bersumpah dalam ajaran agama Islam? Bolehkah? Jika boleh apa ada batas-batasnya? Yuk kita bahas bersama lebih lanjut terkait hukum dari beberapa imam besar dan ketentuan-ketentuannya.

Hukum Mengucapkan Sumpah dalam Islam

Bersumpah untuk kebaikan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan tentu dibolehkan. Namun tidak boleh main-main dalam mengucapkannya, seperti pendapat Imam Hanafi. Menurut Imam Malik hukumnya jaiz, sedangkan Imam Hambali hukumnya bergantung kepada apa yang melingkupinya.

Berbeda dengan ketiga imam di atas, Imam Syafi’i memandang bahwa bersumpah hukumnya makruh. Serta bisa berubah menjadi sunah, wajib, haram, dan maupun mubah tergantung keadaan. Bila hal ini berbekas pada hal maksiat maka wajib ditinggalkan, begitu pun sebaliknya.

Berani bersumpah, berani merealisasikan dalam artian tidak bohong, karena hal ini dilarang agama. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surah Al-Mujadilah ayat 14.

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْۗ مَا هُمْ مِّنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْۙ وَيَحْلِفُوْنَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

Artinya, “Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan dari (kaum) mereka. Dan mereka bersumpah atas kebohongan, sedang mereka mengetahuinya.”

Begitu sobat Cahaya Islam, sesuai dengan ayat di atas tidak diperkenankan untuk mengucapkan di atas kebohongan atau tidak sesuai kenyataan.

Setelah mengetahui hukum dari bersumpah, selanjutnya perlu kita ketahui ketentuannya menurut agama Islam.

Ketentuan Bersumpah sesuai Ajaran Agama Islam

Ketentuan-ketentuan di bawah ini adalah ketentuan secara garis besarnya saja tetapi bila dilakukan InsyaAllah akan memberikan faedah (keutamaan) bagi pelakunya.

  1. Bersumpah dengan Nama Allah SWT

Bersumpahlah dengan nama Allah SWT karena bersumpah atas nama selain Allah SWT bisa dihukumi sebagai syirik. Perbuatan syirik termasuk dalam dosa besar yang mana untuk mendapatkan ampunan perlu benar-benar tobat dengan taubatan nasuha.

  1. Berusaha Melaksanakannya

Muslim yang sudah terlanjur mengatakan perlu berusaha melaksanakan sebaik mungkin. Agar bisa tercapai, bukan hanya omong kosong yang tanpa bukti nyata. Ibaratkan sebagai sebuah acuan ketetapan yang tidak boleh dilanggar.

  1. Berisi Kebaikan

Maksudnya pernyataan yang diungkapkan berisi nilai-nilai kebaikan seperti mencegah perbuatan tercela terjadi serta mewujudkan perbuatan baik. Sehingga, orang yang melakukannya akan memperoleh dampak positif.

Itu hukum sumpah dan ketentuannya menurut agama Islam. Semoga kita terhindar dari hal yang tidak diinginkan seperti bersumpah di atas kebohongan, bermain-main dengan perkataan. Serta semoga kita senantiasa terjaga dari tergelincirnya lidah baik dalam keadaan sadar maupun tidak. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY