UMK Jatim 2021 disahkan, Begini Cara Atur Keuangan Menurut Islam

0
82

UMK Jatim 2021 – UMK Jatim 2021 telah disahkan oleh Gubernur Provinsi Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui SK Gubernur Nomor 188/538/KPTS/013/2020. Dari 35 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur, terdapat 27 kota dan kabupaten yang mengalami kenaikan UMK mulai dari Rp. 25 ribu hingga Rp. 100 ribu. 11 daerah lain masih menggunakan UMK tahun 2020.

Meski kenaikan UMK tidak begitu signifikan. Namun, kebijakan Gubernur Jatim untuk tetap menaikkan UMK di beberapa daerah di Jawa Timur tetap berlanjut. 11 daerah yang tidak mengalami kenaikan UMK di antaranya ada Jombang, Tuban, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, Bangkalan, Nganjuk, Sumenep, Sampang, dan Kotan Madiun.

UMK Jatim tertinggi pada tahun 2021 masih dipegang oleh Kota Surabaya dengan Rp. 4.300.479,19 dan UMK paling rendah adalah Kabupaten Sumenep dengan nilai Rp. 1.913.321,73. Meski begitu, kita perlu mengelola keuangan dengan baik. Jangan lupa untuk membagi gaji yang kita terima agar penghasilan kita tidak terbuang sia-sia.

Nah, Sobat Cahaya Islam. Untuk mengetahui bagaimana cara efektif yang dapat kita lakukan untuk mengatur keuangan kita. Berikut ulasan menarik untuk kita simak.

UMK Jatim 2021, Atur Keuangan sesuai Ajaran Islam

Menerima gaji entah itu di awal maupun akhir bulan menjadi sebuah rasa syukur tersendiri. Berapapun nominal gaji yang kita terima, ada baiknya agar kita tidak boros dalam menggunakan uang tersebut. Sebagai pemula dalam urusan pengaturan pendapatan atau gaji, ada baiknya kita mencoba cara berikut:

1. Mengatur, menyisihkan, dan investasi

Saat menerima gaji dari keringat kita, ada perasaan senang dan syukur yang amat dalam. Kita perlu mengatur keuangan agar tidak terjebak ke dalam lembah keborosan. Mengatur keuangan dengan membaginya menjadi beberapa keperluan, misalnya sebagian persen digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, biaya sekolah anak, ongkos pergi dan pulang kerja, dan sejenisnya.

Selain membagi pengeluaran menjadi beberapa pengeluaran, baik adanya untuk menyisihkan sebagain pendapatan kita. Menabung di bank atau di rumah secara mandiri juga bisa kita lakukan. Jangan lupa untuk mengivestasikan pendapatan kita. Investasi dalam hal ini bisa berupa emas, properti, reksa dana berbasih syariah, dan  masih banyak investasi dalam bentuk lain yang perlu kita coba.

2. Jangan lupa sedekah dan membayar zakat

Selain mengatur, menyisihkan, serta menginvestasikan pendapatan yang kita terima, jangan lupa membangun jiwa sosial kita untuk memberi sedekah kepada fakir miskin. Terdapat hukum yang mengatur tentang kewajiban membayar zakat maal (zakat atas pendapatan yang didapatkan secara halal). Seperti halnya para petani yang wajib memberikan zakatnya setiap kali panen.

Begitu juga dengan profesi dokter, insinyur, pegawai pemerintah, jika pendapatannya mencapai batas nisab, maka ia dihukumi wajib mengeluarkan zakat dari penghasilan bersih maupun kotornya sebesar 2,5%. Sementara, orang yang sudah mengurangi gajinya dengan membagi untuk beberapa kebutuhan pokok namun hasilnya di bawah nisab zakat maka tidak diwajibkan mengeluarkan zakat maal. Nisab zakat maal yaitu 2,5% atau setara dengan 85 gr emas/ 588 perak.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 43 Allah berfirman:

“Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama dengan orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Demikian tadi beberapa cara mengatur keuangan secara Islam. Meski beberapa kabupaten di Jawa Timur tidak mengalami kenaikan di UMK Jatim 2021, tetap harus bersyukur berapapun nominal gaji yang didapatkan. Sebab, semua yang kita punya adalah milik Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY