Muhammadiyah Luncurkan TelurMoe, Peternakan Ayam Petelur

0
478
Muhammadiyah luncurkan TelurMoe

Muhammadiyah luncurkan TelurMoe dan peternakan ayam yang turut dikelola oleh Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Difabel Bejen, Sleman, pada Rabu (2/10/2024).

Launching peternakan tersebut tentunya dilakukan secara simbolis oleh Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah. Dalam sambutannya, Salmah sendiri berharap bahwa program ini bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Muhammadiyah Luncurkan Peternakan Ayam Petelur

Salmah juga telah mengungkapkan bahwa Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah selalu terbuka. Tujuannya tentu untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Program Muhammadiyah luncurkan TelurMoe tersebut sebenarnya didasari pada prinsip kerja sama yang tidak hanya untuk kalangan internal, melainkan juga bagi pihak eksternal.

1. Kolaborasi antara MPM PP Muhammadiyah dan Lazismu

Program peternakan “TelurMoe” merupakan salah satu hasil dari kolaborasi antara MPM PP Muhammadiyah dan Lazismu Pusat. M. Nurul Yamin selaku Ketua MPM PP Muhammadiyah, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari aksi jihad kedaulatan pangan yang telah lama digagas oleh MPM.

Yamin juga menambahkan, telur yang diproduksi akan diberi label “TelurMoe”. Bahkan, memiliki keunggulan nutrisi yang tinggi, jauh lebih baik dari telur biasanya.

Muhammadiyah luncurkan TelurMoe

TelurMoe ini tidak sembarangan karena memiliki kandungan gizinya sangat tinggi. Selain itu, pemeliharaan ayam dilakukan juga sudah menggunakan prinsip kesejahteraan hewan.

Dirinya juga menekankan bahwa program ini sudah selaras dengan konsep Islam sebagai rahmatan lil alamin. Di mana Islam akan membawa rahmat bagi seluruh alam, termasuk hewan.

2. Bagian dari Rahmat Islam

TelurMoe juga telah menjadi bagian dari rahmat Islam. Di mana kerahmatan itu tidak hanya untuk manusia, melainkan juga untuk hewan seperti ayam.

Salah satu nilai penting dari program tersebut yaitu inklusi sosial. Hal ini karena peternakan dikelola oleh kelompok difabel yang tergabung dalam JATAM Difabel Bejen.

Selain itu, program ini juga telah mengusung prinsip kesetaraan gender. Di mana peran laki-laki dan perempuan berjalan seimbang dalam proses pengelolaannya.

Yamin selalu berharap melalui program ini, Sobat Cahaya Islami dan masyarakat yang sebelumnya merupakan penerima zakat (mustahik) dapat berubah menjadi pemberi zakat (muzakki). Ini merupakan upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

3. Telah Tersertifikasi oleh HCAF

Saat ini, produk TelurMoe telah tersertifikasi oleh lembaga internasional Human Care Animal Farm (HCAF). Diharapkan kedepannya bisa mendapatkan sertifikasi organik internasional.

Meski begitu, Yamin juga menekankan bahwa proses pemeliharaan yang digunakan selama ini sudah sepenuhnya organik.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Imam Ahmad Mujadid Rais, juga turut memberikan apresiasi tinggi terhadap program peternakan ayam petelur ini. Dirinya mendukung model pemeliharaan yang mengedepankan kesejahteraan hewan, telah sesuai dengan konsep Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Muhammadiyah luncurkan TelurMoe

Imam juga saat ini telah menyepakati pernyataan Yamin bahwa langkah tersebut meskipun kecil, namun sudah memiliki dampak yang besar. Program peternakan tersebut tidak hanya untuk memenuhi kewajiban. Melainkan, benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Imam juga mengungkapkan bahwa program peternakan ayam petelur sehat dan fungsional ini dapat diperluas ke wilayah-wilayah lain. Dengan begitu, manfaat dari program Muhammadiyah luncurkan TelurMoe ini bisa dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY