cahayaislam.id – Shalat tarawih adalah shalat yang dihukumi sunnah dan biasanya dikerjakan usai shalat isya’ selama bulan Ramadhan. Tetapi jika tertinggal shalat tarawih, apakah harus diqadha (diganti) di lain waktu? Bagaimana caranya?
Shalat tarawih memiliki banyak sekali keutamaan seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW;
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).
Pahala dari melakukan shalat tarawih juga akan dilipat gandakan menjadi berkali-kali apabila pelaksanaanya dilakukan secara berjamaah.
Sholat tarawih, pelaksanaanya biasanya dilakukan secara berjamaah, baik di mushola maupun di masjid.
Namun tidak jarang ada yang terlambat masuk masjid sehingga dia ketinggalan menunaikan shalat isya’ dan tarawih bersama imam.
Pertanyaannya, apakah dia harus shalat seorang diri? Mendahulukan shalat isya’ atau justru mengikuti shalat tarawih dan witir bersama imam terlebih dahulu?
Hal yang Harus Dilakukan Saat Tertinggal Shalat Tarawih
Nah, Sobat Cahaya Islam, jika Sobat masih bingung harus bagaimana ketika tertinggal shalat isya’ sedangkan imam bersama jamaahnya sudah menunaikan shalat tarawih, maka yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Sempurnakan Shalat Terlebih Dahulu


Yang pertama, saat imam telah salam maka terlebih dahulu sempurnakanlah shalat kita. Jangan sampai kita shalat seorang diri atau justru bergabung dengan jamaah yang lain.
Sebab, kita harus menghindari ditunaikannya dua jamaah dalam satu waktu yang sama. Dikhawatirkan hal tersebut bisa mengganggu atau terjadi kekacauan suara bagi kedua jamaah.
2. Mengikuti Shalat Imam


Yang kedua, apabila tertinggal melakukan shalat tarawih, maka untuk menunaikannya harus kita genapkan shalat witir bersama imam. Lalu, barulah kita mengerjakan shalat yang tertinggal dan dilanjutkan dengan shalat witir.
Maksud dari menggenapkan shalat witir bersama imam, yakni tidak ikut salam sebagaimana yang dilakukan imam, namun kita berdiri lagi untuk menambah satu rakaat kemudian salam.
Nah, Sobat. Memang, shalat tarawih hukumnya adalah sunnah dan tidak memiliki pengaruh terhadap puasa. Namun, ibadah ini mampu menambah nilai kebaikan di bulan suci Ramadhan.
Bagi yang melaksanakannya akan diberikan pahala seperti melakukan shalat selama semalam suntuk.
Hikmah lain yang bisa didapatkan melalui shalat tarawih adalah syiar Islam. Yang artinya, dengan mengikuti shalat tarawih sebulan penuh maka kita dianggap telah ikut menyemarakkan Ramadhan dengan cara beribadah.
Shalat tarawih juga ibadah yang khusus hanya ada di bulan Ramadhan, di mana pada bulan tersebut Allah SWT menurunkan keberkahan, ampunan, serta anugerah.
Meskipun shalat tarawih bisa dikerjakan di rumah namun ada banyak keutamaan apabila dilakukan secara berjamaah di masjid.
Salah satu keutamaannya adalah mendapatkan pahala karena telah berjalan menuju masjid.
Tak hanya itu, umat muslim yang menjalankan shalat tarawih di masjid juga akan bertemu dengan tetangga, saudara, serta teman. Yang secara tidak langsung dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim.
Setelah melakukan shalat tarawih dan shalat witir, maka ada baiknya apabila kita mau menyempatkan diri untuk memperbanyak dzikir dan doa.
Agar Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan penjagaan terhadap iman kita. Aamiin Allahumma Aamiin.
Demikian di atas adalah ulasan mengenai hal apa saja yang seharusnya dilakukan apabila kita sengaja atau tidak sengaja tertinggal shalat tarawih. Semoga artikel ini bermanfaat.































