Asmirandah Pilih Bayi Tabung Untuk Kehamilannya, Bagaimana Hukumnya Menurut Pandangan Islam?

0
18
Asmirandah Pilih Bayi Tabung dan Hukumnya Dalam Islam

Asmirandah pilih bayi tabung – Beberapa waktu lalu, artis Asmirandah menceritakan proses kehamilannya. Sebelumnya Asmirandah dan Jonas berkonsultasi dengan dokter untuk program hamil agar segera mendapatkan keturunan. Dari hasil tes kesehatan keduanya pun dinyatakan bagus. Namun ketika disarankan untuk hamil alami, ia justru lebih memilih untuk mengikuti program bayi tabung. Menurut Asmirandah, usianya yang sudah 30 tahun membuatnya ingin segera memiliki anak setelah pernikahannya selama 7 tahun.

Asmirandah Pilih Bayi Tabung dan Pandangan Islam Tentang Bayi Tabung

Bayi tabung adalah suatu proses pembuahan sel telur di luar tubuh wanita. Ini artinya pembuahan antara sperma dan sel telur yang terjadi pada luar rahim. Biasanya ini digunakan untuk mengatasi masalah kesuburan atau kesulitan dalam memperoleh keturunan. Sehingga metode ini digunakan agar tingkat keberhasilan pembuahan sel telur lebih besar. Lalu bagaimana sebenarnya hukumnya bayi tabung dalam pandangan islam?

Asmirandah Pilih Bayi Tabung Untuk Kehamilannya, Ini Hukumnya Menurut Pandangan Islam Tentang Bayi Tabung

Asmirandah Pilih Bayi Tabung Untuk Kehamilan

Asmirandah pilih bayi tabung dengan alasan ia ingin mendapatkan keturunan dalam waktu yang lebih cepat. Terlebih setelah usia pernikahan yang hampir menginjak 7 tahun, tentu saja anak adalah dambaan bagi keduanya. Dalam islam sendiri, tidak ada larangan tegas mengenai program bayi tabung bagi pasangan suami istri. Lalu apakah itu artinya diperbolehkan untuk melakukan bayi tabung untuk mendapatkan keturunan?

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.(1)

Dalam ayat ini dijelaskan bahwasanya Allah memuliakan manusia. Dimana manusia merupakan makhluk yang Allah ciptakan dengan berbagai kelebihan yang istimewa dibandingkan makhluk lainnya. Itu sebabnya, manusia seharusnya juga bisa memuliakan martabatnya sendiri dan menghormati martabat dari manusia lainnya.

Dalam program bayi tabung sendiri, tidak ada ayat atau dalil yang menyatakan larangan mengenai bayi tabung. Selama bayi tabung dilakukan oleh pasangan yang sah sebagai suami istri dengan tujuan atau niat yang benar. Namun ada beberapa hal yang menyebabkan bayi tabung diharamkan dalam islam lho sobat CahayaIslam.

Bayi Tabung Yang Diharamkan Menurut Pandangan Islam

Asmirandah Pilih Bayi Tabung dan Ini Hukumnya Menurut Pandangan Islam

Tahukah? dalam beberapa kondisi, bayi tabung bisa menjadi haram hukumnya menurut pandangan islam. Lalu apa saja yang mengharamkan program bayi tabung ini?

Bayi Tabung Untuk Mengikuti Keinginan Tertentu

Bayi tabung menurut pandangan islam sebenarnya diperbolehkan. Hanya saja ini jika mengikuti aturan yang sesuai dalam ajaran islam. Program bayi tabung boleh dilakukan jika dalam kondisi darurat. Misalnya untuk menyelamatkan dari resiko penyakit turunan. Namun jika bayi tabung dilakukan hanya untuk tujuan atas keinginan sendiri, apalagi jika masih memungkinkan untuk inseminasi atau hamil alami. Maka ini hukumnya tidak diperbolehkan.

Mendatangkan Pihak Ketiga Dalam Bayi Tabung

Bayi tabung menjadi diharamkan jika dalam prosesnya melibatkan pihak ketiga. Jika pasangan sah suami istri, ini diperbolehkan. Namun jika ada proses mengambil sperma dari orang lain yang bukan suaminya untuk buahi sel telur atau menggunakan rahim wanita lain untuk menempatkan sel yang dibuahi tadi. Maka ini hukumnya adalah haram.

Asmirandah pilih bayi tabung – Dalam islam ini hukumnya diperbolehkan dengan beberapa adab yang tidak boleh dilewati. Namun jika bayi tabung dilakukan dan melanggar dari syariat yang ada, maka ini menjadi diharamkan hukumnya.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Isra’ Ayat 70

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!