Antara Agama dan Skala Prioritas

1
2458
Antara Agama dan Skala Prioritas

Kajian Islam – Jika ada yang bertanya Antara Agama dan Skala Prioritas. Mana yang lebih utama? Sebagai umat muslim tentunya kita perlu memahami betul dan pandai membedakannya bukan?

Antara Agama dan Skala Prioritas

Beberapa waktu yang lalu tim Cahayaislam kebetulan singgah di salah satu masjid yang ada di Kota besar di Jawa Tengah.

Sepulang dari mencari beberapa inspirasi. Kami mengikuti beberapa acara pengajian besar untuk mendengarkan nasehat agama dari para ulama yang rutin kami lakukan.

Sekedar ngecharge keimanan kita supaya terisi penuh kembali (tidak hanya smartphone saja yang perlu mengisi ulang dayanya, keimanan kitapun perlu).

Kebetulan waktu itu memang sudah masuk jam sholat Isya, dan sebagai Muslim yang selalu berusaha menta’ati peraturan Allah dan Rasul, kita berhenti sejenak untuk melaksanakan kewajiban Sholat. Namun, ada hal yang janggal pada masjid tersebut.

Masjid besar yang tampak megah dengan konsep bangunan arsitektur yang kontemporer itu sepi jamaah sholat isya yang (bila anda sering sholat berjamaah di Masjid, anda akan tahu) biasanya merupakan waktu sholat berjamaah yang paling ramai selain waktu sholat Maghrib.

Tentunya hal ini mengundang tanya dalam benak kami. Kami bertanya-tanya kenapa masjid yang bangunannya semegah ini terlihat sangat sunyi?

Bukankah seharusnya semakin megah sebuah rumah ibadah, maka semakin nyaman pula untuk di gunakan, dan pastinya akan lebih banyak orang yang lebih betah berada di masjid?

Kami tidak terbiasa untuk membiarkan rasa penasaran kami begitu saja. Tim Cahayaislam kemudian bertanya-tanya soal fenomena ini pada pengurus masjid. Benar saja, bahwa memang masjid ini selalu sepi meskipun memiliki bangunan yang begitu indah.

Pengurus masjid tersebut mengatakan bahwa masjid ini di bangun di sekitar lingkungan muslim elit yang kebanyakan warganya adalah pengusaha sukses.

Untuk membangun masjid semegah ini sih gampang! Namun untuk sekedar mengunjunginya mereka tidak punya waktu – ungkap sang pengurus masjid tersebut.

Skala Prioritas dalam Beribadah yang sering terlupakan!

Mungkin hal ini merupakan salah satu hal kecil antara banyak sekali polemik dalam kehidupan beragama islam. Di zaman yang modern ini, banyak orang yang beranggapan bahwa agama merupakan “benda mati” yang harus bergerak dengan materi.

Hal-hal seperti ikut membantu dalam pembangunan masjid, bersedekah berkwintal sembako pada yayasan anak yatim, berbagi banyak nasi bungkus, dan lain sebagainya yang mirip-mirip.

Kita mengeluarkan sejumlah Dana untuk beramal dengan kepercayaan bahwa semakin banyak kita bershodaqoh, maka semakin banyak pula pahala yang kita dapat.

Sekilas mungkin terdengar masuk akal dan baik, namun ada hal-hal menjadi buram dan banyak terlupakan oleh muslimin dan muslimah dikehidupan modern ini: skala prioritas dalam beribadah!

Gemar Mengaji dan mendengarkan nasihat Agama sebagai jalan keluarnya

Agar anda tidak termasuk orang-orang yang lalai dalam ibadah anda, anda harus senantiasa terus menimba ilmu dari Al-Quran dan Al hadits serta sering mendengarkan nasihat agama supaya anda senantiasa selalu ingat untuk tidak lalai dalam beribadah (karena Agama itu nasihat).

Islam memiliki hukum yang secara detail membahas tentang apa saja jenis pengamalan yang bila anda tinggalkan akan memberikan anda dosa, dan jenis pengamalan apa sajakah yang bila anda tinggalkan, anda tidak berdosa.

Apa gunanya membangun masjid megah dengan ornamen emas dan berlian misalnya, bila kita sendiri melupakan sholat 5 waktu kita?

Apa gunanya kita bersedekah takjil pada ibulan Ramadhan, namun kita tidak melakukan puasa? Bukankah sudah terpampang jelas dalam salah satu surah di Al-qur’an yang berbunyi :

وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَىٰ إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آمِنُونَ

Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda di sebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga). [1]

Jadi jalankan skala prioritas anda dalam beribadah sekarang! Semoga nasehat islam tentang kehidupan kali ini bermanfaat untuk kita semua, Amiin.


Catatan Kaki :

[1] Q.S. Saba’ (34) ayat 37

1 KOMENTAR

  1. […] Kata (وَأَقِيمُو) dalam ayat perintah Allah di Surat Al-Baqarah 43 ini menurut para alim ulama mengandung makna penekanan yang kuat. Anggap saja dari skala 1 sampai 10 (1 paling lemah dan 10 paling kuat penekanannya), maka skala yang ada dalam lafad ini adalah 10. Kita diperintahkan untuk menetapi shalat dan mendatangkan zakat dengan sebenar-benarnya pengamalan. Adapun tolok ukur dari sebenar-benarnya disini bisa diukur dari dua aspek, yakni (1) menetapi waktunya, dan (2) skala prioritasnya. (artikel terkait disini) […]

LEAVE A REPLY