Renungan Terhebat di Bulan Ramadhan, Nanggala 402

0
37
Nanggala 402

Nanggala 402 – Kabar duka menghiasi layar kaca seluruh channel TV Indonesia bahkan sampai internasional terkait tenggelamnya KRI Nanggala 402. Hal ini tentu menjadi duka mendalam tersendiri di kala umat muslimin tengah berbondong – bondong mendulang pahala. Hingga sat ini, belum ditemukan badan kapal selam yang membawa para prajurit hebat tersebut.

Sobat Cahaya Islam, terdapat sebuah pelajaran yang diambil dari peristiwa hilang kontaknya KRI Nanggala 402. Salah satunya yakni bahwa manusia hanyalah tempat merencanakan segala hal, sedangkan Allah SWT lah yang menentukan hasil akhirnya. Ibaratnya, manusia ditugaskan membuat proposal sesempurna mungkin, kemudian Allah SWT yang memutuskan.

Bagaimana Mengambil Ibrah dari KRI Nanggala 402 bagi umat muslim lainnya?

Bagi kaum muslimin, seharusnya lebih banyak mengambil pelajaran atas peristiwa yang menimpa KRI Nanggala 402. Selain merenungi bahwa Allah SWT lah Sang Pemutus Kebijakan, hal lain yang harus selalu diingat yakni kematian. Bahwasannya kematian akan senantiasa mengintai umat muslimin dimanapun berada.

Maka dari itu, alangkah baiknya seorang umat yang selalu menikmati kehidupan dengan senantiasa mengingat kematian. Dengan terus merenungkan ini, maka hidup akan selalu diusahakan untuk lurus menatap masa depan hanya untuk ridho Allah SWT semata. Allah SWT juga sangat mencintai dan memberikan keistimewaan bagi umatNya yang sering mengingat kematian.

2 Keutamaan Umat Muslim yang Merenungi Kematiannya

Seorang muslim yang senantiasa mengingat kematiannya tentu akan diberikan keutamaan tersendiri oleh Allah SWT. Hal ini merupakan ketentuan mutlak yang tak bisa dicampuri oleh umat manapun. Hanya saja perenungan yang dilakukan tentu harus dengan kesungguhan dan kejujuran hati.

Allah SWT Sang Maha Tahu bila umatNya sedang coba untuk mempermainkanNya, termasuk sekedar melisankan diri untuk selalu merenungi akan kematian. Lantas, bagaimana gambaran keutamaan yang didapatkan oleh umat yang dengan setulus hati merenunginya?

1.      Mendapat Ganjaran Pahala

Sebagian besar kaum muslimin mungkin belum menyadari, bahwa memperbanyak mengingat kematian adalah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Selain itu, memperbanyak untuk mengingat kematian dalam diri dapat senantiasa menjadi penolong umat muslimin setiap dirinya akan terjerat dalam lubang kemaksiatan.

2.      Dianggap Sebagai yang Paling Cerdas dan Baik Akhlaqnya

Selain mendapatkan bonus berupa pahala, seseorang yang rajin dan ikhlas merenungi kematiannya dilabeli oleh Rasulullah SAW sebagai umat yang paling cerdas serta baik dalam akhlaqnya. Label tersebut tentu tidak diberikan ke sembarang orang bukan? Lantaran, kecerdasab bukanlah suatu sifat yang diberikan, melainkan sesuatu hal yang diusahakan dengan susah payah.

Sedangkan menjadi orang yang paling baik akhlaqnya adalah hal yang sangat sulit manakala cobaan dunia kepada diri semakin meningkat. Sehingga label seperti ini terbilang langka. Namun, umat muslimin tidak perlu mendapatkannya dengan berdarah – darah. Mereka hanya perlu senantiasa berniat ikhlas untuk merenungi kematiannya.

Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Allah SWT lewat hadits Rasulullah SAW yakni :

Nah Sobat Cahaya Islam, itu tadi beberapa ulasan terkait hal yang bisa direnungi akan kejadian KRI Nanggala 402. Semoga hal ini menjadi penanda akan keimanan umat muslim, khususnya di Indonesia lebih meningkat dan saling menguatkan persatuan. Semangat!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY