Adzan di Telinga Bayi, Ini Keutamaannya

0
1114
Adzan di Telinga Bayi

Adzan di Telinga Bayi – Ketika bayi lahir, salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah mengadzani. Adzan ini bisa dikumandangkan oleh sang ayah.

Oleh karena itu, bagaimana Islam menghukumi adzan di telinga bayi? Mengapa begitu marak dilakukan? Bahkan hampir oleh setiap Muslim.

Tindakan mengadzani bayi yang baru lahir merupakan representasi harapan dan doa setiap orang tua atas kemampuan anaknya untuk menerapkan prinsip-prinsip Islam sepanjang hidupnya.

Doa dan harapan orang tua agar anaknya dapat terus beribadah kepada Allah adalah dengan membunyikan adzan dan iqamah. Tepatnya di setiap telinga bayi yang baru lahir sebagai penyesuaian diri dengan kehidupan di bumi sebagai pemeluk agama Islam.

Alangkah bijaknya mengumandangkan adzan di telinga bayi yang baru lahir.  Sebab bayi diharapkan mendapatkan pengaruh internal.

Selain mampu mengusir setan karena kalimat pertama yang didengarnya adalah lafadz-lafadz yang menyebut  Allah subhanahu wa ta’ala dalam segala syair-Nya.

3 Keutamaan Adzan di Telinga Bayi

Adzan dibacakan pada bayi yang baru lahir serta digunakan pula dalam sholat.

Dr. Wahbah  Az-Zuhaily menyatakan hal ini dalam bukunya Al-Fiqhul Islami Wa Adillathu.

Mayoritas ulama Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali berpendapat bahwa mengazankan pada telinga bayi diperbolehkan menurut hukum Islam.

Sebagian ulama Maliki berpendapat bahwa mengumandangkannya pada bayi setelah lahir itu mubah atau boleh. Sedangkan pendapat dari sebagian lainnya adalah makruh.

Sobat Cahaya Islam, adzan memiliki keutamaan berikut bagi bayi yang baru lahir saat pertama kali mendengarkannya. Apa saja?

1.   Mengenalkan Kalimat Tauhid

Memanfaatkan kesempatan untuk mendengarkan dan memperkenalkan salah satu kalimat thayyibah, seperti “Laa ilaaha illallahu.”

Kalimat tauhid yang diajarkan kepada bayi berpotensi mengembangkan kesabaran dan rasa syukur serta kecerdasan baginya.

Berikut beberapa pendapat ulama terkait hal ini. Ulama yang menyatakan disyariatkan seperti Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah. Beliau rahimahullah berkata,

“وسر التأذين ـ والله أعلم ـ أن يكون أول ما يقرع سمع الإنسان كلماته المتضمنة لكبرياء الرب وعظمته والشهادة التي أول ما يدخل بها في الإسلام فكان ذلك كالتلقين له شعار الإسلام عند دخوله إلى الدنيا كما يلقن كلمة التوحيد عند خروجه منها

“Rahasia (hikmah) azan di telinga bayi adalah agar yang pertama kali terdengar oleh bayi adalah kalimat yang mengandung kebesaran dan keagungan Allah serta kalimat syahadat yang merupakan kalimat yang pertama kali diucapkan ketika masuk Islam. Hal tersebut (azan di telinga bayi) seperti menalqinkan syiar-syiar Islam padanya ketika ia pertama kali masuk ke alam dunia sebagaimana ditalqin juga ketika ia akan keluar dari dunia (wafat).” (Tuhfatul Maulud, hal. 31)

Demikian juga An-Nawawi menyatakan hukumnya sunah. Beliau rahimahullah berkata,

السنة أن يؤذن في أذن المولود عند ولادته ذكرا كان أو أنثى، ويكون الأذان بلفظ أذان الصلاة، لحديث أبي رافع الذي ذكره المصنف قال جماعة من أصحابنا: يستحب أن يؤذن في أذنه اليمنى، ويقيم الصلاة في أذنه اليسرى

“Termasuk sunah mengazankan bayi yang baru lahir baik itu laki-laki maupun perempuan. Azannya dengan lafaz azan untuk panggilan salat berdasarkan hadis Abu Rafi’ yang disebutkan penulis. Ulama mazhab kami berpendapat disunahkan azan di telinga kanan dan ikamah di telinga kiri.” (Al-Majmu‘, 8: 442)

2.   Mengembangkan Kecerdasan Spiritual

Keutamaan mengumandangkan adzan bagi bayi baru lahir adalah untuk memberikan pengembangsn awal kecerdasan spiritual.

Adzan di Telinga Bayi

Bayi yang baru lahir pasti awam dengan apapun, bahkan masih buta huruf.

Oleh sebab itu, dengan mendengarkan adzan maka otaknya akan terstimulasi sehingga InsyaAllah menjadi cerdas di kemudian harinya.

3.   Jauhkan dari gangguan jin

Adzan adalah senjata ampuh melawan setan yang selalu mencoba mengganggu manusia sejak mereka lahir.

Menurut tradisi, jin Ummu Sibyan tidak dapat mengganggu bayi yang baru lahir jika adzan terdengar di telinga kanan dan iqamah di telinga kirinya.

Adzan di Telinga Bayi

Kendati demikian, setelah kita mengetahui bahwa ada beberapa manfaat dari mengumandangkan adzan di telinga bayi. Pastinya tidak ada salahnya melakukan hal tersebut.

Terlebih lagi, itu tidak menyalahi aturan-aturan dalam Islam.

Bahkan ada hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW juga mengumandangkan adzan di telinga Hasan bin Ali bin Abi Thalib saat baru lahir.

Akan tetapi, banyak dari umat Muslim yang tidak turut melakukan tradisi tersebut. Sebab muncul alasan bahwa tidak ada dalil shahih yang bisa disyariatkan terkait adzan di telinga bayi.

Lantas, bagaimana pendapat para Ulama mengenai itu?

Nah, Sobat, para Ulama bersepakat jika mengumandangkan adzan sebelum shalat memanglah disyariatkan.

Hanya saja, ada perbedaan pendapat yang menyebutkan soal adzan di telinga bayi baru lahir.

Demikian di atas merupakan ulasan mengenai apa saja keutamaan dari adzan di telinga bayi. Semoga artikel ini bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY