Terapi Gangguan Bipolar – Orang yang menderita gangguan bipolar sering mengalami banyak stigma sosial negatif dari orang sekitar. Lalu bagaimana cara Islam memandang hal itu? Adakah terapi gangguan bipolar dalam ajarannya?
Orang dengan gangguan bipolar sering mengalami intimidasi karena alasan ini. Orang dengan gangguan ini membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitar daripada diintimidasi untuk mendapatkan kesempatan yang baik: pemulihan.
Sobat Cahaya Islam, gangguan ini sering kali mengungkapkan perubahan signifikan pada atmosfer lingkungan. Baik itu mempengaruhi penderita atau orang di sekitarnya, ini tentu sangat perlu diperhatikan. Lalu, apakah ada solusi untuk masalah tersebut?
Sekilas menengok fakta tentang bipolar adalah di mana tidak bisa kita diragukan lagi, pasti ada solusi yang tepat untuk setiap masalah.
Sebelum kita mulai paparannya lebih lanjut, apa sebenarnya bipolar itu? Yakni penyakit mental yang disebabkan oleh logam yang menyebabkan perubahan emosi yang mendalam.
Keadaan emosi yang dihasilkan dapat berupa perasaan senang atau bahkan penurunan yang kita sebut sebagai depresi.
Manik dan depresi adalah dua kondisi yang dapat terjadi pada orang dengan gangguan bipolar. Dampak gangguan bipolar tidak dapat kita anggap remeh.
Aktivitas yang dilakukan dan hubungan sosial dengan orang-orang di sekitar mereka akan terpengaruh oleh stabilitas emosi yang terganggu pada pengidap.
Gangguan ini biasanya bermanifestasi pada remaja akhir dan dewasa awal, meskipun tidak menutup kemungkinan juga dapat mempengaruhi anak-anak.
Terapi Gangguan Bipolar Menurut Islam
Sobat Cahaya Islam, gangguan bipolar dapat disebabkan oleh berbagai hal. Diduga, antara lain dari faktor lingkungan, seperti stres di tempat kerja, dinamika keluarga, atau genetika, berperan dalam terjadinya bipolar.
Ada beberapa terapi untuk pengobatan, termasuk yang tercantum di bawah ini:
1. Perawatan Medis
Secara umum, gangguan bipolar dapat disembuhkan, tetapi harus dirawat dalam waktu yang lama. Pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan semuanya dituntut untuk bekerja sama untuk mewujudkan penyembuhan.
Terapi dan olahraga adalah dua contoh dari pendekatan yang dapat dilakukan.
Minum obat di bawah arahan dokter adalah salah satu cara untuk mencapai hal ini.
Psikoterapi teratur, penyesuaian gaya hidup, dukungan keluarga yang memotivasi serta bersosialisasi dengan teman terdekat penderita.
2. Pendekatan Spiritual
Anda juga dapat mencobanya dengan mendekatinya dari perspektif spiritual.
Orang dengan gangguan bipolar pada umumnya akan fokus pada perubahan suasana hati. Tentu saja, ini berkaitan dengan bagaimana kondisi hati seseorang. Maka dari itu, pendekatan spiritual sangat disarankan.
Mendirikan shalat dan membaca Al-Qur’an yang merupakan salah satu obat penyakit jantung dan juga bisa dijadikan pendekatan spiritual.


Selain itu, jangan pernah melupakan Allah SWT saat berdzikir. Penderita gangguan bipolar akan dapat merasa lebih tentram dan tenang dengan melakukannya.
Dzikir sebagai upaya mencapai ketenangan batin. Ledakan emosi yang tiba-tiba dan parah dapat dikendalikan secara bertahap.
Firman Allah SWT:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ – ٢٨
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (Ar-Ra’du: 28).”
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. ath-Thalaaq: 2-3).
Demikian Sobat Cahaya Islam paparan singkat tentang terapi gangguan bipolar. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan menjauhkan Sobat dari hal-hal buruk.
Taatilah apa yang telah Dia perintahkan, dan kita akan dikuatkan secara rohani maupun jasmani.
































