Adab Bertamu: Larangan Mengintip Kedalam Rumah

0
2111

Adab Bertamu – Ada sobat Cahayaislam disini yang pernah ingin bertamu dirumah seseorang, penghuni rumah dirasa memang sedang ada dirumah, namun ketika kita mengetuk pintunya tidak ada satupun yang menjawabnya? Kebanyakan orang biasanya sih melakukan satu hal ini: mengintip dari balik jendela diluar rumah untuk mengecek sebenarnya penghuni rumah memang sedang ada didalam enggak sih?

Rasa penasaran yang menjadi-jadi kemudian membuat kita melakukan hal itu. Pertanyaannya adalah sebenarnya apakah kita boleh melakukan hal itu? Ada nggak sih hadits yang secara spesifik mengkaji tentang adab bertamu, terkhusus pada hukum perilaku mengintip kedalam rumah penghuni rumah untuk melihat apakah penghuni rumah ada didalam atau tidak. Lihat detailnya dibawah deh:

Larangan Rasulullah untuk mengintip kedalam rumah

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، وَمُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ، قَالاَ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، – وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى – ح وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ السَّاعِدِيَّ، أَخْبَرَهُ أَنَّ رَجُلاً اطَّلَعَ فِي جُحْرٍ فِي بَابِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَمَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِدْرًى يَحُكُّ بِهِ رَأْسَهُ فَلَمَّا رَآهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ لَوْ أَعْلَمُ أَنَّكَ تَنْظُرُنِي لَطَعَنْتُ بِهِ فِي عَيْنِكَ ‏”‏ ‏.‏ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ إِنَّمَا جُعِلَ الإِذْنُ مِنْ أَجْلِ الْبَصَرِ

Dalam hadits riwayat Muslim 2156 tersebut diatas dijelaskan bahwa Rasulullah bersabda: jika aku mengetahui bahwa engkau telah mengintip melewati celah pintu/jendela, niscaya aku akan menusuk kedua matamu. Sungguh izin diperlukan sebagai pelindung dari tatapan.

Dengan hadits diatas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa mengintip kedalam rumah seseorang sangat dilarang keras oleh Rasulullah. Sampai-sampai bahkan dikatakan Beliau bisa menusuk kedua mata orang tersebut bila Dia menyadari ada seseorang yang mengintip kedalam rumahnya. Jadi kita tidak boleh sembarangan mengintip tanpa lebih dahulu mendapatkan izin dari tuan rumah.

Apa yang harus dilakukan?

وَحَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنِ الثِّقَةِ، عِنْدَهُ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الأَشَجِّ، عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ، أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ الاِسْتِئْذَانُ ثَلاَثٌ فَإِنْ أُذِنَ لَكَ فَادْخُلْ وَإِلاَّ فَارْجِعْ

Dalam beberapa hadits, termasuk yang ternukil dari Muwatta Malik diatas dijelaskan bahwa seorang yang ingin bertamu kerumah orang lain hendaklah meminta izin (biasanya dengan Salam) sebanyak 3 kali. Jika kita telah melakukannya 3 kali namun pemiliki rumah tidak merespon atau mengizinkan masuk kepada kita, maka sudah sepantasnya kita meninggalkan rumah tersebut. Itu adalah adab yang benar dalam bertamu. Bukan malah mengintip kedalam rumah melewati celah-celah pintu atau jendela untuk memastikan apakah pemilik rumah memang ada di dalam atau tidak.

Nah, kira-kira itulah sedikit hadits dan ulasan tentang adab bertamu kali ini yang membahas tentang hukum mengintip kedalam rumah seseorang. Insha Allah dalam kesempatan lain tim Cahayaislam akan mengulas tentang adab bertamu lain yang juga diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah. Semoga dengan ini kita bisa lebih paham dan menjadi pribadi muslim dan muslimah yang lebih mutawari dalam perilaku bertamu. Amiin. Semoga bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!