Misi Dakwah Muhammadiyah Bergerak Menyelesaikan Masalah

0
402
Misi dakwah Muhammadiyah

Misi dakwah Muhammadiyah pada akar rumput menjadi pemecah masalah bagi masyarakat. Dakwah tersebut merupakan bagian dari gerakan sosial Muhammadiyah yang terawat secara konsisten.

Muhammadiyah tidak hanya mengajari beriman untuk ibadah, ngaji, dan sebagainya. Namun, Muhammadiyah juga memiliki gerakan sosial. Hal inilah yang menjadi akar rumput Muhammadiyah itu sendiri.

Beberapa Misi Dakwah Muhammadiyah

Salah satu misi dakwah Muhammadiyah itu untuk mengurus masyarakat. Namun, motif tersebut tetap menjadi problem solver masyarakat.

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengungkapkan bahwa Baitul Arqam Komunitas terselenggara karena MPKSDI PP Muhammadiyah. Acara tersebut dilakukan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Kalasan, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (19/2).

1. Berbaur dengan Masyarakat

Bachtiar menyatakan dalam gerakan sosial Muhammadiyah harus bisa memecahkan masalah. Bahkan, sudah seharusnya bergerak menyelesaikan masalah, tidak hanya ‘omon-omon.’

Menurutnya, Muhammadiyah harus berbaur dengan masyarakat. Selain itu, melakukan gerakan sosial berlandaskan pada teologi Al-Ma’un.

Berikutnya, mewujudkan kesalehan individu dan sosial. Muhammadiyah akan masuk ke masyarakat dengan mudah.

2. Teologi Al-Maun

Melalui ajaran Muhammadiyah tersebut, Sobat Cahaya Islam akan kenal dengan teologi Al-Maun. Teologi ini berpihak kepada orang miskin, orang yatim.

Apabila tidak berpihak, dan tidak memberi makan orang miskin, maka Sobat Cahaya Islam termasuk orang-orang yang mendustakan agama.

Ia melanjutkan, meskipun rajin sholat, namun enggan memperhatikan orang miskin, maka termasuk orang mendustakan agama. Muhammadiyah mengajarkan agar tidak mendustakan agama, yaitu dengan mengurus orang miskin, anak yatim, serta masyarakat akar rumput.

Bahkan, Muhammadiyah dulunya berdiri karena dari rumah miskin di dekat masjid Gedhe Kauman. Rumah miskin itu dulu mengurusi gelandangan, dan pekerja.

3. Kelembagaan Saleh Sosial

Cara menyentuh agar jamaah Muhammadiyah tidak partial maka didirikan institusi rumah sakit, sekolah dan panti asuhan. Inilah kelembagaan kesalehan sosial Muhammadiyah.

Kesalehan sosial Muhammadiyah terjadi melalui upaya-upaya mengurus orang miskin dan orang susah.

Misi dakwah Muhammadiyah

4. Mengundang 33 peserta

Kegiatan tersebut juga mengundang 33 peserta dari berbagai komunitas binaan UPP, termasuk Jaringan Tani Muhammadiyah (JATAM), Jaringan Nelayan Muhammadiyah (JALAMU), dan lainnya.

Muhammadiyah juga harus menangani masalah yang bersifat mendesak, dan memiliki implikasi luas dalam kehidupan umat Islam, bangsa, serta kemanusiaan. Oleh karena itu, penting untuk melihat masalah dari urgensinya (taqdim al-aham min al-muhim.

Banyak sekali pertimbangan yang harus Muhammadiyah jadikan rujukan dalam menyikapi masalah keumatan secara cerdas dan bertanggung jawab. Pada saat yang sama, Muhammadiyah juga memiliki kewajiban diri untuk memperkuat dan membangun keunggulan gerakannya.

5. Berperan Besar bagi Lingkungan

Lazimnya gerakan mana pun tentu akan berperan besar bagi lingkungannya. Terutama, jika dirinya sendiri memiliki kekuatan untuk menjalankan peran-peran keumatan, kebangsaan, serta kemanusiaan universal.

Al-mu’min al-qawiyyu khairun wa ahabbu ila-Allah min al-mu’min aldhaif, sama seperti sabda Nabi (HR Muslim dari Abu Hurairah). Jangan sampai diri sibuk mendaftar serta melihat masalah luar, namun diri sendiri banyak masalah.

Misi dakwah Muhammadiyah harus menjadi sebagai prioritas, kadar maslahat dan mudharatnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY