5 Ciri Istri yang Tidak Pantas Dipertahankan Menurut Islam

0
6877
istri yang tidak pantas dipertahankan menurut islam

Istri yang tidak pantas dipertahankan menurut Islam – Apa saja ciri istri yang tidak pantas dipertahankan menurut Islam? Setiap pasangan suami istri pasti mengharapkan rumah tangga yang langgeng dan harmonis. Namun seiring waktu berjalan selalu saja ada percikan dan pertengkaran yang terkadang berujung pada perpecahan.

Sumber masalahnya tidak selalu ada pada pihak suami, terkadang istri pun memiliki andil dalam perpecahan rumah tangga terutama jika ia memiliki sifat yang tercela. Jika pertengkaran terus terjadi dan istri terus menjadi sumber masalahnya, alangkah baiknya suami mulai berpikir akan tetap bertahan atau melepaskan pasangannya. Simak apa saja ciri nya dalam uraian berikut ini.

Ciri Istri yang Tidak Pantas Dipertahankan Menurut Islam Agar Suami Tahu

Harapan membangun rumah tangga yang harmonis terkadang harus kandas akibat keegoisan salah satu pihak. Suami tidak selalu menjadi penyebab pernikahan harus berakhir, banyak juga kasus dimana istri lah yang menjadi sumber perpecahan yang terjadi. Rasa cinta saja tidak cukup, suami harus bisa melepaskan seorang istri jika memang ia sudah tidak bisa dipertahankan lagi.

Islam sangat menjunjung tinggi martabat seorang Istri sebagai Ratu dalam keluarganya. Namun ternyata ada saja Istri yang tidak bersyukur dan berlaku menyimpang dari agama. Suami harus bisa menilai, bagaimana perilaku sang Istri dan apakah ia masih pantas untuk dipertahankan atau tidak. Bagaimana ciri istri yang tidak pantas dipertahankan menurut Islam ?

1.     Terlalu Banyak Menuntut Kepada Suami

Seorang Istri yang bermanja dan menginginkan untuk dituruti dalam batas kewajaran, sah-sah saja dalam sebuah pernikahan.

Adalah hak seorang istri untuk meminta kepada suaminya, namun harus sejalan dengan keadaan dan kondisinya. Jika istri terlalu banyak menuntut kepada suami di luar batas kemampuannya, dikhawatirkan akan menuntun suami kepada jalan yang salah untuk memenuhi keinginannya semata.

2.     Tidak Patuh Kepada Suaminya

Istri yang taat dan patuh kepada suaminya sangat mulia dihadapan Allah SWT. Rasulullah bersabda,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَه

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, menaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

istri yang tidak pantas dipertahankan menurut islam

Dari hadits di atas bisa disimpulkan bahwa kewajiban utama seorang istri adalah taat kepada suaminya, sehingga pintu surga akan menantinya di akhirat kelak. Jika istri lebih gemar membangkang perintah suaminya, makai a memiliki ciri istri yang tidak pantas dipertahankan menurut Islam.

3.     Terlalu Sibuk dan Melupakan Kewajibannya

Seorang istri memiliki hak untuk tetap bersosialisasi di luar rumah atas seizin suaminya. Namun jika ia lebih mementingkan kesibukan di luar daripada mengurusi keluarganya, maka ia sudah melalaikan tanggung jawabnya sebagai istri. Suami yang memiliki istri seperti ini wajib menegurnya, dan jika ia tetap memilih kesibukannya maka bisa dipastikan ia bukan wanita yang tepat untuk dipertahankan.

4.     Tidak Menjaga Penampilan di Hadapan Suaminya

Penampilan yang menarik juga dibutuhkan oleh para suami agar tidak melirik wanita lain di luar. Namun ada saja wanita yang tidak peduli dengan penampilan di depan suami, namun sangat suka berdandan jika ingin bepergian.

istri yang tidak pantas dipertahankan menurut Islam

Padahal ada sebuah hadits yang menyatakan,

الَّتِى تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَر

“Yang menyenangkan suami ketika dilihat, dan mentaati suami ketika diperintah.” (HR. Ahmad 9837, Nasai 3244 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Di sini dikatakan bahwa perempuan harus berpenampilan menarik di hadapan suaminya, dan itu mendatangkan pahala juga baginya.

Sobat Cahaya Islam, pernikahan adalah pertemuan dua manusia berbeda yang menjadi satu. Dalam perjalanannya kerap terjadi perpecahan dimana istri justru menjadi penyebabnya. Untuk menghindari pernikahan yang menyiksa, suami harus paham ciri istri yang tidak pantas dipertahankan menurut Islam sebelum memutuskan untuk melanjutkan rumah tangga nya atau tidak.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY