Outfit Shinta Bachir – Sobat Cahaya Islam, belum lama ini ramai di publik, Shinta Bachir disebut-sebut cantik dengan hobinya yang suka mengenakan pakaian serba hitam. Lalu seperti apa tanggapan Islam pada outfit Sinta Bachir ini?
Tampaknya Shinta Bachir pernah berniat menikahi Idham Mase pada 2018. Dia mengaku putus tiga hari setelah suami Catherine Wilson melamarnya.
Namun, kisah cinta itu hanya tinggal kenangan saat ini. Wanita yang lahir pada tanggal 7 Februari 1986, saat ini sedang menggarap sinetron untuk televisi.
Ibu tunggal ini menikmati waktu liburan di tengah padatnya jadwal. Apalagi ia selalu membawa anaknya.
Saat Shinta Bachir berlibur ke Umbul Ponggok, Klaten, Jawa Tengah. Salah satu yang dilakukan pemeran sinetron “Dipaksa Menikah Tuan Muda” itu memberikan tantangan tersendiri untuk berfoto di objek wisata bawah laut.
Ketika dia pergi ke kafe untuk hangout, dia juga terlihat modis. Dalam pakaian hitam-putih, Shinta tampak anggun. Dia juga memilih sepatu merah dan tas untuk dipadukan dengan pakaian hitamnya. Dengan pilihan gaya rambut longgarnya, auranya semakin awet muda.
Outfit Sinta Bachir Serba Hitam, Ini Tanggapan Islam
Dari penjelasan di atas, pasti timbul pertanyaan di benak Anda:
Apakah pakaian Muslim syar’i menyerupai warna hitam? Benarkah syariat mengatakan bahwa Muslim harus mengenakan pakaian hitam? Mungkin pertanyaan semacam ini, yang sering dipertimbangkan oleh umat Islam. Tapi apakah itu akurat?
Pada intinya, syariat tidak secara khusus mengatur bahwa wanita Muslim hanya boleh mengenakan pakaian dengan warna tertentu. Hanya ditegaskan bahwa pakaian itu tidak menarik perhatian pria non-mahram.
Bahkan, beberapa akademisi menyarankan wanita Muslim untuk mengenakan jilbab berwarna gelap. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah fitnah.
Kendati demikian, terkait persoalan mengenai pakaian hitam bagi Muslimah ada yang perlu diberi garis bawah, antara lain:
1. Bukan Perintah Allah dan Rasul
Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Abu Dâwud, bahwa Ummu Salamah Radhiyallahu anhuma berkata :
لَمَّا نَزَلَتْ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ خَرَجَ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ كَأَنَّ عَلَى رُءُوسِهِنَّ الْغِرْبَانَ مِنْ الْأَكْسِيَةِ
Ketika turun firman Allâh (yang artinya) “Hendaklah mereka (wanita-wanita beriman) mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” (QS. al-Ahzâb/33:59), wanita-wanita Anshâr keluar seolah-olah di atas kepala mereka bertengger burung-burung gagak karena (warna hitam-red) kain-kain (mereka).[1]
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ: { يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيْبِهِنَّ } ، خَرَجَ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ كَأَنَّ عَلَى رُؤُوْسِهِنَّ الْغِرْبَانُ مِنَ السَّكِيْنَةِ، وَعَلَيْهِنَّ أَكْسِيَةٌ سُوْدٌ يَلْبَسْنَهَا
Dari Ummu Salamah Radhiyallahu anhuma , dia berkata, “Setelah ayat (yang artinya), “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka” (al-Ahzâb/33:59) diturunkan, wanita-wanita Anshâr keluar seolah-olah di atas kepala mereka bertengger burung-burung gagak karena tenang, dan mereka memakai pakaian-pakaian berwarna hitam.


Hadits di atas hanya menunjukkan bahwa wanita Ansar mengenakan jilbab hitam, seperti yang dinyatakan oleh Ibn Kathir rahimahullah dalam pendapatnya.
Namun, karena ini bukan perintah dari Allah dan Rasul-Nya, itu tidak berarti bahwa Anda diharuskan untuk mengenakan pakaian hitam.
Ulama lain membolehkan wanita Muslim mengenakan pakaian dalam warna selain hitam.
2. Pakaian Gelap Lebih Baik dari Warna Terang
Sheikh Abdul Karim al-Khudhair, anggota Institut Ulama Senior Arab Saudi mengungkapkan pendapat. Dia menegaskan bahwa komunitas lokal atau al Adat -urf dapat memandu hukum tentang warna pakaian.
Menurut beberapa akun wanita salaf, seorang wanita Muslim mungkin suka memakai warna terang.
Namun, saat keluar rumah, sebaiknya tidak memakai warna-warna cerah yang menarik perhatian atau warna-warna yang menarik hati pria. Warna gelap lebih baik daripada warna terang.
Karena perhiasan penutup adalah tujuan dari perintah jilbab. Jika jilbab atau pakaian itu sendiri dihiasi dengan renda, bros, atau warna yang menarik perhatian orang, wanita harus memakai pakaian gelap dan tidak berwarna-warni.


Bahkan ketika mereka pergi ke luar rumah, tidak harus hitam, terutama di beberapa tempat di mana orang-orangnya menganggap warna hitam menyeramkan.
Demikian di atas merupakan ulasan mengenai tanggapan Islam terkait outfit Shinta Bachir yang serba hitam.






























