Cara Menjaga Keikhlasan – Kita semua sadar betapa ikhlas mendapat kedudukan ibadah dalam ibadah hamba. Kita semua sadar, insya Allah, bahwa keikhlasan adalah salah satu syarat utama diterimanya suatu perbuatan. Lalu bagaimana cara menjaga keikhlasan?
Allah Ta’ala tidak akan pernah memberikan celaka atau kemaksiatan dari orang yang ikhlas. Orang ikhlas akan naik ke posisi tinggi dan membuka pintu untuk kebaikan lainnya.
Jiwa seseorang akan ditenangkan dengan melakukan keikhlasan, serta tentram dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.
Seorang mukmin akan selalu memerangi iblis laknatullah yang terkutuk, yang tugasnya adalah menggoda dan menjauhkan manusia dari keikhlasan dalam melakukan perbuatan baik, menghancurkan perbuatan baik yang telah mereka lakukan, dari awal waktu hingga hari kiamat.
Sebagian dari kita mungkin masih ragu bagaimana cara tetap ikhlas dalam amal ibadah kita dan bagaimana selalu istikamah.
Allah Ta’ala mengisahkan kisah nabi Yusuf ‘alaihissalam,
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهٖۙ وَهَمَّ بِهَا ۚ لَوْلَآ اَنْ رَّاٰ بُرْهَانَ رَبِّهٖۗ كَذٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوْۤءَ وَالْفَحْشَاۤءَۗ اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِيْنَ
“Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sesungguhnya dia (Yusuf) itu termasuk hamba-hamba Kami yang terikhlas (dalam hal ketaatan).” (QS. Yusuf: 24)
6 Cara Menjaga Keikhlasan dalam Beramal
Dalam salah satu karyanya, Syekh Abdul Muhsin Al-Qasim hafidzhahullah memberikan beberapa cara yang jika Allah berkehendak, akan membantu kita dalam menjaga keikhlasan.
1. Berdoa
Pertama: Hati manusia berada di antara dua jari Allah Ta’ala, dan Allah Ta’ala yang mengendalikannya. Allah dapat mengubah hati manusia dengan cara apa pun yang Dia inginkan.


Jadi, selalu mintalah kepada Tuhan kita, yang memiliki kendali penuh atas arah. Tunjukkan kepada-Nya bahwa kita membutuhkan pertolongan-Nya. Dalam beribadah, selalu mintalah keikhlasan.
2. Menyembunyikan Amal
Kedua, setiap perbuatan yang seharusnya disembunyikan, memperbesar kemungkinan diterimanya oleh Allah Ta’ala dan menjadi lebih ikhlas.
Sholat sunnah nafilah yang dilakukan pada malam hari memiliki manfaat lebih dari dilakukan di siang hari. Istighfar memiliki prioritas lebih tinggi saat subuh daripada waktu lainnya. Mengapa? karena lebih mudah untuk menyembunyikan segala sesuatu dan lebih dekat dengan ikhlas yang sebenarnya.
3. Selalu Melihat Kepada Mereka yang Lebih Baik dari Anda Ketika Beramal
Jangan jadikan orang-orang di sekitarmu sebagai tolak ukur dalam berbuat kebaikan, apalagi jika orang itu kualitasnya lebih rendah darimu.
Bacalah kisah dan biografi orang-orang saleh masa lalu: baik yang berasal dari ulama, ahli ibadah, maupun zuhud, dan selalu jadikan mereka panutan amal Anda.
karena kisah mereka akan berfungsi sebagai penambah iman yang ideal.
4. Takut Perbuatannya Menjadi Sia-sia
Salah satu hal yang merendahkan seorang hamba adalah merasa puas dengan diri sendiri dan takjub dengan perbuatan yang telah dilakukannya.


Bahkan, melakukan hal ini akan membuat keikhlasannya terlihat goyah atau bahkan hilang, dan lebih buruk lagi jika dia batal mendapatkan pahala setelah dia kesulitan menjalankannya.
5. Takut Amalannya Tidak Diterima Allah Ta’ala
Keikhlasan membutuhkan perjuangan sebelum, selama, dan setelah sedekah.
Maka dari itu, jangan pernah membicarakannya di depan banyak orang sebab menjadi salah satu penyebab amalannya tidak diterima Allah.
Orang yang ikhlas akan mendapatkan kedudukan yang tinggi dan keikhlasannya tersebut akan menjadi pembuka untuk kebaikan lainnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّكَ لَنْ تُخَلَّفَ فَتَعْمَلَ عَمَلًا تَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا ازْدَدْتَ بِهِ دَرَجَةً وَرِفْعَةً
“Sesungguhnya kamu tidak diberikan umur panjang, lalu kamu mengerjakan suatu amal untuk mengharap keridaan Allah, kecuali kamu akan bertambah derajat dan kemuliaan dengan amal itu.” (HR. Bukhari no. 4409 dan Muslim no. 1628)
6. Ingatlah Selalu Bahwa Kita Hanya Ditemani Amal Saat di Kubur
Jika seseorang percaya bahwa dia hanya akan dikubur sendirian, tanpa teman. Bahwa tidak ada yang akan membantunya kecuali perbuatan baiknya, tidak ada yang bisa meringankan kuburnya.
Allah Ta’ala, maka pada saat itu juga dia akan menyadari bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkannya kecuali dia menyerahkan semua perbuatannya kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, penciptanya.
Nah, Sobat Cahaya Islam, demikian di atas merupakan ulasan mengenai bagaimana cara menjaga keikhlasan dalam beramal.































