Berkerudung Seperti Punuk Unta – Di sosial media (sosmed), banyak beredar kampanye larangan berkerudung atau berhijab dengan model punuk unta. Memang, Rasulullah pernah mendeskripsikan Wanita ahli neraka dengan penjelasan sebagai berikut:
رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ
“kepala mereka seperti punuk unta yang miring.” (1)
Masalahnya, banyak Perempuan Indonesia yang berkerudung dengan gaya kerudung mirip dengan punuk unta. Lalu, apakah mereka semua termasuk ahli neraka? Jangan terburu-buru memvonis orang lain sebagai ahli neraka tanpa kita mengetahui dulu penjelasan hadits di atas dengan benar.
Dilema Rambut Panjang dan Lipatan Rambut Mirip Punuk Unta


Jika memahami hadits di atas secara tektual, akan menjadi dilema bagi Perempuan yang punya rambut Panjang. Pasalnya, sulit bagi mereka untuk berkerudung tanpa ‘punuk unta’ karena mau tidak mau harus melipat rambutnya. Di sisi lain, jika mereka membiarkan rambutnya terjulur ke bawah, orang lain akan dapat melihat rambutnya karena panjangnya melebihi kerudung. Kalau rambut tidak boleh kelihatan, dan melipat rambut juga tidak boleh, lalu solusinya bagaimana?
Imam Nawawi menjelaskan bahwa punuk unta dalam hadits di atas adalah mereka membesarkan kepalanya menggunakan kain hijab, selendang, atau semacamnya sehingga menyerupai punuk unta. Sementara Imam Ibnu Al-‘Arabi menjelaskan bahwa punuk unta tersebut adalah kiasan bagi Perempuan yang sengaja membesarkan kepalanya dengan rambut palsu atau sejenis potongan kain agar orang lain mengira itu adalah rambutnya.
Sedangkan Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani mengutip penjelasan dari Imam Al-Qurtubi bahwa punuk unta dalam hadits itu adalah lipatan rambut yang menyerupai punuk unta yang menjulang tinggi di atasnya untuk berhias dan mempercantik penampilan. Artinya, kebanyakan Perempuan Indonesia tidak masuk kategori ini karena mereka tidak menggunakan bahan tambahan untuk membuat punuk unta dan lipatan rambutnya berada di belakang kepala, bukan di atasnya.
Gambaran Perangai Buruk Perempuan
Dari awal, hadits di atas menggambarkan sifat Perempuan yang perangai dan kelakuannya buruk. Redaksi lengkap hadits di atas menjelaskan bahwa dia (Perempuan ahli neraka) berpakaian tapi telanjang karena pakaiannya terlalu tipis atau ketat, berjalan lenggak-lenggok untuk menarik perhatian laki-laki lain, tidak menundukkan pandangan, serta berpakaian tidak seronok yang salah satunya dengan menghias kepala dengan gumpalan kain membentuk punuk unta.
Itulah kenapa para ulama mengikat larangan ini dengan poin Upaya berhias yang tidak wajar. Pasalnya, Perempuan membuat punuk unta karena ingin tampil cantik dan mendapat pujian dari laki-laki lain.
Kesimpulannya, apa yang kebanyakan Perempuan Muslimah Indonesia lakukan dengan cara berkerudungnya tidak termasuk dalam ancaman hadits di atas. Oleh karena itu, hendaknya kita bijak dan tidak tergesa-gesa menyimpulkan sebuah hadits.
Maksud Hadits Berkurudung Seperti Punuk Unta
Untuk memahami sebuah hadits, kita tidak boleh hanya sepotong-sepotong membacanya. Bahkan, kita harus paham konteksnya. Jika kita melihat kitab-kitab syarah hadits, para ulama tidak meributkan punuk unta, kecuali yang terbuat dari rambut palsu, sorban, atau kain.
Selam punuk tersebut adalah rambut asli. Kalaupun masih ada yang mempermasalahkannya, para Wanita tersebut tidak bertujuan untuk pamer dan ingin mendapat pujian dari para lelaki. Bahkan, banyak ulama yang menafsirkannya sebagai perilaku buruk bagi Perempuan. Jadi, mulai sekarang hendaknya kita fair memberikan label berkerudung seperti punuk unta pada Perempuan.
Referensi:
(1) Sahih Muslim 2128































