Hari Buruh 1 Mei 2024: Pahami Etika Membayar Buruh Sesuai Ajaran Islam

0
964
1 Mei 2024

1 Mei 2024 – Peringatan Hari Buruh secara internasional dan nasional rutin diperingati setiap tanggal 1 Mei 2024. Para buruh memperingati hari tersebut dengan banyak cara, salah satunya adalah melakukan aksi demonstrasi secara damai.

Tak heran jika setiap 1 Mei menjadi hari libur nasional di Indonesia. Biasanya para buruh akan turun ke jalan bersama-sama untuk melakukan aksi demonstrasi. Aparat setempat pun sudah mempersiapkan diri untuk mengamankan aksi tersebut.

Momen Hari Buruh 1 Mei 2024

Hari Buruh pada tanggal 1 Mei 2024 sejatinya merupakan momen untuk merayakan pencapaian dan kontribusi para pekerja serta buruh. Banyak orang juga mengenal Hari Buruh dengan sebutan May Day lantaran diperingati setiap 1 Mei tiap tahunnya.

Pada kesempatan tersebut menjadi momen yang tepat untuk menghargai perjuangan buruh dalam mencapai hak yang lebih baik. Selain itu, peringatan May Day juga untuk mengenang para buruh yang sudah berkorban dalam perjuangannya.

Di Indonesia sendiri, Hari Buruh dipicu oleh peristiwa yang terjadi pada tahun 1916 silam. Kala itu, terjadi pemberontakan spontan di Jampi yang menyebabkan kepanikan di jajaran penjajah kolonial.

Peristiwa tersebut mendorong masyarakat Indonesia meningkatkan perjuangan mereka. Ini dimulai dari peningkatan upah, pengurangan pajak, serta perbaikan kondisi hidup lainnya.

Bagaimana Agama Islam Memandang Keberadaan Buruh?

Sobat Cahaya Islam, agama islam memandang buruh sama mulianya seperti majikannya. Apalagi buruh merupakan orang yang bekerja untuk menghidupi dirinya maupun keluarga. Perusahaan seharusnya memandang buruh sebagai rekan mencapai kesejahteraan hidup.

1 Mei 2024

Pusat perhatian buruh yang sering diorasikan dalam demonstrasi 1 Mei 2024 umumnya pada upah. Agama islam melihat upah buruh dalam kerangka moral. Sayangnya persoalan upah sering dipandang sebelah mata oleh sebagian besar perusahaan.

Terbukti, masih banyak buruh yang menuntut soal upah dalam aksi demonstrasi May Day. Selain itu, mereka juga menuntut upah karena tuntutan hidup yang semakin tinggi.

Etika Membayar Upah Buruh dalam Ajaran Islam

Berbicara tentang upah, ada beberapa etika yang diajarkan dalam islam untuk pembayarannya. Apabila Sobat adalah pengusaha, hendaknya memahami etika tersebut demi mencapai kebaikan dunia dan akhirat. Beberapa etika yang dimaksud antara lain:

1. Membayar Sebelum Kering Keringatnya

Islam senantiasa menganjurkan majikan atau pengusaha untuk membayar upah seorang pekerja sebelum kering keringatnya. Maksudnya, islam mengajarkan agar pembayaran upah tersebut secepat mungkin atau setelah pekerja selesai melakukan pekerjaannya.

1 Mei 2024

Ini juga berlaku apabila sudah ada kesepakatan pemberian gaji di setiap bulannya. Nabi Muhammad SAW bersabda,

أَعْطُوا الأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ

Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering H.R Ibnu Majah N0 937

2. Jangan Menunda Penurunan Gaji

Sobat juga jangan sekalipun melakukan penundaan terhadap penurunan gaji. Sebab jika melakukan itu, maka Sobat sudah menjadi orang yang zalim. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda,

 مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

Menunda penunaian kewajiban (bagi yang mampu) termasuk kezholiman”((HR. Bukhari no. 2400 dan Muslim no. 1564)

Orang yang seperti itu halal kehormatannya dan layak mendapat hukuman di mata islam.

Sobat Cahaya Islam, begitu mulianya islam memandang buruh dan hak-haknya dalam pekerjaan. Di momen 1 Mei 2024 ini, besar harapan hak-hak buruh semakin terpenuhi dan tidak menjadi pengusaha yang zalim.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY