Waspadalah! 10 Hal ini adalah Tanda Hati Kita Mati (Part 2)

0
1230

Di dalam artikel sebelumnya, Tim Cahayaislam bersama ukhti Novita sudah membahas tanda-tanda hati yg telah mati. Nasehat ini disampaikan oleh Ustad Muhammad Affan. Jika dalam artikel sebelumnya telah dibahas 5 tanda bagaimana hati yang mati menurut islam. Di artikel ini akan dibahas 5 tanda hati yang mati berikutnya.

Mengakui adanya ni’mat surga tetapi tidak mau berusaha mendapatkannya

Siapa dari sobat cahayaislam yang tak ingin masuk surga? Penulis percaya bahwa semua orang pasti ingin masuk surga. Tidak ada seorangpun yang berdo’a agar dimasukkan ke dalam neraka. Surga adalah temapatnya segala kenikmatan dan kebahagiaan yang kekal abadi selama-lamanya.

Permasalahannya adalah surga itu dikelilingi dengan hal-hal yang dibenci oleh manusia. Untuk bisa masuk surga, banyak larangan yang harus dijauhi dan perintah yang harus dilaksanakan. Dalam Al-qur’an Surat Az-zukhruf Allah berfirman

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Demikian itu surga diwariskan padamu, sebab apa-apa yang kamu amalkan

Dari dalil diatas jelas, bahwa Surga bisa dicapai dengan amal yang kita miliki. Kita tahu dengan pasti tentang begitu besarnya nikmat surga tapi kita tidak mau berusaha mendapatkannya. Ingin surga tapi malah melakukan banyak pelanggaran, kemaksiyatan. Nah.. jika mungkin ada sobat cahayaislam yang seperti itu maka itu termasuk tanda hati yang mati.

Mengakui adanya siksa neraka, tapi tidak berusaha menghindarinya.

Setelah kita meninggal hanya ada dua tempat kembali bagi kita kalau tidak ke surga, ya ke neraka. Kita tahu persis bahwa surga adalah sumber kenikmatan, sebaliknya neraka adalah tempatnya segala kesengsaraan. Mendengar-mendengar cerita tentang neraka pasti membuat hati menjadi takut. Dan tahukan sobat cahayaislam bahwa panas api dibumi hanyalah 1/70 dari api neraka. Bisa dibayangkan bagaimana panasnya???? Kita tahu mengenai dahsyatnya siksa neraka tapi tetap lalai mengerjakan sholat,  lalai berpuasa, dan melakukan larangan Allah. Itu adalah tanda hati yang mati.

Tahu bahwa kematian itu ada, tapi tidak mau bersiap-siap

Siapa sih yang tahu kapan datangnya ajal seseorang??? Tidak ada. Mungkin diantara sobat cahayaislam pernah kehilangan keluarga,  saudara, atau temannya secara tiba-tiba. Kemarin kita masih melihat mereka sehat, tertawa, tapi keesokannya kita mendengar kabar duka”. Ini menandakan bahwa mati itu datangnya tak pernah ada undangan. Mati bisa datang kapan saja. Dan sesungguhnya kita ini sedang mengantri jemputan ajal itu.

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ اْلمـَوْتِ  

Setiap yang bernyawa, pasti akan merasakan mati (Q.S Al-Imron:3)

Tidakkah kita bersiap-siap??? Karena kita tak tahu kapan giliran kita tiba, jika sampai saat ini kita belum bersiap atau justru meremehkannya maka itu juga termasuk tanda hati yang mati.

Membuka aib orang lain, tapi tidak menyadari aibnya sendiri

Ada peribahasa yang mengatakan “Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di lautan seberang tampak”, Peribahasa ini sangat menggambarkan tanda hati yang mati menurut islam. Pepatah itu nampaknya betul. Membuka aib orang lain tapi masa bodoh dengan aib sendiri, tidak berkaca pada diri sendiri. Bisakah orang tersebut dinamakan orang yang tidak punya hati? Atau pantaslah point ini juga menjadi tanda hati yang mati.

Mengantarkan jenazah ke kuburan, tapi tidak mau mengambil peringatan

Setiap hari inshaa allah pasti ada kelahiran dan kematian. Pernahkan sobat CahayaIslam menghitung, selama ini sudah berapa kali saya takziyah? Bagi yang lelaki sudah berapa kali saya mengantarkan jenazah ke maqomnya??? Melihat jenazah dikuburkan di tanah yang hanya berukuran 2×1 meter, kemudian ditimbun tanah, dan akhirnya ditinggalkan takziyah. Jenazah itu hanya dapat bertahan dengan amalnya, tidak ada seorang pun yang akan membantunya menjawab pertanyaan malaikat. Memikirkannya saja seharusnya sudah menjadi peringatan bagi kita untuk selalu siap kapan saja ajal menjemput. Atau mungkinkah hal tersebut hanyalah seperti angin yang berhembus?? Jika demikian, maka tandanya hati itu telah mati.

Agar hati kita tidak mati, maka 10 tanda hati yang mati itu harus kita hindari. Kita harus lebih siap menghadapi kematian. Kita perbanyak ibadah, mentaati perintah Allah, menjauhi laranganNya. Kita ambil kejadian di sekeliling kita sebagai peringatan bahwa mati itu tak kenal waktu, tempat, dan siapa. Saat Allah perintah pada malaikat isrofil “Hey malaikat isrofil, cabutlah nyawa si fulan” maka saat itu juga malaikat isrofil akan datang. Sesungguhnya hal yang paling dekat dengan kita adalah kematian tapi sering kali kita melalalkannya. Jadi, termasukkah sobat cahayaislam tergolong orang yang memiliki tanda hati yang mati menurut islam???

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!