Walikota Bima Arya Targetkan PPKM sesuai Level Daerah, Efektif kah?

0
852
Bima Arya

Bima Arya – Bima Arya, walikota Bogor menjadi viral di pemberitaan media sebab beliau mewacanakan akan berlakukan PPKM sesuai level daerah. Tentu saja, hal tersebut menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Ada yang setuju dengan pemberlakuan tersebut sedangkan di sisi lain ada umat yang tak puas dengan pemberlakuan kebijakan tersebut.

Sobat Cahaya Islam, kebijakan yang disampaikan oleh bapak Bima Arya bisa saja juga diterapkan oleh walikota lainnya. Hanya saja, para pemimpin harus siap dengan segala risiko yang terjadi jika terdapat umat yang protes akan kebijakan tersebut.

Bagaimana Umat Seharusnya Merespon Kebijakan Bapak Bima Arya?

Sobat Cahaya Islam, kebijakan yang Bapak Bima Arya canangkan memang berpotensi untuk tidak umat sukai. Namun, di tengah kegentingan yang terjadi memang upaya tersebut yang bisa umat lakukan. Sehingga umat perlu untuk bisa bersinergi dengan pemerintah agar lonjakan paparan Covid – 19 dapat dicegah.

Efektifkah PPKM Level Sesuai Daerah?

Bima Arya

Sobat Cahaya Islam, kebijakan PPKM dengan level masing – masing memang masih menuai pro dan kontra. Sebagian pakar menilai bahwa kebijakan PPKM bisa saja malah mendzalimi masyarakat sebab kebijakan tersebut sangat berdampak dalam ranah ekonomi.

Hal tersebut bisa saja terjadi, sebab umat mengalami beberapa hambatan saat berjualan. Mulai dari pengaturan durasi orang tersebut harus berjualan sampai dengan pembatasan konsumen. Tentu saja hal tersebut malah menjadikan sebagian pedagang harus menahan sesak di dada.

Sebab, dalam kondisi pandemi seperti ini seharusnya umat mendapatkan jaminan serta perlindungan yang signifikan agar umat dapat bertahan hidup. Namun, kebijakan PPPKM nampaknya belum dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat kalangan bawah. Hal inilah yang menjadikan kebijakan PPKM dengan berbagai levelnya tak efektif.

Dampak PPKM yang Diberlakukan Bima Arya

Ketidakefektifan tersebut tidak hanya umat rasakan dari segi ekonomi, namun juga dari segi psikologis umat. Fakta di lapangan menunjukkan, bahwa sebagian umat seakan – akan mulai lelah dengan berbagai kebijakan yang ada.

Sehingga bukannya memunculkan sikap taat dan patuh terhadap pemerintah, umat malah bersikap abai alias dalam masa denial. Akibatnya, jumlah kasus korban terpapar Covid-19 semakin banyak dan meresahkan. Tracing serta vaksinasi pun tak mampu membendung korban yang sudah berjatuhan akibat Covid-19.

Kondisi ini seharusnya sudah terprediksi oleh para ahli kesehatan jika tak ada treatment seperti lockdown. Banyak pakar serta intelektual menyayangkan mengapa bangsa tak segera mengantisipasi sedari awal bermulanya orang yang terpapar Covid-19.

Namun, alih – alih lockdown bangsa malah memberlakukan beberapa konsep penyekatan seperti PSBB, PPKM Mikro bahkan sampai berlevel sekarang. Istilah tersebut sebenarnya tak berdampak pada umat kalangan bawah. Dengan adanya konsep tersebut, malah banyak umat yang terdzalimi sebab tak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. 

Hal lain yang umat sayangkan yakni, terlihat bahwa kecintaan pemimpin terhadap rakyatnya yang mulai memudar. Hal ini terindikasi dari berbagai sikap dan respon para pemimpn negeri terhadap lonjakan angka kematian akibat Covid-19.

خِيَارُ أَئمَتكُمْ الَّذينَ تُحِبُّونهُم ويُحبُّونكُم، وتُصَلُّونَ علَيْهِم ويُصَلُّونَ علَيْكُمْ، وشِرَارُ أَئمَّتِكُم الَّذينَ تُبْغِضُونهُم ويُبْغِضُونَكُمْ ،وتَلْعُنونَهُمْ ويلعَنْونكم

Sebaik-baiknya pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, juga yang kalian mendoakan kebaikan untuk mereka dan mereka pun mendoakan kebaikan untuk kalian. Sedangkan seburuk-buruk pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga yang kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian. (HR Muslim)

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kebijakan Bapak Bima Arya dalam mengatasi pandemi di daerah serta bahasan sederhana mengenai keefektifan kebijakan PPKM. Semoga pandemi segera berlalu, sehingga umat dapat menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Aamin yarobbal’alamin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY