Peristiwa Wafatnya Paman Rasulullah SAW Dan Turunnya Surat At Taubah 113

0
509

Peristiwa wafatnya paman Rasulullah SAW, abu tholib memang menimbulkan banyak sekali pro dan kontra. Ada yang bilang, bahwa abu thalib meninggal dalam keadaan bukan muslim dan ada yang bilang sudah masuk islam. Abu thalib melindungi Rasulullah SAW dari kaumnya memang sangat kuat. Abu thalib selalu melindungi nabi muhammad dari orang-orang yang membencinya sampai di hari akhirnya. Ini bisa menjadi cerita hikmah dalam islam yang bisa kita pelajari.

Hikmah Wafatnya Abu Thalib

Ada banyak cerita hikmah dalam islam yang bisa kita ambil hikmahnya. Ketika abu thalib menjemput ajalnya, Rasulullah SAW datang menjenguk pamannya. Beliau menawarkan pamannya untuk mengucapkan laa ilaha illAllah, kalimat inilah yang akan membantu abu thalib di pintu akhirat. Dari hadist ibnu musayyib, dari ayahnya ia berkata “ ketika menjelang abu tholib (paman nabi shallAllahu alaihi wa sallam) meninggal dunia, Rasulullah SAW menemuinya. Ia berkata “ wahai pamanku, katakanlah laa ilaha illalah yaitu kalimat yang aku nanti bisa beralasan membantu dihadapan-Nya kelak”.

Disana juga ada abdullah bin umayyah dan abu jahl, mereka berkata “ wahai abu tholib, apakah engkau tidak suka pada agamanya abdul mutholib? Mereka berdua selalu mengucapkan kata itu, sampai akhirnya abu thalib berkata dengan ajaran abdul muttholib sendiri. lalu nabi muhammad SAW berkata : sungguh aku akan memohonkan ampun bagimu wahai pamanku, selama aku tidak dilarang oleh Allah” 

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Kemudian turunlah ayat Qs at Taubah : 113 “ Tidak pantas bagi seseorang nabi dan bagi orang-orang yang beriman, mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang musyrik, meskipun mereka memiliki hubungan kekerabatan, setelah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam”.

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Selain itu Allah SWT juga menurunkan ayat Qs al Qosshosh: 56 “ Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih tau orang-orang yang mau menerima petunjuk “.

Dari cerita hikmah dalam islam diatas, ada banyak hikmah yang bisa kita ambil untuk kehidupan sehari-hari. Bahwa hidayah bisa datang pada siapa saja, yang Allah SWT kehendaki. Kita tidak bisa memaksakan hidayah harus datang ke seseorang. Bahkan nabi muhammad SAW tidak bisa memberikan hidayah pada pamannya yang begitu ia cintai. Kita dilarang untuk memohon ampun bagi orang yang musyrik. Siapapun mereka sedekat apapun mereka dengan hubungan kita.

Jika seseorang mengucapkan laa ilaha illAllah, maka ia sudah dianggap masuk islam. Kita dilarang untuk mencintai seseorang yang musrik atas dasar agama. Dari ayat ini pun kita dapat tahu bahwa abu thalib wafat dalam keadaan non-muslim. Cerita hikmah dalam islam ini, bisa memberikan banyak hikmah untuk kita, dari cerita ini kita juga dilarang untuk taklid atau ikut sesuatu yang ada tanpa mengetahui dasarnya.

Allah menjelaskan semuanya dengan jelas di Al Quran dan hadist, maka kita harus mengikuti semuanya dengan benar. Tanpa harus menyakiti orang lain. Kita diwajibkan untuk mengajak kepada kebenaran ke orang lain. Tapi kalau memang belum waktunya mendapatkan hidayah, tidak akan pernah bisa. Hanya Allah SWT yang bisa memberikan hidayah kepada hambanya. Sekian artikel kali ini, semoga cerita hikmah dalam islam ini bermanfaat buat anda.

BAGIKAN
Berita sebelumyaIslam: Penyebar Kabar Gembira Dan Peringatan
Berita berikutnyaMewujudkan Keluarga Islam Bahagia
Cahaya Islam Indonesia adalah portal web yang berfokus dalam memberi infomasi, edukasi, serta propaganda kehidupan Islami yang ideal, sempurna, dan sesuai dengan tuntunan Al Quran Al Hadits secara murni, hak, dan benar.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!