Tanah Makam San Diego Hiils, Bagaimana Ketentuan Hukum Islam tentang Jual Beli Tanah Makam?

0
56

San Diego Hiils – Mendengar nama San Diego Hills disebut tentu kita akan langsung mengetahui jika itu merupakan area tanah makam mewah yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Biasanya pemakaman identik dengan sesuatu yang penuh kedukaan. Namun, berbeda jika pemakaman dilakukan di area San Deigo Hiils.

San Diego Hiils tiba-tiba saja trending di kolom pencarian Twitter pada Rabu kemarin (3/3). Sebuah akun membagikan daftar harga pembelian tanah makam mewah tersebut. Tanah makam San Diego Hiils memang merupakan tanah yang dibangun khusus untuk area pemakaman dengan mengusung tema persembahan terbaik untuk orang terkasih.

Terdapat 3 jenis nuansa pemakaman yang menyesuaikan kepercayaan agama masing-masing, serta 4 jenis lahan pemakaman dengan harga yang beragam dan kebutuhan yang berbeda-beda. Tanah makam ini dapat dibeli saat seseorang telah meninggal atau sebelum meninggal dan dapat dibayar secara tunai maupun kredit.

Sederet artis tanah air juga telah dimakamkan di area pemakaman San Diego Hiils, seperti Ashraf Shinclair, Arswendo Atmowiloto, Hertadi, Raymond Hartanto, Ferry Wijaya, dan Oka Mahendra Putra. Harga tanah makam berkisar mulai dari 300 juta hingga milyaran rupiah. Selain perawatan pemakaman, area ini juga memiliki fasilitas yang lengkap.

Lalu, bagaimana ketentuan hukum Islam terkait jual beli tanah makam seperti San Diego Hiils? Sobat Cahaya Islam dapat menyimak penjelasannya berikut ini:

Jual Beli Tanah Makam San Diego Hiils dan Ketentuannya dalam Islam

Sebagaimana yang dijelaskan di atas, 1 slot tanah makam untuk 1 orang dapat dibeli dengan harga mulai 300 juta. Tentu akan menjadi nilai yang cukup mahal bagi kita yang hidup dalam kesederhanaan. Namun, apa dengan membeli tanah makam bernilai jutaan rupiah sama artinya dengan menghamburkan harta? Simak penjelasan berikut ini:

1.      Makruh

Menurut fatwa MUI per tahun 2014 pembelian tanah makam makruh hukumnya jika tidak mengandung tabzir dan israf. Tabzir adalah menggunakan harta untuk hal sia-sia dan tidak mengandung manfaat. Sementara israf adalah tindakan yang berlebih-lebihan seperti menggunakan lahan pemakaman melebihi kebutuhan pemakaman.

Seorang Muslim boleh berwasiat memilih tempat makam yang akan digunakan kelak dengan syarat: 1) Rukun jual beli terpenuhi, 2) Jual beli tidak mengandung unsur tabzir atau israf, 3) Kavling tidak bercampur antara muslim dan non-muslim, 4) Pemakaman dilakukan sesuai syariat, 5) Tidak memberatkan keluarga.

2.      Haram

Sementara itu, pembelian tanah makam haram hukumnya jika mengandung tabzir dan atau israf. Membangun makam (Mengijing) dengan maksud memperindah sebuah makam juga dihukumi haram. Terlebih jika membangun makam di pemakaman umum. Maka wajib hukumnya untuk dibongkar karena ditakutkan akan memonopoli tanah makam.

Jika membangun makam di tanah pribadi dihukumi makruh. Sama halnya dengan membangun makam untuk kepentingan penandaan sebuah makam, hukumnya juga makruh. Terkecuali untuk para ulama atau tokoh nasional agar senantiasa dapat diziarahi oleh siapapun, maka boleh hukumnya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk dan membuat bangunan di atasnya.” (HR. Muslim Nomor 1610)

Sobat Cahaya Islam, jika suatu saat ada keluarga atau kerabat kita yang ingin membeli tanah makam di San Diego Hiils, kita dapat mengingatkannya dengan santun dan bijaksana agar niat pemakaman di sana tidak condong ke arah tabzir dan israf. Sebab hal ini cukup sensitif dibicarakan. Wallahu a’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY