Surga Dikelilingi Oleh Hal-hal yang Tidak Menyenangkan!

0
1906

Sebagai orang islam yang beriman kepada Allah dan Rasulullah, kita memiliki kewajiban paten untuk percaya tentang adanya dua tempat kekal di akhirat nanti. Teman-tempat penghujung akhir yang akan kita tempati berdasarkan akumulasi banyak hal dari perbuatan baik dan buruk yang telah kita lakukan di dunia ini. Ya! Surga dan Neraka.

Dalam Al Quran dan Sunnah Rasulullah banyak dijelaskan bahwa dua tempat peristirahatan terakhir manusia ini bersifat (اَبَدًا) yang berarti kekal abadi selama-lamanya. Tidak akan ada kehidupan lain setelahnya. Yang ada hanyalah dua pilihan antara kesenangan dan kebahagiaan yang tiada tara dan akan berlangsung selamanya, dan siksaan pedih dan penderitaan yang akan berlangsung selamanya.

Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang hakiki

Kehidupan hakiki yang harusnya kita sebagai orang beriman fokuskan adalah kehidupan akhir kita nanti di Akhirat kelak. Caranya adalah dengan berpegang teguh kepada pedoman mutlak orang islam yakni Al Quran dan Al Hadits untuk menjauh dari ketersesatan dan jalan gelap yang mengarah kepada kerusakan dan fitnah. Seperti sabda Rasulullah SAW dalam khutbahnya sebelum ajal menjemput beliau:

تَرَكْتُ فِيْكُمْ اَمْرَيْنِ مَا لَنْ تَضِلُّ بَعْدَهُ اِنْ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ كَتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Telah kutinggalkan pada (diantara) kalian 2 perkara. Tidak akan tersesat kalian setelahnya, jika berpegang teguh kepadanya: kitab Allah dan Sunnah Rasulullah.

Dengan berpagang teguh pada dua perkara itu, kita tidak akan mudah terpengaruh dan tersesat dari jalan Allah. Kita menjadi lebih dekat dengan Allah dengan menyirami tanah keimanan dan ketaqwaan yang ada dalam hati sanubari kita itu dengan terus mengkaji dua perkara itu. Berhubungan dengan perkara surga dan neraka yang kita bahas disini. Kita harus sama-sama menyadari bahwa untuk menjadi penghuni surga Allah, bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Hanya orang-orang yang dipilihNya lah yang berhak mendapatkannya. Terlebih Allah menciptakan dua tempat itu dengan pepaes (perhiasan) yang berbeda.

Surga dikelilingi hal-hal yang tidak menyenangkan, begitu juga sebaliknya

أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَنْبَأَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ أَرْسَلَ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ إِلَى الْجَنَّةِ فَقَالَ انْظُرْ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيهَا ‏.‏ فَنَظَرَ إِلَيْهَا فَرَجَعَ فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لاَ يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا ‏.‏ فَأَمَرَ بِهَا فَحُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ فَقَالَ اذْهَبْ إِلَيْهَا فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيهَا فَنَظَرَ إِلَيْهَا فَإِذَا هِيَ قَدْ حُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لاَ يَدْخُلَهَا أَحَدٌ ‏.‏ قَالَ اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَى النَّارِ وَإِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيهَا ‏.‏ فَنَظَرَ إِلَيْهَا فَإِذَا هِيَ يَرْكَبُ بَعْضُهَا بَعْضًا فَرَجَعَ فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لاَ يَدْخُلُهَا أَحَدٌ ‏.‏ فَأَمَرَ بِهَا فَحُفَّتْ بِالشَّهَوَاتِ فَقَالَ ارْجِعْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا ‏.‏ فَإِذَا هِيَ قَدْ حُفَّتْ بِالشَّهَوَاتِ فَرَجَعَ وَقَالَ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لاَ يَنْجُوَ مِنْهَا أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا

Dalam hadits riwayat Nasa’i (3763) diatas diceritakan proses penciptaan Surga dan neraka oleh Allah. Allah menciptakan surga yang sangat indah dan dipenuhi dengan kenikmatan serta kebahagiaan. Dilain sisi, Allah menciptakan pula neraka yang dipenuhi dengan kobaran api yang menakutkan serta diliputi penderitaan dan kesengsaraan yang tiada tara.

Allah kemudian memanggil malaikat Jibril untuk diperlihatkan keduanya. Allah berfirman “Bagaimana menurutmu wahai Jibril, tentang hal yang sudah kuciptakan ini” – Melihat surga dan neraka Jibril pun kemudian menjawab bahwa niscaya banyak orang yang akan berlomba-lomba masuk kedalam surga, dan berlomba-lomba pula menjauhi neraka.

Sejurus kemudian Allah memerintahkan untuk menghiasi Surga dengan hal-hal berat dan tidak menyenangka. Sedangkan Neraka dihiasi dengan hal-hal yang menyenangkan dan nikmat. Jibril kemudian berkata “Demi kebesaranMu ya Allah, Aku khawatir tidak akan ada hambaMu yang akan masuk kedalam Surga, bahkan banyak yang akan masuke kedalam Neraka” – jawabnya penuh keraguan.

Nah, dari hadits tersebut sobat Cahayaislam bisa mengerti kan, kenapa untuk mendapatkan Surga Allah bukanlah suatu perkara yang mudah karena memang jalan menuju pintu surga dihiasi oleh hal-hal yang tidak menyenangkan atau bahkan menyakitkan untuk dilalui. Tapi dibalik itu, ada kenikmatan yang tiada tara. Tetap semangat ya!!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!