Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 di Ambulu

0
79
refleksi Milad Muhammadiyah

Refleksi Milad Muhammadiyah – Ketua LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Jamaludin Ahmad menyampaikan ceramah refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 di Masjid Nurul Huda Ambulu. Kegiatan itu berlangsung pada Senin malam dan dihadiri ratusan warga Muhammadiyah.

Refleksi Milad Muhammadiyah tentang Kemuliaan dan Ketakwaan

Dalam kesempatan tersebut, Jamaludin mengajak jamaah mensyukuri perjalanan panjang Muhammadiyah yang kini telah memasuki abad kedua. Ia juga menekankan bahwa majelis ilmu memiliki kemuliaan besar bagi setiap muslim yang menuntut pengetahuan secara ikhlas.

Pada awal tausiyah Refleksi Milad Muhammadiyah, Jamaludin disebut menegaskan bahwa kemuliaan seseorang tergantung pada ketakwaan. Ia digambarkan tidak menilai suku, jabatan, atau latar belakang sebagai tolok ukur kemuliaan. 

Jamaludin juga memperkenalkan rekam jejak pengabdiannya yang mencakup pengalaman di kepolisian dan sejumlah amal usaha Muhammadiyah. Dalam penjelasannya, ia menyebut profesi seperti polisi, hakim, dan jaksa sebagai pekerjaan mulia ketika berjalan dengan amanah. 

Ia juga menggambarkan bahwa pekerjaan tersebut dapat menjadi jalan menuju ridha Allah jika dilakukan dengan benar.

Mengapa Muhammadiyah Tetap Kokoh

Selain kemuliaan dan ketakwaan, refleksi Milad Muhammadiyah juga mengungkap empat faktor utama mengapa organisasi ini tetap kokoh:

1. Kasih Sayang Allah

Jamaludin memaparkan empat alasan yang menurutnya membuat Muhammadiyah tetap kokoh hingga usia 113 tahun. Pertama, ia meyakini bahwa Allah masih memberi kasih sayang kepada Muhammadiyah. Jamaludin menyampaikan bahwa keberlanjutan organisasi ini menunjukkan penjagaan Allah terhadap persyarikatan.

2. Keikhlasan Para Kader

Ketua LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah menekankan keikhlasan para kader. Ia menyinggung para pengurus ranting yang sering mengeluarkan biaya pribadi ketika menjalankan amanah organisasi.

refleksi Milad Muhammadiyah

3. Mampu Menjaga Amanah

Jamaludin menjelaskan bahwa banyak warga persyarikatan yang menjaga amanah. Ia mencontohkan pengelolaan bantuan pemerintah yang sering menghasilkan pembangunan lebih besar karena dukungan masyarakat.

4. Pengorbanan Warga Muhammadiyah

Ketua LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengisahkan berbagai bentuk pengorbanan warga Muhammadiyah. Kisah itu mencakup wakaf tanah luas, pembangunan rumah sakit, hingga sumbangan dari masyarakat kecil yang menyisihkan tabungan untuk kemaslahatan.

Salah satu kisah mengharukan disampaikan mengenai seorang tukang servis jam di Muntilan. Ia digambarkan menabung bertahun-tahun demi menyumbangkan dana bagi renovasi sekolah Muhammadiyah meski hidup sederhana.

Kiprah Muhammadiyah bagi Bangsa

Dalam kesempatan refleksi Milad Muhammadiyah, Jamaludin menyebut amal usaha Muhammadiyah tidak hanya untuk warga persyarikatan tetapi juga untuk seluruh bangsa. Ia mencontohkan pembangunan rumah sakit besar di Sorong yang juga ditunggu warga non muslim.

Ia juga menjelaskan bahwa banyak perguruan tinggi Muhammadiyah di kawasan timur memiliki mayoritas mahasiswa non muslim. Hal itu dapat mengurangi kesalahpahaman terhadap Muhammadiyah. Dalam ceritanya, Jamaludin menyampaikan bahwa Wali Kota Jayapura merupakan alumni sekolah Muhammadiyah dan bangga mengakui hal tersebut.

Ketua LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyinggung peran MDMC yang dikenal sebagai lembaga kemanusiaan berstandar internasional. Ia menyebut bahwa MDMC sering hadir lebih cepat dari pemerintah dalam berbagai bencana.

Menjelang akhir ceramah, Ketua LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah menekankan pentingnya penguatan ranting. Ia menilai ranting sudah mampu mengelola amal usaha dan memerlukan dukungan AD/ART yang sesuai.Jamaludin mengajak warga Muhammadiyah untuk terus berjuang dengan ikhlas. 

Ia menekankan pentingnya amanah dan pengorbanan sebagai bekal menuju ridha Allah sebagai refleksi Milad Muhammadiyah ke 113.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY