Apakah Arti DO Dalam Jual Beli Islam? Cari Tahu Maknanya Disini

0
862
Arti DO dalam jual beli

Arti DO dalam jual beli – Arti DO dalam jual beli yaitu memiliki arti kesepakatan. Kesepakatan ini harus dibuat secara jelas dan tegas antara penjual dan pembeli, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Perjanjian kesepakatan dalam jual beli dapat dibuat secara lisan atau tertulis.

Kesepakatan secara lisan dapat dilakukan dengan cara berbicara langsung antara penjual dan pembeli. Selain kesepakatan lisan, penjual dan pembeli juga dapat membuat kesepakatan secara tertulis yang disebut surat perjanjian jual beli.

Surat perjanjian jual beli adalah dokumen yang dibuat untuk mengikat kedua belah pihak dalam suatu transaksi jual beli. Surat perjanjian jual beli harus dibuat secara jelas dan lengkap, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

Apakah Arti DO Dalam Jual Beli Islam?

Arti DO dalam jual beli

Dalam jual beli Islam, do memiliki arti akad. Akad adalah kesepakatan antara penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli. Akad jual beli harus memenuhi rukun dan syarat agar transaksi dianggap sah.

Allah berfirman,

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah : 275)

Dari ayat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa jual beli atau niaga adalah kegiatan ekonomi yang sangat dianjurkan dalam agama Islam.

Syarat dan Rukun Jual-Beli

Dalam jual beli Islam, syarat atau rukun jual beli tersebut ada tiga, yaitu:

  • Adanya penjual atau orang yang memiliki barang dan menjualnya.
  • Ada pembeli atau orang yang ingin membeli barang.
  • Terdapat barang sebagai objek yang diperjualbelikan.

Syarat jual beli adalah ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi agar suatu transaksi jual beli sah. Jika ingin mengerti apa arti DO dalam jual beli Islam maka harus diawali dengan pengetahuan tentang syarat jual beli yaitu:

  • Kedua belah pihak harus sehat lahir batin dan sudah aqil baligh.
  • Barang yang diperjualbelikan harus jelas dan dapat diserahkan.
  • Harga harus diketahui dan disepakati oleh kedua belah pihak.
  • Penjualan harus dilakukan secara suka rela.

Kerelaan dalam jual beli ini sudah dituangkan dalam ayat berikut ini,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An Nisa:29)

Ketentuan Akad Jual Beli Dalam Islam

Karena arti DO dalam jual beli Islam sama dengan kesepakatan atau akad, maka sebelum transaksi terjadi pembeli dan penjual harus membuat akadnya. Akad jual beli dapat dilakukan secara lisan atau tertulis.

Arti DO dalam jual beli

Akad jual beli secara lisan dapat dilakukan dengan cara berbicara langsung antara penjual dan pembeli. Sementara akad jual beli secara tertulis dapat dilakukan dengan cara membuat surat perjanjian jual beli.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat surat perjanjian jual beli:

  • Identitas penjual dan pembeli
  • Barang yang diperjualbelikan
  • Harga barang
  • Cara pembayaran
  • Tempat dan waktu penyerahan barang
  • Ketentuan lain

Surat perjanjian jual beli harus ditandatangani oleh kedua belah pihak, yaitu penjual dan pembeli. Bisa dibuat oleh notaris atau dibuat sendiri oleh penjual dan pembeli. Surat perjanjian ini bersifat mengikat dan memiliki ketentuan hukum.

Sobat Cahaya Islam, jual beli merupakan salah satu bentuk muamalah, yaitu interaksi atau hubungan antara sesama manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dengan memahami arti DO dalam jual beli Islam diharapkan transaksi yang dilakukan adalah sah dan sesuai dengan syariat Islam sehingga membawa kebaikan bagi kedua belah pihak, yaitu penjual dan pembeli.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY