Puting Beliung Sidoarjo Tumbangkan Belasan Pohon, Ini Tanggapan Islam

0
1340
puting beliung Sidoarjo

Puting Beliung Sidoarjo – Ratusan rumah mengalami kerusakan akibat dari puting beliung Sidoarjo. Pada Minggu, 23 Oktober 2022 kemarin, belasan pohon pun tumbang.

Rumah-rumah warga itu sebagian berlokasi di wilayah empat kecamatan: yaitu perumahan Buduran, perumahan Citra Garden, perumahan Jade Ville dan Kahuripan.

Lalu ada juga yang berada di Bundaran Aloha kecamatan Gedangan dan kecamatan Taman.

 Sedangkan dari data yang ada, jumlah rumah rusak yang paling banyak adalah di wilayah Desa Sidokepung Kecamatan Buduran dengan total 100 lebih.

Namun bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, hanya 2 orang yang mengalami luka ringan dan sudah diobati.

Nah, Sobat Cahaya Islam, dari kejadian yang belum lama terjadi ini dan telah dipaparkan di atas. Tentu kita perlu mengambil tanggapan dari perspektif Islam. Demikian ulasannya.

Puting Beliung Sidoarjo Tumbangkan Belasan Pohon, Ini Tanggapan Islam

Angin puting beliung atau angin kencang seringkali terjadi dan tiba-tiba menimpa tanpa bisa kita prediksi.

Terkadang, tanpa ada tanda-tanda hal ini pun bukan hal yang baru. Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan?

1.      Beristighfar

Pertama, saat ada bencana angin puting beliung kita diperintahkan untuk beristighfar. Tujuannya agar Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa yang pernah kita perbuat.

puting beliung Sidoarjo

Ada banyak sekali perilaku kita dan tak luput dari dosa: dosa yang kecil maupun yang besar.

Oleh sebab itu, kita pun harus senantiasa mawas diri dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Juga, jangan lupa beristighfar ketika mendapatkan musibah.

2.      Berdoa

Berdoa saat terjadi bencana pun kita maksudkan agar mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Setelah memohon ampun, maka kita patut meminta bala bantuan dari Tuhan Semesta Alam ini.

puting beliung Sidoarjo

Hanya atas pertolonganNya maka kita dapat selamat dari musibah yang menerpa. Salah satu bencana alam yang tidak bisa dianggap remeh adalah angin puting beliung.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Artinya: “Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan.” (Q.S Al-Fatihah: 5)

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ * إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

Artinya: “Dan jika setan datang menggodamu, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (200) Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (untuk berbuat dosa) oleh setan, mereka pun segera mengingat Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya). (201).” (Q.S Al-A’raf: 200-201)

Memang, angin memiliki fungsi yang baik. Yakni untuk membantu tumbuh-tumbuhan berkembang biak dan hidup dengan berdampingan.

Namun, angin topan dan puting beliung biasanya lebih diartikan sebagai bencana karena seringkali merugikan korban. Mulai dari tumbangnya pepohonan hingga merobohkan banyak bangunan.

Sehingga rutinitas dan kehidupan normal yang biasa dilakukan oleh makhluk hidup menjadi terganggu. Bahkan tidak jarang yang memakan nyawa dengan angka yang realistis.

Doa Ketika Angin Kencang

Maka dari itu, saat ada angin kencang pun kita dianjurkan untuk berdoa. Sebagaimana yang telah diajarkan oleh syariat Islam adalah seperti di bawah ini:

اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

Latin: Alloohumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih

Artinya: Allah yang dengan memuji-Nya bertasbihlah halilintar dan juga para malaikat karena takut kepada-Nya.

Sedangkan, apabila angin kencang disertai dengan suara petir yang menyambar maka kita dianjurkan membaca doa sebagai berikut:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Latin : Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Artinya : Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.

Jangan lupa untuk memperbanyak dzikir! Sebab dengan berkali-kali menyebut Asma Allah maka pertolongan pun akan datang. Dosa-dosa kita diampuni, bahkan ada pahala yang tidak patah-patah kita peroleh. MasyaAllah.

Nah, Sobat, demikian di atas merupakan ulasan mengenai kabar terbaru dari bencana puting beliung Sidoarjo. Serta tanggapan Islam terkait apa saja yang harus kita lakukan saat terjadi musibah seperti itu. semoga bermanfaat!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY