3 Cara Mengatasi Perbedaan Pendapat dengan Calon Pasangan

0
362
perbedaan pendapat dengan calon pasangan

Perbedaan pendapat dengan calon pasangan – Pernikahan tidak hanya akan menyatukan dua individu, melainkan juga keluarga besar masing-masing. Oleh karena itu, Sobat harus paham bagaimana mengatasi perbedaan pendapat dengan calon pasangan sebelum pernikahan. Berkomunikasi dengan baik dan menurunkan ego masing-masing harus diterapkan agar pernikahan bisa berjalan lancar.

Mengenal Al Ikhtilaf dalam Islam

Menyatukan dua kepala menjadi sepemikiran memang bukan hal yang mudah, terlebih lagi menyatukan dua keluarga. Banyak waktu dan harus mencari cara berkomunikasi dengan baik agar semua pihak bisa menerima masukan dari pihak lainnya. Terlebih lagi ketika mempersiapkan pernikahan tentu sudah menyita banyak waktu dan tenaga calon pengantin.

Perbedaan pemikiran kerap kali membuat hubungan calon mempelai memperburuk keadaan jika tidak menekan ego masing-masing. pernikahan merupakan hari besar, Sobat dituntut memiliki kerjasama yang baik. Sobat dan pasangan harus bisa menjadi jembatan bagi keluarga masing-masing. 

Perbedaan pendapat atau dalam Islam dikenal sebagai al ikhtilaf tidak bisa Sobat tekan dengan peraturan atau undang-undang. Islam memandang al ikhtilaf atau perbedaan pendapat sebagai rahmat. Sebab, perbedaan pendapat merupakan perwujudan ruang-ruang artikulasi dengan pilihan yang paling memungkinkan. 

perbedaan pendapat dengan calon pasangan

Kaidah-kaidah memahami perselisihan pendapat sebagaimana terdapat dalam ayat Al Qur’an berikut ini:

“Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu, Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka” 1

Tidak jarang perbedaan pendapat merupakan proses menyatukan pemikiran yang tidak sama. Cara pandang, kebiasaan dan tingkah laku calon pengantin pada hal yang remeh terkadang menjadi masalah besar. 

Mengatasi Perbedaan Pendapat dengan Calon Pasangan

Cobaan sebelum berumah tangga kerap datang di hari-hari mendekati pernikahan berlangsung. Sobat bisa mengatasi perbedaan pendapat dengan calon pasangan dengan cara berikut ini:

1.     Jadikan Syariat Sebagai Pijakan

Islam memberikan petunjuk kepada umatNya dan Rasulullah sebagai petunjuk terbaik, sehingga perbedaan pendapat tidak berujung pada pertengkaran. Sebagaimana hadist tentang perbedaan pendapat berikut ini:

“Ketahuilah, ketika sedang bersama kami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah! Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari kalangan ahlu kitab berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Tujuh puluh dua golongan masuk neraka dan satu golongan masuk surga, yaitu al-jama’ah.” 2

Sudah seharusnya Sobat menjadikan aqidah Islam dan syariat sebagai panduan untuk solusi dari setiap permasalahan. Pentingnya anggota keluarga menguatkan pemahaman tentang syariat Islam sehingga bisa menekan hawa nafsu dan mempertimbangkan halal dan haram sebagai landasan. 

Perbedaan pendapat dengan calon pasangan bisa Sobat selesaikan dengan berpijak pada syariat Islam agar bisa meminimalisir terjadinya perselisihan. 

2.     Calon Pasangan akan Menjadi Sahabat Seumur Hidup

Kehidupan pernikahan merupakan persahabatan antara suami dan istri. Calon suami nantinya akan menjadi sahabat baik istri. Sebagaimana layaknya sahabat, perbedaan pendapat dengan calon pasangan akan terselesaikan dengan baik dengan berdiskusi. Perbedaan bukan memunculkan ego masing-masing. 

Hubungan persahabatan yang nantinya akan Sobat bawa pada pernikahan akan membantu bagaimana saling memahami. Selain itu, prasangka baik akan menjadikan suami istri tidak mudah berburuk sangka, akan tetapi bisa toleransi terhadap kesalahan. 

perbedaan pendapat dengan calon pasangan

3.     Saling Mendengarkan

Konflik tidak bisa Sobat hindari dan sering terjadi karena salah satu pihak tidak memberi kesempatan untuk berbicara. Kesalahpahaman dan emosi negatif akan memantik perselisihan yang tak kunjung usai. Oleh karena itu, memberi kesempatan bagi calon pasangan akan menjadi solusi efektif. 

Mendengarkan dengan baik argumentasi pasangan akan membantu Sobat memahami perbedaan pendapat yang timbul.

Sesungguhnya perbedaan pendapat dengan calon pasangan bisa terjadi kapan saja. perbedaan pendapat atau  ikhtilaf harus berlandaskan syariat saat menyelesaikannya, sehingga tidak meluas.


  1. (Hud/11:118-119) ↩︎
  2. (HR. Abu Dawud no. 4597, dinilai hasan oleh Al-Albani) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY