Apa Saja Perbedaan Hadits Riwayah dan Dirayah? Simak juga Contohnya

0
1053
perbedaan hadits riwayah dan dirayah

Perbedaan hadits riwayah dan dirayah – Menurut para ulama, semua teks hadits hendaknya bisa diterapkan kepada seluruh masyarakat tanpa interpretasi untuk menyusun konsep. Namun, perlu juga memahami perbedaan hadits riwayah dan dirayah. Sebab, hadits mengalami perkembangan seiring dengan kebutuhan untuk mengelola isi hadits Nabi Muhammad. 

Perbedaan Hadits Riwayah Dan Dirayah

Sudah menjadi kewajiban Sobat Cahaya Islam mempelajari dan memahami hadits sebagai sumber hukum Islam selain Al Qur’an. Hadits adalah perkataan, perbuatan dan ketetapan Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh para sahabat. Ilmu hadits banyak peminatnya karena memberi banyak faedah. 

Salah satu dalil yang menjelaskan pentingnya mempelajari hadits terdapat pada ayat berikut ini:

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.” 1

Secara umum, ulama membagi ilmu hadits menjadi dua, yaitu riwayah dan dirayah. Untuk memahami perbedaan keduanya, simak penjelasan dari berbagai sudut pandang berikut ini:

1.     Dari Sisi Pengertian

Dari segi pengertian, hadits riwayah merupakan jenis hadits yang diterima turun-temurun oleh para periwayatnya. Hadits jenis ini mengacu pada peristiwa atau perbuatan nabi Muhammad melalui jalur sanad  atau rawi dengan jelas. Inti dari mempelajari hadits riwayah yaitu membahas tentang pemindahan riwayat baik lisan maupun tulisan. 

Sedangkan ilmu hadits riwayah telah ada sejak Rasulullah masih hidup. Para sahabat Nabi menaruh perhatian khusus. Untuk memperoleh hadits tersebut, para sahabat menyimak langsung, mendengar atau mendatangi majelis dan menyimak pesan dari Rasulullah. 

Setelah memahami perbedaan hadits riwayah dan dirayah dari segi pengertian, Sobat juga harus melihat contoh hadits riwayah berikut ini:

Dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari bapaknya radhiyallahu anhu, dia berkata, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Perhatikanlah (wahai para Sahabat), maukah aku tunjukkan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakannya tiga kali. Kemudian para Sahabat mengatakan, “Tentu wahai Rasulullah.” Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua.”  Sebelumnya Nabi bersandar, lalu Beliau duduk dan bersabda, “Perhatikanlah! dan perkataan palsu (perkataan dusta).” Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam selalu mengulanginya sampai kami berkata, “Seandainya Beliau berhenti.” 2

Sedangkan hadits dirayah yaitu hadits yang disampaikan melalui pemahaman terhadap teks asalnya. Dalam jenis hadits ini, para perawi berusaha menginterpretasikan makna berdasarkan pemahaman. 

perbedaan hadits riwayah dan dirayah

2.     Perbedaan dari Karakteristiknya

Perbedaan hadits riwayah dan dirayah selanjutnya bisa Sobat lihat dari segi karakteristiknya. Berikut ini beberapa karakteristik hadits riwayah:

  • Hadits riwayah memiliki sanad yang jelas, seperti nama periwayatnya, perantara hingga periwayat terakhirnya. 
  • Jenis hadits riwayah dapat Sobat identifikasi dari kualitas, keadilan, kejujuran dan pengetahuan periwayatnya. 
  • Hadits riwayah tidak hanya mengandalkan pemahaman pewari, melainkan juga penyampaian= pada hadits atau teks aslinya. 
  • Jenis hadits ini memiliki kebenaran atau akurasi tinggi karena periwayatnya bisa Sobat percaya.
  • Hadits riwayah memiliki peranan penting dalam menentukan keabsahannya, sehingga cukup mudah membedakannya dengan hadits palsu.

Perbedaan hadits riwayah dan dirayah dapat Sobat pelajari dari karakteristik hadits dirayah berikut ini:

  • Sobat harus memperhatikan konteks waktu, tempat dan situasi saat Nabi Muhammad menyampaikan hadits tersebut. 
  • Hadits jenis ini memberikan ruang kepada perawi menggunakan akal sehat dan penalaran untuk menginterpretasikan makna.
  • Jenis hadits dirayah memerlukan keahlian tinggi dan keakuratan dari si perawi, sehingga rentan terhadap kesalahan persepsi. 
  • Karakteristik selanjutnya yaitu terdapat variasi dalam pemahaman penafsiran, tergantung pada pengetahuan dan latar belakang perawi.
  • Hadits ini muncul lantaran upaya untuk memahami makna dan konteks, namun memerlukan validasi dari hadits riwayah.
  • Jenis hadits dirayah memberi kesempatan kepada perawi untuk memberikan penjelasan atau pertanyaan lebih lanjut. 

Dalam mempelajari perbedaan hadits riwayah dan dirayah penting untuk memperhatikan sanad dan pemahaman dari perawi. Memahami perbedaan kedua hadits akan membantu Sobat mengambil faedah dari sumber-sumber yang ada. 


  1. (HR Bukhari nomor 71) ↩︎
  2. (HR. Al-Bukhari, no. 2654, 5976, dan Muslim, no. 143/87) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY