Perang Rusia-Ukraina Menurut Islam: Termasuk Jihad?

0
1255
Perang Rusia-Ukraina Menurut Islam: Termasuk Jihad?

Perang Rusia-Ukraina Menurut Islam – Hingga saat ini, konflik antara Rusia dan Ukraina masih panas. Meski penyebabnya murni karena konflik politik, namun banyak yang mengubung-hubungkannya dengan agama. Apalagi, banyak orang Muslim, baik dari Rusia maupun Ukraina, yang ikut terlibat dalam perang membela negaranya masing-masing.

Artinya, tak sedikit antar umat Muslim yang mau tak mau harus saling berhadapan dan saling membuhuh. Lalu, apakah hal ini termasuk jihad? Sobat Cahaya Islam mungkin juga bertanya-tanya tentang hal ini. Untuk itu, artikel ini akan sedikit mengulasnya dari sisi agama Islam itu sendiri.

Perang Rusia-Ukraina Menurut Islam – Hukum Perang Sesama Umat Muslim

Dalam Islam, membunuh adalah dosa terbesar setelah dosa musrik atau kafir. Memang, Islam memperbolehkan memerangi orang kafir harbi, yaitu orang kafir yang memerangi umat Muslim. Namun, jika yang terjadi adalah memerangi sesame umat Muslim, maka hal ini adalah hal yang haram.

Ada banyak dalil, baik dalam Al-Qur’an maupun hadist tentang hal ini. Salah satunya adalah hadits berikut ini:


إذا التقى المسلمان بسيفيهما فالقاتل والمقتول في النار . قلت : يا رسول الله ، هذا القاتل فما بال المقتول  قال : إنه كان حريصاً على قتل صاحبه

“Bila dua pihak muslim bertemu (saling berbunuhan) dengan pedang mereka, maka yang membunuh dan yang dibunuh masuk neraka. Aku bertanya,”Ya Rasulullah SAW, wajar masuk neraka bagi yang membunuh, tetapi bagaimana dengan yang dibunuh?”. Beliau SAW menjawab,”Yang dibunuh masuk neraka juga, karena dia pun berkeinginan untuk membunuh lawannya”. (1)

Dari hadits di atas, jelas bahwa kedua belah pihak (umat Muslim) yang saling berperang akan masuk neraka. Artinya, umat Muslim haram memerangi umat Muslim lainnya dengan alasan apapun. Artinya, hal ini tidak termasuk jihad di jalan Allah. Bahkan, perbuatan ini termasuk melanggar larangan Rasulullah.

Perang Rusia-Ukraina Menurut Islam dan Meneladani Jihad Rasulullah SAW

Benar bahwa Islam menyuruh umatnya untuk jihad. Tapi, Rasulullah tidak pernah sekalipun menyuruh jihad untuk memerangi sesame Muslim, termasuk orang-orang munafik  yang kerap kali membuat fitnah dan onar. Pasalnya, status mereka tetap termasuk orang Islam.

Bagaimana Kita Harus Menyikapinya?

Lalu, bagaimana jika perang sudah terlanjur terjadi? Sebagai umat Muslim, kita seharusnya menjadi pihak yang mendamaikan perang, bukan justru sebaliknya terlibat dalam perang. Namun, mendamaikan dua pihak yang sedang dalam nafsu amarah berperang setan bukan perkara yang mudah. Jika tidak hati-hati, bisa-bisa kita yang menjadi korban atau justru ikut berperang.

Jika tidak bisa mendamaikan, setidaknya umat Muslim tidak memperkeruh suasana dengan ikut berperang. Dengan diam, bukan berarti kita setuju dengan terjadinya peperangan. Bukan pula kita umat Muslim tidak peduli dengan peperangan yang sedang terjadi, apalagi yang melibatkan antar umat Muslim seperti pada konflik Rusia-Ukraina. Akan tetapi, kita hanya tidak ingin korban bertambah banyak, sambil mencarikan solusi lain yang lebih baik. Mudah-mudahan perang antara Rusia dan Ukraina segera berakhir dan tidak ada lagi peperangan yang melibatkan antar umat Islam.


Referensi:

(1) Sahih Al-Bukhari 6875

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY