Penyakit Kelamin Sifilis Meningkat, Islam Jadi Solusi Paling Tepat

0
893
penyakit kelamin sifilis

Penyakit Kelamin Sifilis – Di dunia banyak sekali jenis penyakit yang membahayakan dan termasuk menular antar manusia. Salah satu di antara penyakit-penyakit tersebut ada penyakit kelamin sifilis.

Sifilis atau yang dikenal dengan sebutan raja singa merupakan penyakit cukup berbahaya. Apalagi penyebab penyakit tersebut yakni aktivitas yang terlarang dalam agama.

Jumlah Pengidap Penyakit Kelamin Sifilis di Bandung Meningkat

Angka kasus penyakit kelamin sifilis paling banyak ditemukan di kawasan Bandung. Hal ini terdapat dalam data skrining penyakit sifilis pada tahun 2018 sampai 2022 yang berlangsung di Kabupaten Jawa Barat.

Berdasarkan pemeriksaan dari sebanyak 29.552 orang di Kota Bandung, hasilnya 830 orang positif mengidap sifilis. Rochady HS Wibawa sekali Kepala Bidang P2P Dinkes Jabar, pun mengkonfirmasi data tersebut.

Dalam penuturannya, jika pihaknya melakukan skrining ke setiap rumah secara menyeluruh, jumlahnya bisa lebih tinggi. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan pemeriksaan.

Hanya saja, angka pengidap penyakit sifilis fluktuatif berdasarkan jumlah dan kepadatan penduduk. Menurut Rochady, jumlah pengidap sifilis di Kota Bandung lebih banyak daripada Kota Depok yang termasuk kota metropolitan.

Di samping itu, Rochady juga memastikan pemerintah terus melakukan penanganan penyakit raja singa tersebut.

Penyakit Sifilis dalam Islam

Sobat Cahaya Islam, penyakit kelamin sifilis adalah infeksi menular karena bakteri. Penyakit tersebut bisa merusak otak, jantung, maupun organ lainnya.

Bahkan sifilis juga bisa mengancam jiwa penderitanya jika semakin parah. Sifilis bisa menular akibat melakukan hubungan seksual dengan penderita penyakit yang sama.

Padahal islam sudah dengan jelas melarang aktivitas hubungan seksual bersama sembarangan orang. Pasalnya orang yang mengidap penyakit sifilis kerap melakukan aktivitas seksual dengan sembarangan orang.

Oleh sebab itu, sejatinya perlu upaya lebih lanjut agar masyarakat senantiasa menjadi pasangan yang setia. Salah satunya yaitu dengan menanamkan nilai agama islam lebih dalam di hati masyarakat seluruh Indonesia.

Pencegahan Penyakit Sifilis dengan Islam

Sobat Cahaya Islam, demi terhindar dari sifilis seharusnya dimulai dengan pencegahan seks bebas, baik orang yang sudah menikah ataupun belum. Perlu adanya pencegahan remaja dari pergaulan bebas, dan kemaksiatan dalam kehidupan rumah tangga.

Karena itu, perlu adanya penerapan islam secara kaffah agar mampu mencegah penyakit sifilis dengan aturan did alamnya. Terdapat pilar-pilar dalam islam sebagai upaya pencegahan sifilis antara lain:

1.       Dari Individu

Individu beriman dan bertakwa merupakan bagian pembentuk masyarakat yang mulia. Sebagai hamba, perlunya senantiasa bertakwa di manapun Sobat berada.

penyakit kelamin sifilis

Pasalnya umat islam yang taat akan meyakini bahwa semua hal yang ia lakukan akan ada pertanggungjawaban kepada Allah SWT. Apalagi, Allah SWT berfirman:

  وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk” (Q.S Al Isra ayat 32)

2.       Dari Keluarga

Sebagai institusi paling kecil di masyarakat, keluarga memiliki peranan penting dalam mendidik anggota keluarganya dengan pemahaman islam. Ini termasuk menanamkan tentang hukum islam serta tata cara pergaulan bersama lawan jenis.

Hal ini sejalan dengan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” .[at-Tahrîm/66:6]

3.       Masyarakat

Masyarakat juga mempunyai peranan penting sebagai pengontrol antar satu sama lain. Bersama-sama dalam masyarakat melakukan amar ma’ruf nahi munkar demi mencegah sifilis.

penyakit kelamin sifilis

Allah SWT berfirman:

Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.” (QS. Al-Ma’idah Ayat 32)

Sobat Cahaya Islam, ketiga hal tersebut bisa menjadi langkah penting dalam pencegahan penyakit kelamin sifilis. Semoga saja jumlah penyakit sifilis di Indonesia terutama di Bandung akan menurun seiring dengan kesadaran masyarakat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY