Pentingnya Tata Krama dalam Berbicara – Sebagai makhluk sosial, kita selalu menjalin hubungan dengan sesama. Tentu saja, hubungan antar sesama memerlukan tata krama, termasuk dalam berbicara. Jika seseorang mengabaikan tata krama ketika berbicara, dampaknya bisa menyakiti perasaan orang lain, atau bahkan membuat mereka marah.
Pentingnya Tata Krama dalam Berbicara dan Teladan Rasulullah dalam Berdakwah
Rasulullah mendakwahkan ajaran agama Islam dengan lemah lembut, bukan dengan kekerasan ataupun perkataan yang kasar. Hal itu bertujuan agar kaum kafir Quraisy pada saat itu dapat menerima dakwahnya. Sebagaimana firman Allah dalah Al-Qur’an:
وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ
“Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentu mereka akan menjauh dari sekitarmu.” (1)
Ayat di atas menunjukkan bahwa Rasulullah mengedepankan tata krama ketika berdakwah. Jika tidak, tentu saja masyarakat saat itu tidak mau mendengarkan ajaran yang beliau bawakan. Maka, kita hendaknya meniru Rasulullah saat berbicara dengan orang lain.
Jika kita ingin orang lain menghargai kita, sudah seharusnya kita mengedepankan tata krama dengan perkataan yang lembut. Tentu saja, tata krama di sini juga termasuk gesture terhadap lawan bicara, sebisa mungkin tidak membuat orang lain tersinggung.
Aplikasi Tata Krama Saat Berbicara dalam Kehidupan Sosial


Sebagai umat muslim, kita wajib mengaplikasikan tata krama yang sudah Rasulullah contohkan ke dalam kehidupan sosial. Penting untuk sobat Cahaya Islam ketahui, Islam tidak memandang seseorang berdasarkan kedudukan atau gelar. Entah itu pejabat atau rakyat biasa, ketika seseorang menjalin hubungan dengan orang lain, ia wajib menjaga tata krama dan sopan santun.
Rasulullah yang memiliki kedudukan paling mulia di sisi Allah, dengan gelar Nabi dan Rasul terakhir, pemimpinnya para Rasul, bahkan penerima mukjizat Al-Qur’an yang sifatnya abadi sampai hari kiamat, tidak membuat beliau bersikap sombong dan merendahkan orang lain. Justru, beliau selalu ramah dan rendah hati dalam melayani umatnya.
Dalam sebuah hadits, ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah tentang Islam yang paling baik. Beliau pun menjawab:
مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Orang orang muslim lain selamat dari lisan dan tangannya.” (2)
Hadits di atas merupakan anjuran agar kita sebagai umat muslim senantiasa menjaga lisan dan perbuatannya agar tidak menyakiti orang lain. Intinya, sabda Nabi ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga adab dan tata krama dalam bersosial masyarakat.
Manfaat Menjaga Tata Krama Saat Berbicara
Jika seseorang bisa menjaga tata krama ketika berbicara dengan sesama, maka orang lain pun akan menghargai serta menghormatinya. Kita bisa menerapkan tata krama ini mulai dari lingkungan keluarga seperti menjaga ucapa supaya tidak menyakiti istri, orangtua, dan terlebih anak-anak yang sedang dalam proses meneladani orangtua.
Di lingkungan masyarakat, tata krama sangat penting untuk menjaga hubungan sosial agar tetap harmonis. Maka, hendaknya kita selalu bersikap ramah dan tidak merendahkan orang lain, sekalipun kita punya gelar, pangkat, atau jabatan yang lebih tinggi.
Singkatnya, Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana menjalin hubungan dengan Allah tetapi juga dengan sesama manusia. Panduan ayat Al-Qur’an dan hadits di atas hendaknya kita jadikan pegangan untuk membangun hubungan sosial yang penuh empati dan harmonis.
Referensi:
(1) Q.S. Ali Imran 159
(2) Jami’ at-Tirmidhi 2627































