Pembongkaran Tembok Tutup Rumah Tahfiz Yang Dinilai Murni Kesalahpahaman, Ini Perlunya Menghindari Suudzon!

0
333
Pembongkaran Tembok 1

Pembongkaran tembok – Tembok yang menutup bagian pintu belakang rumah dari tahfiz yang ada di Makassar dilakukan pembongkaran. Sementara itu, pemerintah daerah setempat menilai bahwa adanya penembokan tersebut murni merupakan kesalahpahaman dari kedua pihak. Hal ini karena penembokan tersebut masuk dalam wilayah fasilitas umum. Sehingga jalan tersebut boleh diakses oleh siapapun. Sebelumnya hal ini juga dilaporkan oleh pemilik tahfiz ke Polsek Panakukang.

Pembongkaran Tembok 1

Sebelumnya, kabarnya tahfiz dianggap ribut karena mengaji dan juga masalah kebersihan serta baju yang dijemur. Sehingga kemudian dibangun penembokan tersebut. Namun saat ini masalah tembok yang menutup rumah tahfiz ini sudah selesai dengan adanya pembongkaran. Sobat CahayaIslam, dalam kehidupan perkara salah paham seringkali terjadi. Namun tentu saja hal ini bisa diselesaikan dengan baik jika dibicarakan dengan baik-baik juga.

Pembongkaran Tembok Tutup Rumah Tahfiz Yang Dinilai Murni Kesalahpahaman, Begini Cara Menghindari Suudzon

Pembongkaran Tembok 2

Pembongkaran tembok tutup rumah tahfiz yang mana dianggap murni kesalahpahaman telah selesai. Tidak mengherankan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat akan selalu ada gesekan-gesekan yang terjadi. Sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Hanya saja, kesalahpahaman itu sendiri biasanya terjadi juga karena dipicu oleh prasangka buruk atau suudzon. Padahal ini jelas menyimpang dari ajaran islam yang melarang kaum muslimin untuk berprasangka buruk.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Ayat ini menjelaskan dengan tegas mengenai larangan untuk berprasangka. Berprasangka ini bahkan diartikan sebagai sikap yang menjijikkan dan juga zalim. Dan juga tentu saja menyebabkan dosa besar bagi pelakunya lho sobat CahayaIslam. Itu sebabnya, kaum muslimin dianjurkan untuk tidak berprasangka buruk kepada orang lain. Lalu bagaimana sih menghindari prasangka atau suudzon itu sendiri?

Berkhusnudzon atau Prasangka Baik

Salah satu cara untuk menghindari sikap suudzon atau berprasangka buruk tentu saja dengan berprasangka baik. Seperti halnya Allah memerintahkan kaum muslimin untuk selalu berprasangka baik terhadap rencana-rencanaNya. Begitu juga dengan sikap terhadap sesama. Agar tidak menjadi pribadi yang senang berprasangka buruk, sangat penting menenamkan pikiran-pikiran positif dan baik. Ini akan menghindarkan kita juga dari permasalahan seperti penyakit hati.

Berdiskusi atau Musyawarah

Cara menghindari suudzon atau prasangka buruk adalah dengan mendiskusikan atau memusyawarahkannya. Daripada salah paham terhadap suatu hal, akan lebih baik untuk membicarakannya sobat CahayaIslam. Sehingga ini tidak membuat kita berprasangka terhadap orang lain yang tidak baik.

Tingkatkan Keimanan

Prasangka baik berasal dari hati dan pikiran yang bersih. Itu sebabnya, kaum muslimin perlu meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Ini agar kita dijauhkan dari prasangka buruk dan pikiran-pikiran yang buruk mengenai orang lain. Dengan membentengi diri maka kita akan terhindar dari berbagai penyakit hati, salah satunya suudzon.

Pembongkaran tembok – yang menutup rumah bagian belakang milik tahfiz ini dianggap murni kesalahpahaman. Sobat CahayaIslam, yuk lakukan beberapa hal ini agar terhindar dari prasangka buruk dan juga salah paham.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Hujurat Ayat 12

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY