Anak Ismail Marzuki Pernah Ditipu Orang Dekat, Ini Siksaan Bagi Penipu dalam Islam

0
1611
Ismail Marzuki

Ismail Marzuki – Siapa yang tidak mengenal Ismail Marzuki? Beliau adalah salah satu komponis besar di Indonesia pada masanya. Bahkan beliau dinobatkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 2004. Ismail Marzuki meninggal pada saat berusia 44 tahun. Namun, beliau tetaplah hidup di dalam karya-karya lagunya.

Ismail Marzuki mempunyai seorang putri yang bernama Rachmi Aziya. Saat ini, dia sudah berusia 71 tahun. Di usianya yang tidak lagi muda, dia tetap mendapatkan royalti dari lagu-lagu ayahnya. Namun, ada saja orang-orang terdekat yang menipunya dengan menggunakan jasa sebagai perantara antara Rachmi Aziya dengan pihak yang menggunakan lagu ayahnya.

Sobat Cahaya Islam, Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu berlaku jujur dan tidak curang. Menipu termasuk perbuatan tidak jujur dan curang. Pada saat ini, Yuni itu seolah sudah menjadi kebiasaan dalam masyarakat. Contohnya, ada beberapa pedagang yang curang dalam jual dan beli. Selain itu, ada juga yang yang menipu melalui investasi atau penanaman modal usaha.

Siksaan Bagi Penipu dalam Islam Seperti yang Dialami Oleh Anak Ismail Marzuki

Pada saat ini, penipuan sudah banyak terjadi dimana-mana. Tampaknya, uang kini bisa membeli segalanya, termasuk kejujuran dan rasa malu seperti orang terdekat dari anak Ismail Marzuki. Padahal, Islam mengajarkan kita untuk memelihara rasa malu dan menjunjung tinggi kejujuran. Berkembang pesatnya teknologi justru membuat penipuan semakin sering terjadi.

Salah satunya seperti penipuan yang beredar di situs-situs online. Contohnya seperti aplikasi pinjaman online. Sedangkan, apa yang dialami oleh anak Ismail Marzuki mengenai penipuan yang dilakukan oleh orang terdekatnya juga adalah salah satu contoh yang sering terjadi di dunia nyata dimana orang terdekat justru mengambil apa yang bukan haknya.

Adapun siksaan yang akan dialami oleh pelaku penipuan diantaranya:

1. Tidak Termasuk Golongan Nabi Muhammad

Seseorang yang melakukan penipuan tidak diakui dan tidak juga dimasukkan ke dalam golongan nabi Muhammad. Hal ini ditegaskan oleh nabi Muhammad melalui sebuah hadist yang menyatakan bahwa orang-orang yang melakukan penipuan itu tidak dapat dimasukkan ke dalam golongan nabi Muhammad.

Ismail Marzuki

2. Termasuk Penghuni Neraka

Orang yang melakukan penipuan kepada seseorang akan masuk ke dalam neraka. Sebab, nabi Muhammad pernah menjelaskan bahwa penghuni neraka itu ada lima dan salah satunya adalah seorang penipu yang menipu kita terkait dengan harta benda dan keluarga. Selain itu, seorang penipu juga akan mendapatkan balasan yang setimpal seperti apa yang dilakukannya terdahulu.

اۨسۡتِكۡبَارًا فِى الۡاَرۡضِ وَمَكۡرَ السَّيّیٴِؕ وَلَا يَحِيۡقُ الۡمَكۡرُ السَّيِّـئُ اِلَّا بِاَهۡلِهٖ ؕ فَهَلۡ يَنۡظُرُوۡنَ اِلَّا سُنَّتَ الۡاَوَّلِيۡنَ ۚ فَلَنۡ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَبۡدِيۡلًا ۖوَلَنۡ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰهِ تَحۡوِيۡلًا

Artinya: karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu.( Q. S. Fathir: 43).

Sebab, dia harus membayar perbuatannya yang dulu. Oleh karena itu, video akan diperlakukan sebagaimana dia dulu melakukannya kepada seseorang. Contohnya, bila dia menipu yang berkaitan dengan harta kita, maka dia pun nanti akan ditipu oleh seseorang yang juga berkaitan dengan harta.

3. Hidupnya Tidak Akan Bahagia

Seorang penipu hidupnya tidak akan pernah bahagia meskipun dia sudah memiliki banyak kekuasaan dan harta. Sebab, hatinya tidak merasa tenang dan banyak orang yang mendoakan hal-hal buruk kepadanya. Oleh karena itu, hidupnya tidak mendapatkan berkah dan kebahagiaan. Hidup seorang penipu hanya akan dipenuhi oleh kegelisahan dan ketakutan.

Ismail Marzuki

Itulah siksaan bagi penipu dalam Islam seperti yang dialami oleh anak Ismail Marzuki. Semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan curang dan tidak jujur serta suka menipu dari diri kita. Amiinn…

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY