Pendidikan keluarga di era digital – Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar termasuk pada cara belajar yang menjadi bagian integral anak-anak. Pendidikan keluarga di era digital menghadapi banyak tantangan. Terlalu terbukanya informasi tentunya memberikan dampak kurang baik terhadap perkembangannya.
Pendidikan Keluarga di Era Digital Menurut Islam
Orang tua merupakan tempat pendidikan pertama kehidupan seorang anak, sehingga memiliki kewajiban membimbing anak-anak. Tidak terbatas pada aspek akademis, orang tua juga berkewajiban membantu anak dalam mengembangkan karakter, etika, hingga keterampilan sosial.
Umat Islam menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya, sehingga mampu mencari solusi atas permasalahan-permasalahan sosial yang Sobat hadapi. Peran orang tua dalam mendidik anak terdapat dalam ayat berikut ini:
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah. Biarpun terhadap dirimu sendiri, atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin maka Allah lebih tau kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau berpaling. Maka sesungguhnya Allah adalah maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan”. 1
Seiring perkembangan arus teknologi, ternyata menimbulkan masalah dalam kehidupan keluarga dan sosial. Perubahan tersebut dapat Sobat rasakan dalam hal berkomunikasi, merespon masalah hingga terkikisnya nilai-nilai lokal dalam masyarakat.
Oleh karena itu, diperlukan pendidikan keluarga di era digital yang memegang teguh nilai-nilai Islam dengan cara:
1. Menanamkan Akidah Islam
Menanamkan aqidah sejak dini kepada anak-anak menjadi cara paling ampuh melindungi buah hati dari pengaruh buruk teknologi. Ketika anak sudah mengenal agama dengan baik, maka ajaran agama akan tersimpan dengan baik dalam jiwanya.


2. Mengajarkan Nilai-nilai Islami
Mendidik anak di era digital harus Sobat barengi dengan mengenalkan nilai-nilai keagamaan. Kesabaran dan tanggung jawab menjadi dasar yang penting Sobat ajarkan kepada anak. Mengajarkan kesabaran membantu anak mengelola emosi dan mengendalikan tindakannya di dunia maya.
3. Menjadikan Sikap Orang Tua Sebagai Teladan
Pendidikan keluarga di era digital selanjutnya yaitu menjadikan orang tua sebagai teladan. Sejauh apapun, anak akan menjadikan orang tuanya sebagai teladan. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan contoh yang baik dalam hal bersikap. Tujuannya untuk meminimalkan pengaruh negatif dari penggunaan teknologi.
Mulai memanfaatkan waktu kosong dengan mengerjakan hal-hal baik termasuk cara terbaik menerapkan peran orang tua dalam mendidik anak. Sebaiknya tidak mengeluarkan kata-kata kasar di depan anak.
4. Menanamkan Sifat Malu
Malu merupakan cabang keimanan dan memiliki keterkaitan dan mempengaruhi kehidupan umat Islam. Sifat malu memiliki peranan penting sebagai benteng diri. Pendidikan keluarga di era digital harus mengenalkan sifat malu sebagai salah satu akhlak yang dipegang teguh dalam Islam.


Eksistensi media sosial banyak pengguna lakukan untuk mengunggah hal-hal pribadi. Hal ini secara tidak langsung memancing ketertarikan anak untuk melakukannya. Sifat malu akan membantu anak untuk tidak sembarangan mengumbar hal-hal pribadi di media sosial.
5. Mengenalkan Kewajiban Muslim
Mengenalkan kewajiban sebagai seorang muslim merupakan hal wajib yang harus orang tua lakukan. Pentingnya mengenalkan kewajiban-kewajiban tersebut sejak dini agar memahami apa yang harus umat muslim lakukan. Hadits kewajiban mendidik anak dengan mengenalkan kewajiban seorang muslim, salah satunya berbunyi:
“Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggal-kan shalat, maka pukullah ia. Dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita).” 2
Cara mendidik anak dengan perkembangan teknologi bisa Sobat terapkan mulai dari rumah. Tetap memperkenalkan perkembangan zaman harus Sobat barengi dengan menanamkan nilai-nilai islami. Sebab, nilai-nilai islami akan membentuk akhlak anak tidak melewati koridor agama.
Selain itu, orang tua perlu membimbing anak menggunakan media sosial dengan memberikan panduan bagaimana bersosialisasi dengan baik. Pendidikan keluarga di Era digital memerlukan perhatian khusus agar anak tetap menerapkan syariat Islam. Orang tua memiliki peranan membangun pondasi agama yang kuat.
































