Nikita Willy Sungkem Minta Restu pada Ibunya, Sungkem Sesuai dengan Ajaran Islam?

0
15

Nikita Willy – Perjalanan cinta  Nikita Willy tak lama lagi akan tiba pada sebuah penantian. Pasalnya bintang sinetron yang akrab disapa Niki tersebut akan dinikahi oleh seorang pria bernama Indra Priawan.

Hari Rabu 15 Oktober kemarin, Niki menggelar acara pengajian di kediamannya dengan mengundang kerabat dan beberapa rekan sesama artis. Suasana khidmat pun menyelimuti berlangsungnya acara.

Dikutip dari berbagai sumber, Niki meminta restu dan melakukan sungkeman pada ibundanya. Melalui akun instagram pribadinya, Niki membagikan momen itu. Ia juga memanjatkan doa kepada Tuhan agar mengampuni dosa kedua orang tuanya.

Sobat Cahaya Islam, sungkem adalah tradisi yang sering dilakukan di Indonesia di acara-acara tertentu. Namun sebagian kalangan menyebut bahwa tradisi ini tidak sesuai dengan ajaran Islam, benarkah demikian? berikut hadistnya.

Nikita Willy Sungkem Minta Restu pada Ibunya, Ini Hukum Sungkem Menurut Rasulullah SAW

ولا يكره تقبيل اليد لزهد وعلم وكبر سن

“Tidak makruh mencium tangan karena kezuhudan, keilmuan dan faktor usia yang lebih tua.” (al-Imam al-Nawawi, Raudlah al-Thalibin, juz 10, halaman 233)

Bahkan, sebagian ada juga hadist yang mengatakan mencium tangan orang yang lebih tua hukumnya sunnah, seperti dilakukan dengan cara berdiri dengan tujuan memuliakan dan kebaktian. Syekh Zainuddin al-Malibari mengatakan:

ويسن القيام لمن فيه فضيلة ظاهرة من نحو صلاح أو علم أو ولادة أو ولاية مصحوبة بصيانة

“Sunnah bediri untuk orang yang memiliki keutamaan yang tampak, seperti kesalehan, keilmuan, hubungan melahirkan atau kekuasaan yang dibarengi dengan penjagaan diri.” (Syekh Zainuddin al-Malibari, Fath al-Mu’in Hamisy I’anah al-Thalibin, juz 4, halaman 219).

Mengomentari redaksi di atas, Syekh Abu Bakr bin Syata mengatakan:

قوله: ويسن القيام لمن فيه فضيلة ظاهرة) أي إكراما وبرا وإحتراما له لا رياء. (وقوله: أو ولادة) أي ويسن القيام لمن له ولادة: كأب أو أم. (وقوله: أو ولاية) أي ولاية حكم: كأمير وقاض.

“Ungkapan ‘Sunah bediri untuk orang yang memiliki keutamaan yang tampak’—maksudnya, dengan motivasi memuliakan dan bentuk kebaktian, bukan karena pamer. Ucapan ‘atau hubungan melahirkan’—maksudnya, sunah berdiri kepada orang yang melahirkan seperti bapak atau ibu.” (Syekh Abu Bakr bin Syatha, I’anah al-Thalibin, juz 4, halaman 219).

Menghormati Orang Tua Sesuai Ajaran Islam

1. Tidak Memandang Orang Tua dengan Kasar

Anak yang sholeh atau sholehah memandang orang tuanya dengan patuh dan tunduk. Orang tua adalah kunci surga sehingga kita harus memandang mereka dengan hormat dan penuh kasih sayang.

2. Tidak Meninggikan Suara Apalagi Berkata Kasar

Sebagaimana disebutkan pada surat Al Isra ayat 23 dan 24 yang memerintahkan umat manusia agar bekata baik pada kedua orang tuanya dan diharamkan membentak kepada mereka. Karena sesungguhnya berkata ‘ah’ pun bisa menlukai hati orang tua.

3. Meminta Ridha di Setiap Urusan

Berdasarkan pada hadis Abdullah ibnu Umar, ‘dari Abdullah bin ‘Amrin bin Ash r.a, dia berkata, Nabi SAW telah bersabda: “Keridhoan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua”. (HR. st-Tirmidzi, hadis ini dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim).

Hadist tersebut mengatakan bahwa kita harus meminta ridha pada orang tua atas segala urusan, karena doa orang tua adalah doa yang diijabah oleh Allah SWT.

4. Mengutamakan Orang Tua

Sebaiknya sebelum mengutamakan keperluan pribadi sebaiknya dahulukan kepentingan orang tua sebagaimana hadist-hadist Rasulullah SAW.

5. Menuruti Saran Orang Tua

Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya sehingga sebagai seorang anak sudah sepatutnya kita mengikuti saran orang tua. Mengikuti saran orang tua bisa membuat mereka terasa dihormati dan dihargai.

Sobat Cahaya Muslim, tradisi sungkem yang dilakukan Nikita Willy kepada orang tuanya untuk meminta restu atas pernikahannya bukanlah tradisi yang dilarang agama Islam. Islam merupakan agama yang penuh kasih sayang dan tidak melarang umatnya melakukan tradisi-tradisi sesuai budayanya selama tidak bertentangan dengan ajaran Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!