Cemburu yang diperbolehkan – Tahukah, bahwasanya islam justru menganjurkan cemburu? seorang suami yang tidak memiliki rasa cemburu pada istrinya bahkan terancam azab diharamkannya surga baginya. Namun, meskipun begitu rasa cemburu dalam islam tidak seperti perasaan cemburu yang banyak orang tafsirkan dalam kisah percintaan seperti pacaran misalnya.
Dalam islam sendiri, pacaran hukumnya adalah haram. Tidak ada istilah berpacaran dalam ajaran islam ya sobat CahayaIslam. Sehingga cemburu yang ditimbulkan dari hubungan semacam ini tentu saja tidak sesuai dan bukan yang diperbolehkan oleh Allah SWT. Hanya saja, tidak dapat dipungkiri bahwa manusia diciptakan dengan perasaan yang istimewa sehingga memiliki perasaan sedih, bahagia, kecewa hingga cemburu.
Cemburu Yang Diperbolehkan Dalam Islam, Ini Ketentuannya


Cemburu yang diperbolehkan dalam islam, apakah sama dengan cemburu-cemburu yang seringkali manusia tafsirkan? Tentu saja berbeda. Apalagi cemburu yang Allah perbolehkan bukanlah cemburu yang mengedepankan emosi, apalagi dalam hubungan yang sering kita sebut dengan pacaran. Allah memperbolehkan cemburu, hanya dalam hubungan yang tentu sesuai dengan syariat islam yaitu pernikahan.
Dalam kehidupan rumah tangga atau pernikahan, rasa cemburu justru dianjurkan. Suami yang tidak memiliki rasa cemburu justru sama halnya dengan berbuat dosa besar lho sobat CahayaIslam. Sebagai seorang pemimpin keluarga, suami harus memiliki rasa cemburu kepada sang istri sehingga dapat menjadikan hubungan pernikahan lebih harmonis dan dapat menuntun keluarganya ke jalan Allah SWT.
Lalu cemburu yang bagaimana yang diperbolehkan dalam islam?
Cemburu Yang Tidak Berlebihan
Meskipun Allah memperboleh cemburu, namun tentu saja tidak boleh berlebihan. Banyak kita dengar kejadian kriminal yang didasari dengan perasaan cemburu yang mengedepankan emosi bahkan prasangka yang tak berdasar. Cemburu yang seperti ini tidak dianjurkan dan tentu saja dilarang dalam islam ya. Seperti halnya Allah SWT melarang berprasangka.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Cemburu Untuk Hal Baik
Cemburu yang diperbolehkan dalam islam tentu saja cemburu untuk hal-hal baik. Seperti merasa cemburu ketika istri berpakaian yang kurang sesuai atau tidak menutup aurat, sehingga ini adalah untuk kebaikan istri agar dapat menjaga marwahnya. Rasa cemburu seperti ini dianjurkan dan tentu saja membuat keluarga menjadi lebih harmonis dan taat.
Cemburu Yang Tidak Mengedepankan Emosi
Tidak emosi dan menggunakan kekerasan adalah salah satu sikap yang bijak. Islam adalah agama yang cinta akan kedamaian, sehingga Allah tidak menyukai perbuatan yang mengedepankan emosi. Begitu juga dalam perasaan cemburu, mengedepankan emosi tentu agar berujung pada hal-hal yang tidak baik atau bahkan kezaliman. Naudzubillah.
Cemburu yang diperbolehkan – Allah memberikan anugerah bagi manusia diantaranya adalah perasaan. Itu sebabnya wajar bagi siapapun memiliki rasa cemburu. Namun, sebagai seorang yang beriman juga harus bisa mengontrol diri agar tidak sampai terjerumus dalam perbuatan yang menyimpang dari ajaran islam ya sobat CahayaIslam.
Catatan Kaki:
(1) – Surat Al-Hujurat Ayat 12
































