Negeri Harus Berbenah, Sebelum Ki Manteb Sudarsono Lainnya Berpulang

0
33
Ki Manteb Sudarsono

Ki Manteb Sudarsono – Beberapa hari yang lalu jagat seniman harus berduka sepeninggal Ki Manteb Sudarsono selaku dalang kondang di negeri. Pengalamannya yang sangat banyak tentu sangat membanggakan bangsa. Namun, takdir berkata bahwa beliau menjadi salah satu dalang fenomal yang meninggalkan dunia fana ini saat sedang isolasi mandiri.

Sobat Cahaya Islam, peningkatan poandemi yang berkepanjangan tentu sangat mengkhawatirkan karena telah memakan banyak korban salah satunya, Ki Manteb Sudarsono. Tentu saja kondisi ini harus segera teratasi sebelum peradaban kehilangan lebih banyak seniman handal.

Bagaimana Umat Menyikapi Tragedi Meninggalnya Ki Manteb Sudarsono?

Ki Manteb Sudarsono

Sebagai umat muslim, tentu akan sangat sedih bila mendengar kabar meninggalnya teman sejawat, kerabat bahkan sederet kaum penyangga peradaban harus meregang nyawa karena Covid – 19. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan bukan?

Oleh karena itu, umat perlu untuk mengencangkan kembali strategi mereka dalam menaati protokol kesehatan. Malah harus lebih menjaga diri serta tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang urgen.

Ki Manteb Sudarsono Meninggal, Apa Saja Faktor yang Menjadikan Negeri tak Kunjung Bebas dari Pandemi?

Ki Manteb Sudarsono

Melonjaknya kasus covid – 19 di negeri bahkan merambah para pemuda tentu terpengaruhi oleh beberapa hal. Di antaranya adalah :

1.    Kerapuhan Kebijakan

Salah satu penyumbang masalah terbesar untuk peningkatan masalah pandemi tentu berawal dari rapuhnya kebijakan. Tajam di sisi lain, namun tumbul di satu sisi lainnya lagi. Sungguh suatu ironi bukan?

Munculnya berbagai istilah baru dalam penanganan Covid 19 nyatanya tak memberikan dmapak secara signifikan sebab sampai hari ini kesejahteraan umat ada di tangan mereka sendiri. Andai saja, negeri sejak awal memberlakukan adanya UU Karantina kesehatan, maka bisa saja umat lebih terjamin perlindungannya.

Salah satu bentuk kerapuhan kebijakan yang terlihat dalam negeri yakni kebijakan dengan tetap membuka tempat pariwisata dengan syarat taat menaati protokol kesehatan. Logikanya, tak semua orang akan menaati protokol kesehatan ketika sedang berada di tempat wisata sebab bisa saja terlena dengan keindahan panorama alam.

2.    Masyarakat tak Taat Protokol Kesehatan

Salah satu dampak dari kerapuhan kebijakan tersebut yakni masyarakat jadi tak dapat menaati protokol kesehatan secara keseluruhan. Sehingga sebagian umat bahkan terkesan acuh dan tidak peduli dengan lonjakan penyebarannya di negeri.

Selain itu, kondisi perekonomian yang tak karuan menjadikan mereka harus tetap bertahan dengan kondisi yang ada. Fakta negeri sendiri masih belum bisa seratus persen bekerja dalam keadaan di rumah sebab tak semua umat memiliki kualifikasi serta fasilitas internet yang mudah.

Padahal Allah SWT telah berfirman atas pentingnya umat untuk mematuhi kebijakan bila hal tersebut sesuai dengan syari’at dalilnya yakni terdapat pada surat AnNisa ayat 59 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

3.    Pejabat Tak Memberikan Teladan

Selain itu, beberapa pejabat juga telah memberikan teladan dalam melanggar berbagai protokol kesehatan. Salah satunya yakni dengan menandatangani beberapa acara yang mengharuskan orang – orang berdatangan dengan jumlah besar.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai kematian Ki Manteb Sudarsono serta beberapa faktor yang menjadikan pandemi tak kunjung usai. Semoga ulasan tersebut dapat menjadi referensi bacaan bagi umat agar ke depan lebih mawas diri dan waspada dengan peningkatan penyebaran pandemi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY