Merutinkan Olahraga adalah Bentuk Ikhtiar, Sederet Ikhtiar Sarana Beribadah

0
28

Merutinkan Olahraga – Secara terus-menerus setiap harinya akan memberikan efek yang pasti bagi pelakunya. Olahraga yang bisa dilakukan itu pun bebas, dari mulai lari-lari kecil keliling halaman rumah sampai olahraga yang sifatnya angkat beban berat yang membutuhkan tenaga ekstra.

Orang yang merutinkan olahraga akan jauh lebih muda dan sehat. Sebab, bagian badan aktif bergerak dan peredaran darah pun lancar, selain itu  juga dipercaya mampu membakar kalori. Sehingga, efektif bagi yang menginginkan turun berat badan.

Sobat Cahaya Islam, olahraga termasuk bentuk ikhtiar atau usaha dalam menyukseskan ibadah. Sebenarnya ada banyak perbuatan yang kesannya bersifat duniawi tapi ternyata bisa menjadi sebuah sarana ikhtiar kita kepada Allah SWT.

Oleh karena itu mari kita bahas bersama apa saja perbuatan yang bisa tergolong dalam ikhtiar sarana beribadah.

Merutinkan Olahraga yakni Ikhtiar Sarana Beribadah, Deretan Ikhtiar Sarana Ibadah yang Lain

Olahraga secara teratur bisa digolongkan dalam ikhtiar sarana ibadah, sebab jika tubuh sehat karena sering gerak. Maka untuk ibadah akan terasa ringan. Apalagi mengingat ada sebagian ibadah yang memerlukan kekuatan badan, seperti ibadah saat ritual haji.

Adapun yang termasuk dalam golongan ini selain olahraga sebagai berikut:

Ikhtiar Sarana Beribadah

  1. Makan dan Minum

Bisa dibayangkan orang muslim yang setiap harinya tidak terisi sesuap makanan atau seteguk minuman tentu dalam menjalankan ibadah kurang maksimal. Jadi makan dan minum perlu untuk mendukung seseorang beribadah.

Tetapi tidak boleh asal makan dan minum, makan dan minum perlu memperhatikan halal dan baik. Halal berarti dari cara memperoleh, pemrosesannya, serta makanannya  sesuai dengan ajaran Islam. Sedangkan, yang baik yakni yang mendukung tubuh orang yang makan.

Maksudnya mendukung tubuh yakni apabila orang yang makan itu alergi udang maka makan makanan yang mengandung udang tidak baik, sama halnya mencelakakan diri sendiri.

Perintah makan yang halal dan baik telah tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 88.

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. (QS. Al-Maidah : 88)

Jelas bukan? Ayat di atas setiap muslim perlu makan makanan yang halal lagi baik. Halal dan baik itu harus bersamaan, karena banyak makanan yang halal tetapi tidak baik dimakan oleh orang tertentu.

  1. Istirahat (Tidur)

Allah SWT menganjurkan hamba-hamba-Nya untuk bersikap sewajarnya saja dalam menyikapi hidup. Sehingga, perlu menyisihkan sebagian waktu untuk sekadar menghela lelah dengan istirahat. Istirahat mampu mengembalikan sebagian energi, dan ibadah pun jadi semangat, segar bugar.

Bahkan ada pepatah yang mengatakan tidurnya orang yang alim (menguasai ilmu) lebih baik daripada beribadahnya orang bodoh. Pasalnya orang yang berilmu bisa menjadikan tidur bernilai ibadah dengan niat agar bisa menjalankan ibadah perlu istirahat.

  1. Harta dengan Bekerja

Harta memang bukan pokok penting yang diunggulkan dalam agama Islam. Namun, dengan harta umat Islam bisa menjalankan ibadah. Antara lain ada zakat, haji yang membutuhkan biaya cukup besar bagi jamaah dari Indonesia, yang notabene perlu transportasi beberapa jam.

Itulah deretan ikhtiar sarana ibadah yang bisa sobat Cahaya Islam lakukan setiap hari dengan niat ibadah, yang mana salah satunya merutinkan olahraga. Semoga kita termasuk umat Islam yang diterima ibadahnya di sisi Allah SWT. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY