Jepang dan Vietnam Saling Kerja Sama, Bagaimana Kerja Sama dari Sudut Pandang Islam?

0
167

Jepang dan Vietnam – Bekerja sama dalam hal pertahanan dan keamanan dalam menghadapi Cina yang mana kekuatannya meluas hingga wilayah Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Bukan hanya dalam bidang ekonomi kedua negara itu juga bekerja sama dalam bidang bisnis.

Dalam bidang bisnis, Jepang dan Vietnam melakukan persetujuan untuk saling meringankan larangan masuk dengan dibukanya penerbangan,  sehingga program kunjungan bisnis dalam jangka pendek memungkinkan akan terjadi.

Kerja sama bukan hal yang asing di telinga kita. Kerja sama itu sendiri bisa melingkupi jangkauan internasional. Hal ini terlihat dari beberapa organisasi yang tumbuh di kancah internasional dalam berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, pertahanan, dan lain sebagainya.

Berdasarkan fakta di lapangan, banyak bertebaran usaha kerja sama yang dilakukan umat Islam khususnya Indonesia yang berhasil. Salah satunya dalam melepaskan belenggu penjajahan baik Belanda maupun Jepang dari tanah Indonesia berkat kerja sama tokoh ulama dan nasionalis.

Sobat Cahaya Islam, lantas bagaimana kerja sama dari sudut pandang Islam? Apakah diperbolehkan melakukan kerja sama? Lebih lengkapnya penjelasan di bawah ini.

Jepang dan Vietnam Kerja Sama, Kerja Sama dalam Sudut Pandang Islam

Kerja sama dalam Islam sendiri sering disebut ta’awun jelas diperbolehkan tetapi dengan syarat kerja sama yang dilakukan dalam hal kebaikan bukan malah dalam hal mengalangkan kriminalitas atau kejahatan.

Dalil yang memperkuat kebolehan bekerja sama telah tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat dua sebagai berikut.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُحِلُّواْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهۡرَ ٱلۡحَرَامَ وَلَا ٱلۡهَدۡيَ وَلَا ٱلۡقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلۡبَيۡتَ ٱلۡحَرَامَ يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّن رَّبِّهِمۡ وَرِضۡوَٰنٗاۚ وَإِذَا حَلَلۡتُمۡ فَٱصۡطَادُواْۚ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَ‍َٔانُ قَوۡمٍ أَن صَدُّوكُمۡ عَنِ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ أَن تَعۡتَدُواْۘ وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong- menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya siksa Allah Amat berat” (QS. al-Maidah ayat: 2).

Dalam ayat tersebut ada yang menjelaskan perintah untuk saling tolong menolong dalam artian bisa dimaksud sebagai kerja sama dalam hal kebaikan.

Melakukan kerja sama diperlukan karena memiliki banyak manfaat yang akan diperoleh dari hubungan timbal balik baik dua orang atau lebih.

Manfaat Kerja Sama

  1. Bisa Saling Membantu

Manusia lahir sebagai makhluk individu sekaligus sosial. Tidak ada satu pun manusia yang bisa hidup tanpa ada uluran bantuan dari pihak lain. Sebab hakikatnya manusia saling membutuhkan, jelas kerja sama bisa saling menguntungkan.

Setiap anggota dalam kerja sama bisa saling membantu, pada intinya saling diuntungkan alias mutualisme. Hal ini berbeda dengan kerja sendiri yang mana beban harus diselesaikan sendiri.

  1. Saling Memperbaiki Kesalahan

Salah lupa hal biasa, tapi tidak jarang manusia salah tidak sadarkan diri. Maka perlu diperingatkan untuk mengubah kesalahan menjadi perbaikan, dalam hal ini kerja sama memiliki pengaruh penting.

Islam sendiri memerintahkan umatnya untuk saling memperingatkan dalam hal kebaikan. Apabila ada yang salah bisa diberitahu yang benar sesuai ajaran Islam.

  1. Tujuan Akan Mudah Tercapai

Kerja sama yang dibangun biasanya memiliki kesamaan dalam misi dan tujuan. Tujuan akan menjadi poros pacuan untuk dicapai bersama, dengan kerja sama kemungkinan terwujudnya tujuan lebih mudah.

Jika dalam konteks Islam kerja sama itu terlihat jelas manakala acara penyembelihan hewan kurban yang membutuhkan banyak orang untuk mengurusnya.

Itu manfaat dari kerja sama serta bagaimana pandangan Islam terkait hal ini. Semoga kerja sama yang dijalin Jepang dan Vietnam adalah kerja sama dalam hal kebaikan. Tidak lupa, semoga umat Islam bisa menjalankan kerja sama yang sehat dan benar. Aamiin.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY