Menilai orang lain menurut islam – Tidak sedikit manusia yang sering menilai orang lain dengan melihat dari luar saja. Padahal, apa yang tampak di luar belum tentu sifat sesungguhnya. Karena itulah, ada beberapa cara menilai orang lain menurut islam yang benar dan bisa merepresentasikan orang tersebut.
Menilai seseorang dari luar memang kerap diperlukan. Sebab kesan pertama selalu dilihat dari tampilan luarnya. Kendati demikian, jangan sampai Sobat menjadikan hal itu sebagai patokan menilai sifat dan kepribadian orang lain.
Jangan Sembarangan Menilai Orang Lain Menurut Islam
Sobat Cahaya Islam, ketika bertemu dengan orang baru alangkah baiknya menilainya lebih dalam lagi. Misalnya saja, Sobat juga menilai kepribadian dan tingkah lakunya. Tak heran jika ada larangan menilai orang lain menurut islam, apalagi dari luarnya saja.
Sebab islam selalu mengingatkan agar Sobat melihat diri sendiri terlebih dahulu sebelum menilai orang lain. Dalam pandangan islam, Allah SWT tahu mana orang yang benar-benar berbuat baik dan orang yang tampak suci di depan masyarakat. Bahkan, Nabi Muhammad SAW menghimbau agar umatnya tidak menyatakan dirinya sendiri suci.
Saat menilai seseorang, tak jarang jari dan mulut Sobat teramat lancar melakukannya, seperti makhluk paling mulia di muka bumi. Sering kali Sobat terlalu pandai menghakimi namun tidak tahu kenyataan sesungguhnya. Maka dari itu, jangan sampai Sobat terlalu berkomentar tentang orang lain dengan melihatnya dari luar saja.
Cara Menilai Orang Lain Menurut Pandangan Islam
Sobat Cahaya Islam, agar terhindar dari sifat berburuk sangka terhadap seseorang, berikut ini ada cara menilai orang lain menurut islam:
1. Meninggalkan Sikap Ujub
Imam Al Ghazali mengajarkan bagaimana sebaiknya menilai kelebihan maupun kekurangan orang lain. Caranya adalah dengan meninggalkan sikap ujub. Ujub adalah sifat seseorang memandang dirinya sendiri dengan kebesaran dan kemuliaan yang lebih baik dari orang lain.


Bahkan seseorang yang memiliki sifat ujub kerap memandang orang lain dengan penuh hina. Biasanya, orang yang ujub mudah membanggakan dirinya serta menjelek-jelekkan orang lain tanpa mengecek terlebih dahulu perkataannya benar atau tidak. Sesungguhnya ini sama seperti perkataan iblis saat Allah menyuruhnya bersujud kepada Nabi Adam yang tertuang dalam:
“Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Al-A’raf:12)
2. Melihat Orang Lain dari Hatinya
Cara terbaik menilai orang lain menurut islam adalah dengan tidak melihat dari luarnya saja. Sebab Allah SWT tidak menilai seseorang dari bentuk luarnya baik itu wajah, warna kulit, ataupun pakaiannya. Ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk paras dan harta kalian. Akan tetapi, Allah melihat hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim No. 2564)
Hadits di atas dengan jelas menunjukkan bahwa Allah melihat seseorang dari ketulusan hati dan amalannya. Sobat sebagai hamba, tentu tidak pantas jika hanya melihat orang lain dari penampilannya semata.
3. Selalu Berbaik Sangka
Tak ada salahnya Sobat berbaik sangka kepada siapa saja selama tidak merugikan diri sendiri. Berbaik sangka pun bisa Sobat utamakan saat menilai seseorang, sekalipun ia adalah orang yang jahat. Dengan berbaik sangka, Sobat tidak mendapat dosa lantaran sudah berprasangka buruk.


Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Wahai orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat : 12)
Sobat Cahaya Islam itulah beberapa cara menilai orang lain menurut islam. Dengan mengikuti cara-cara di atas, Sobat terhindar dari masalah karena salah menilai orang lain.

































