Trik Bagi Muslim yang Ingin Menasehati Tanpa Menggurui

0
785
Menasehati tanpa menggurui

Menasehati tanpa menggurui – Sobat cahaya Islam, dalam kehidupan ini kita harus saling menasehati terhadap sesama muslim. Bahkan bukan hanya kepada sesama muslim saja namun juga terhadap sesama manusia. Allah memerintahkan kita untuk saling menasehati agar bisa selamat di kehidupan akhirat nanti dan bisa kembali kepada Allah bersama dengan keluarga kita di surganya kelak.

Namun terkadang saat menasehati, ada orang yang salah paham dan merasa digurui. Jadi, sobat cahaya Islam perlu mengetahui bagaimana cara menasehati tanpa menggurui. Cara seperti ini biasanya akan jauh lebih efektif karena yang dinasehati tidak merasa tertekan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَٱلْعَصْرِ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS al-Ashr ayat 1-3)

Cara Menasehati Tanpa Menggurui

Sebagai Muslim, kita perlu belajar bagaimana cara menasehati orang lain agar tidak merasa digurui atau ditekan. Apabila kita bisa menasehati dengan cara yang baik insya Allah, nasehat yang disampaikan akan lebih mudah merasuk ke dalam hati. Nantinya, orang yang dinasehati juga akan merasa dimengerti. Ini adalah beberapa trik menasehati tanpa menggurui yang bisa dilakukan:

1. Memberi Perhatian dan Mendengarkan dengan Baik

Sebelum menasehati, sobat cahaya Islam harus mulai untuk menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu. Dengarkan apa yang menjadi masalah dari orang yang akan dinasehati dengan penuh perhatian. Dengan memcela atau mengatakan hal-hal yang membuat perasaannya tidak baik. Nasehat baru bisa disampaikan ketika mereka sudah selesai menyampaikan masalah yang dihadapi dan merasa memang membutuhkan tanggapan dari kita.

2. Pilih Bahasa yang Positif

Cara menasehati tanpa menggurui yang juga penting untuk dilakukan adalah berusaha untuk menyampaikan nasihat menggunakan bahasa yang positif. Hindari menggunakan kosakata yang nantinya justru menyebabkan orang tersebut merasa ditekan. Jangan menghakimi dan hindari perkataan yang membuat mereka tersinggung atau justru merasa disalahkan. Allah Ta’ala berfirman:

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

”Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 55).

3. Ceritakan Pengalaman Pribadi

Agar nasehat lebih mudah dipahami, sobat cahaya Islam juga bisa menceritakan pengalaman pribadi yang berhubungan dengan masalah orang tersebut. Dengan menyampaikan pengalaman pribadi, mereka atau orang yang ingin dinasehati bisa mengambil hikmah-hikmah yang nyata. Cerita-cerita berdasarkan pengalaman pribadi biasanya lebih menarik karena mereka seolah-olah dimengerti dan ada orang lain yang pernah mengalami hal sama.

4. Berbicara dengan Kelembutan

Ketika berbicara kepada orang lain, pastikan gunakan nada bicara yang lembut. Terkadang orang yang sedang mengalami masalah membutuhkan dukungan dari orang sekitar. Meskipun orang yang akan dinasehati baru saja mengalami masalah atau baru saja melakukan kesalahan, hindari terlalu menyalahkan karena ini justru akan membuat mereka malas dinasehati.

5. Ajukan Pertanyaan

Cara menasehati tanpa menggurui yang lainnya adalah bisa dengan memberikan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya menjadi harapan mereka di masa yang akan datang. Pastikan pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan untuk memancing refleksi pada diri mereka. Dari situ akan ada harapan-harapan positif ketika mereka membutuhkan nasehat. Ketika mereka menjawab dengan jawaban-jawaban yang positif, barulah Anda bisa mendukung jawaban mereka dengan argumen-argumen yang juga semakin menguatkan hal tersebut.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

”Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” (QS. Al Israa’ [17]: 9).

Kini sobat cahaya Islam sudah mengetahui bagaimana cara menasehati tanpa menggurui. Hal yang terpenting ketika ingin menasehati orang lain adalah pastikan jika bahasa yang digunakan adalah bahasa yang apabila kita mendengarnya juga merasa tenang. Semoga Allah selalu membimbing kita untuk bisa menebarkan kebaikan dan saling menasehati dalam kebaikan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY