Harta Achraf Hakimi Atas Nama Ibu Viral, Begini Pandangan Islam

0
357
harta Achraf Hakimi

Harta Achraf Hakimi – Masalah tentang harta dan nafkah seorang anak laki-laki yang berstatus sebagai suami kepada ibunya memang selalu menjadi perbincangan hangat. Hal ini rupanya juga terjadi dalam harta Achraf Hakimi.

Perceraian Achraf Hakimi memang menuai sorotan publik beberapa waktu terakhir. Apalagi tentang pembagian harta gono gini yang mengejutkan banyak pihak.

Harta Achraf Hakimi Ternyata Atas Nama Ibunya

Beberapa waktu lalu, Hiba Abouk yang merupakan seorang artis Spanyol menggugat cerai pesepakbola klub PSG yakni Achraf Hakimi. Kabarnya, Abouk menuntut cerai serta meminta harta Achraf Hakimi sebagai harta gono gini.

Tuntutan tersebut ia layangkan usai ada tuduhan bek PSG tersebut melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita muda yang berusia 24 tahun. Tetapi, hal yang mengejutkan yaitu sebagian besar harta kekayaan Hakimi saat ini merupakan atas nama sang ibu.

Kabarnya Hakimi mempunyai kekayaan bersih sebesar 24 juta dollar atau setara dengan Rp 355 miliar. Namun 80 persen dari gaji Hakimi di PSG langsung masuk ke dalam rekening bank sang ibu.

Lantaran Hakimi tak menguasai sebagian besar harta atau properti atas nama dirinya, maka Abouk terancam tak mendapat harta gono gini setelah bercerai.

Tetapi Hakimi bisa saja meminta uang dari sang ibu untuk membiayai kehidupan dua orang anak kandungnya.

Harta Suami untuk Ibu Kandungnya

Sobat Cahaya Islam, persoalan harta Achraf Hakimi yang sebagian besar ternyata atas nama sang ibu sukses menyita perhatian. Banyak orang mengklaim bahwa Hakimi adalah suami yang tak bertanggung jawab karena memberikan gajinya sebesar 80% untuk sang ibu padahal ia sudah menjadi suami sekaligus ayah.

Namun netizen lain berpendapat bahwa apa yang Hakimi lakukan sudah benar jika ia telah menafkahi anak dan istrinya lebih dari cukup. Mengingat besar kemungkinan 20% gajinya tidak disebutkan masuk ke rekening sang ibu.

Lantas untuk siapa seharusnya harta seorang anak laki-laki sekaligus suami diperuntukan? Sobat Cahaya Islam bisa simak penjelasannya berikut ini.

Pandangan Islam Terhadap Harta Seorang Suami Sekaligus Anak Laki-laki

Dalam agama islam, terdapat beberapa hal yang menjadi pandangan terhadap peruntukan harta seorang suami sekaligus anak yakni:

1.       Anak Laki-Laki Wajib Menafkahi Kedua Orang Tuanya yang Tidak Memiliki Pekerjaan

Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَنَّ أَعْرَابِيًّا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: إِنَّ لِي مَالًا وَوَالِدًا، وَإِنَّ وَالِدِي يُرِيدُ أَنْ يَجْتَاحَ مَالِي؟ قَالَ: ” أَنْتَ وَمَالُكَ لِوَالِدِكَ، إِنَّ أَوْلَادَكُمْ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِكُمْ، فَكُلُوا مِنْ كَسْبِ أَوْلَادِكُمْ

Diriwayatkan bahwa seorang badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Saya memiliki harta dan orangtua, dan ayah saya ingin menghabiskan harta saya.” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam   menjawab, “Engkau dan hartamu boleh dipakai orangtuamu. Sesungguhnya, anak-anak kalian termasuk penghasilan terbaik, maka makanlah dari penghasilan anak-anak kalian.” [HR. Ahmad, no. 7001. Hadits ini dihukumi shahih oleh Ahmad Syakir, al-Albani dan Syu’aib al-Arnauth rahimahumullah]

Menafkahi orang tua hukumnya wajib jika orang tuanya miskin serta membutuhkan bantuan. Apalagi jika anaknya termasuk orang yang kaya dan mempunyai kelebihan nafkah setelah memberikan kepada keluarganya sendiri.

2.       Suami Wajib Mendahulukan Nafkah Istri Daripada Orangtuanya

Namun apabila harta seorang suami hanya cukup untuk salah satu nafkah, maka harus mendahulukan nafkah istri dan anaknya. Sebab nafkah keluarga merupakan konsekuensi dari akad nikah dan termasuk kah manusia.

harta Achraf Hakimi

Sementara itu, nafkah orang tua merupakan bentuk dari bantuan dan kebaktian sehingga termasuk hak Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda:

ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا، فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ فَلِأَهْلِكَ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ أَهْلِكَ شَيْءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَ

“Mulailah dengan menyedekahi dirimu sendiri. Jika ada sisa, sedekahilah keluargamu. Dan jika masih ada sisa lagi berikanlah kepada kerabatmu.” [HR. Muslim, no. 997]

3.       Harta Suami Bukan untuk Kepentingannya Sendiri

Dalam QS An Nisa ayat 34, Allah SWT berfirman:

 “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.”

harta Achraf Hakimi

Ayat di atas menjelaskan harta seorang laki-laki dapat digunakan untuk keluarganya yakni anak, istri, dan ayah maupun ibu. Hal tersebut mengartikan bahwa harta seorang pria bukan untuk kepentingan pribadinya karena dia sudah mempunyai kewajiban menafkahi anak dan istrinya.

Itulah pembahasan tentang pandangan islam terhadap kasus harta Achraf Hakimi atas nama ibunya. Wallahu’alam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY