Imam Kurniawan dan Adab Berpendapat dalam Islam

0
155
imam Kurniawan

Imam Kurniawan – Baru – baru ini, nama Imam Kurniawan disebut sebagai pelaku pelecehan keluarga awak KRI Nanggal 402. Komentar kotor melalui akun facebook yang dilontarkan nyatanya malah membuat Imam harus dibawa ke Koramil dan membuat pihak TNI menjadi geram. Tak pelak, ketika ditemui pelaku menyampaikan bahwa dirinya adalah korban pembajakan akun.

Sobat Cahaya Islam, kasus yang terjadi pada Imam Kurniawan bisa saja dialami umat muslim lainnya. Maka dari itu, Islam sangat melarang keras umatnya untuk serampangan dalam beragumen atau berpendapat itu sendiri. Alih – alih bahagia karena puas menyampaikan isi lubuh hati malah petaka yang akan menghampiri.

Bagaimana Seharusnya Imam Kurniawan Menyikapi Hal Tersebut?

Sebagai seorang muslim baik bersalah maupun tidak, namun alangkah lebih baiknya Imam Kurniawan meminta maaf terlebih dahulu atas kasus yang disebabkan akunnya. Kasus pembajakan akun mungkin saja terjadi sebab di era kecanggihan teknologi sekarang banyak didapati perbuatan culas demi mendapatkan rupiah. Bisa saja bukan Imam dijebak sebagai korban?

Hanya saja, ucapan pertama yang harus terlontar dari Imam yakni permintaan maaf kepada segenap keluarga awak prajurit KRI Nanggala 402. Hal ini sebagai wujud adanya rasa penyesalan dalam diri.

Adab Berpendapat dalam Islam

Sebagai seorang muslim, melakukan aktivitas harus selalu disesuaikan dengan apa yang sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW termasuk adab dalam menyampaikan pendapat. Perbedaan pendapat tentu hal yang wajar, namun akan menjadi perseteruan bila argumentasi tidak disampaikan dengan ketenangan. Beberapa adab diantaranya adalah :

1. Gunakan Kalimat yang Ahsan

imam Kurniawan

Pertama, pastikan bahwa pilihan kata yang digunakan adalah kata – kata yang baik dan tidak berkonotasi buruk. Jangan sampai karena terlena dengan trend bahasa masa kini, lantas umat malah latah dan menggunakannya dalam menyampaikan argumentasi. Tentu, bahasa yang latah tersebut jika berkonotasi negatif tidak akan dapat dibenarkan bahkan malah akan menyinggung lawan bicara.

Selain itu, kalimat yang Ahsan berarti kalimat yang dilisankan dengan ketenangan dalam jiwa walaupun sedang dalam berseteru pendapat. Selain itu, janganlah membahas kekurangan personal manakala menyampaikan sebuah argumentasi.

2.Jangan Berdebat Tanpa Mencari Kebenaran

imam Kurniawan

Saat menyampaikan pendapat, terdapat potensi besar untuk terjadi persilangan. Jika hal ini dibiarkan tanpa adanya penengah, bisa saja akan terjadi debat yang tak berujung. Hal tersebut sangat tidka dibenarkan jika dilakukan oleh kaum muslimin. Pasalnya, selain hal itu menjadikan waktu terkuras habis, berdebat juga tidak dapat mencerahkan kedua belah pihak.

Rasulullah SAW mengajarkan, jika kaum muslimin terjebak dalam perdebatan apalagi dengan mereka yang tak ahli di bidang tersebut alangkah baiknya jika peembicaraan itu tidak dilakukan lagi. Sebab, hanya akan menimbulkan kebencian sisi kedua lawan.

Hal ini dirujuk berdasarkan apa yang disampaikan Rasulullah SAW dalam haditsnya yakni :


مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُبْطِلٌ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُحِقٌّ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan, sementara dia berada di atas kebatilan, maka Allah akan bangunkan sebuah rumah baginya di pinggiran surga. Dan barangsiapa yang meninggalkan perdebatan, padahal dia berada di atas kebenaran, maka Allah akan membangun sebuah rumah baginya di atas surga” (Shahih at-Targhib wat Tarhib, no. 138).

Nah Sobat Cahaya Islam, itu tadi beberapa adab yang bisa diimpelementasikan dalam kehidupan sehari – hari agar kasus seperti Imam Kurniawan tidak lagi terjadi. Selain itu, cobalah untuk mengontrol emosi supaya tidak suka mengumbar komentar yang buruk dan berpotensi terjerat UU ITE.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY