Melihat Orang Mendapat Musibah, Bagaimana Sikap Kita?

0
918
Melihat Orang Mendapat Musibah

Melihat Orang Mendapat Musibah – Tidak ada yang bisa memprediksi kapan musibah akan datang menghampiri. Seringkali kita melihat orang mendapat musibah tanpa aba-aba terlebih dahulu.

Musibah memang selayaknya misteri yang tidak bisa kita ketahui kapan datangnya kecuali Allah SWT saja.

Berbagai macam musibah mulai dari tanah longsor, banjir, gempa bumi, gunung Meletus hingga tersebarnya virus corona yang tak terbendung di beberapa tahun terakhir.

Sebagai manusia, tentu kita harus memiliki empati terhadap sesame. Namun, tak jarang kita merasa bingung harus melakukan apa saat melihat orang lain sedang diberi ujian hidup berupa musibah.

Nah, Sobat Cahaya Islam, lalu bagaimana seharusnya kita bersikap? Mari simak ulasannya di bawah ini.

Melihat Orang Mendapat Musibah, Bagaimana Sikap Kita?

Percaya atau tidak, datangnya rintangan dalam kehidupan ini senantiasa silih berganti.

Ada banyak orang yang meratapinya terlalu lama dan berlebihan. Padahal jika kita lebih ikhlas menerimanya maka akan ada banyak hikmah yang berujung bisa dipetik.

Melihat Orang Mendapat Musibah

Kita dianjurkan untuk mendoakan saudara-saudara kita sesama Muslim yang sedang mendapat musibah. Agar mereka diberikan kesabaran dan kelapangan hati. Seperti apa doanya?

Diriwayatkan dalam kitab Ibnu Suni dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu (RA) dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam (SAW), bahwa beliau bersabda:

“Barang siapa melihat seorang mendapat musibah, maka mendoakan: Alhamdulillaahil ladzii ‘aafanii mimmaa ibtalaaka bihii wa faddallanii ‘alaa katsiirin mimman khalaqa tafdlilaa, lam yusibhu dzaalikal balaa.”

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu, dan memberikan kelebihan kepadaku atas makhluk lain yang diberikan keutamaan, dan yang tidak menimpakan kepadanya musibah demikian.”

Sedangkan beberapa sikap yang harus kita lakukan pada saat melihat orang lain diuji dengan datangnya musibah adalah sebagai berikut:

1.      Memberikan Pertolongan

Memberikan pertolongan ada berbagai ragam cara. Kita bisa melakukan yang sesuai dengan batas kemampuan maksimal kita.

Tidak perlu dengan cara yang luar biasa, sebab kita juga bisa memberikan uluran tangan dengan menyumbangkan pakaian.

Lalu bahan makanan pokok, makanan cepat siap saji, atau hal-hal lain yang memiliki manfaat bagi korban.

Perlu diigat, bahwa menolong orang lan tidak akan membuat kita menjadi jatuh miskin. Justru membuat hati kita menjadi lebih tenang dan damai karena merasa telah membuat hidup orang lain menjadi terbantu oleh sikap kepedulian kita.

2.      Tidak Menjadikan Candaan

Kemudian, hal yang tak kalah penting adalah musibah yang menimpa orang lain sebaiknya tidak dijadikan bahan lelucon dengan alasan apapun. Gunakan empati kita sebagai manusia ketika tengah melihat orang lain yang dilanda ujian hidup.

Berikan dukungan terbaik untuk mereka dan jangan pernah mengeluarkan kalimat yang berisi candaan dan berpotensi membuat hati tersinggung.

3.      Memberikan Dukungan

Melihat Orang Mendapat Musibah

Memberikan dukungan moril juga sangat diperlukan bagi orang yang sedang menerima musibah.

Hal ini berpengaruh terhadap mentalnya sehingga akan lebih mudah membangun kembali semangat, rasa bahagia dan daya juang untuk mulai bangkit menghadapi kenyataan.

Dukungan ini pun tak sulit untuk dilakukan, kita bisa memberikannya melalui kalimat singkat, telepon, atau perkataan secara langsung.

4.      Menyediakan Ruang Bersedih

Kita bisa menyediakan ruang bersedih bagi mereka yang sedang dilanda musibah. Maksudnya, mungkin mereka ingin meluapkan perasaan yang sedang didera dengan menceritakannya kepada kita.

Maka kita perlu memberi support dan bersiap untuk menjadi sandaran terbaik. Saat itu, perlahan berikan intervensi secara perlahan dan beri pula kekuatan agar mereka jauh lebih siap lagi menghadapi hidup yang baru.

Namun, masih ada orang yang dengan taufik Allah, tegar di tengah-tengah gelombang musibah yang silih berganti,sembari mengatakan :

إِنِّي لَأُصَابُ بِالْمُصِيبَةِ فَأَحْمَدُ اللهَ عَلَيْهَا أَرْبَعَ مَرَّاتٍ

Sesungguhnya saya memuji Allah atas musibah yang menimpaku dengan empat pujian,

أَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ تَكُنْ أَعْظَمَ مِمَّا هِيَ

(Pertama) saya memuji-Nya, karena musibah yang menimpaku tidak lebih besar dari kenyataannya sekarang yang sedang saya rasakan,

وَأَحْمَدُهُ إِذْ رَزَقَنِيَ الصَّبْرَ عَلَيْهَا

(Kedua) dan sayapun memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kesabaran kepadaku dalam menghadapinya,

وَأَحْمَدُهُ إِذْ وَفَّقَنِي لِلِاسْتِرْجَاعِ لِمَا أَرْجُو فِيهِ مِنَ الثَّوَابِ

(Ketiga) demikian pula saya memuji-Nya, karena Dia telah menganugerahkan kepadaku taufik untuk bisa mengatakan : ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’, dengan maksud mengharap pahala

وَأَحْمَدُهُ إِذْ لَمْ يَجْعَلْهَا فِي دِينِي

(Keempat) dan saya memuji-Nya, karena tidak menjadikan musibah itu mengenai agamaku!

(Ucapan Syuraih Al-Qadhi dalam Syu’abul Iman lil Baihaqi 9507).

Demikian di atas merupakan ulasan mengenai sikap apa yang bisa kita lakukan pada saat melihat orang mendapat musibah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY