Markus Horison Menikah Lagi Pasca Cerai, Ini Hukum Menikah Lagi Dalam Islam

0
23

Markus Horison – Pasca bercerai dengan istrinya Kiki Amalia, Markus Horison kini dikabarkan telah membina rumah tangga baru bersama seorang wanita cantik dan telah dikaruniai dua orang anak. Berbeda dengan sang mantan istri yang masih betah menjanda, mantan kiper Timnas Indonesia ini telah mantap memilih kebahagiaan barunya.

Markus Horison memang sempat ramai dibicarakan oleh publik setelah bergabung bersama Timnas Indonesia dan menikahi Kiki Amalia. Sayangnya rumah tangga keduanya hanya bertahan selama tiga tahun. Markus Horison menikahi Kiki Amalia pada tahun 2010 dan memutuskan bercerai tiga tahun setelahnya.

Pasca 8 tahun bercerai dari Kiki Amalia, ternyata Markus Horison telah membina rumah tangga baru bersama seorang wanita bernama Bilqis Juwitaningsih. Keduanya pun terlihat kerap membagikan momen kebersamaan di akun Instagram masing-masing.

Sobat Cahaya Islam, tantangan terberat bagi pasangan yang telah menikah adalah mempertahankan apa yang telah mereka mulai. Pilihannya hanyalah dua, bertahan sampai maut memisahkan atau berpisah melalui jalan perceraian.

Jika sepasang suami istri telah memutuskan hubungan pernikahannya dengan perceraian, maka suami tak lagi menjadi mahram bagi istrinya. Lantas, bolehkah suami atau istri menikah lagi pasca bercerai?

Menikah Lagi Pasca Bercerai Seperti Markus Horison, Bolehkah?

Dalam ajaran Islam, sah-sah saja apabila seseorang hendak menikah lagi setelah bercerai dengan istri maupun suaminya. Namun, tetap ada syarat serta aturan yang berlaku dan harus dipenuhi oleh tiap-tiap pihak terlebih dahulu.

Islam sendiri tidak melarang bahkan mengharamkan perceraian, namun perbuatan ini merupakan salah satu perbuatan yang tak disukai oleh Allah SWT,

“Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 277)

Sehingga bagi pasangan suami istri yang sedang berseteru, dianjurkan untuk melakukan cara penyelesaian lainnya terlebih dahulu dan menjadikan perceraian ini pilihan terakhir.

Bagi seorang pria, diperbolehkan melangsungkan pernikahan lagi setelah bercerai dengan istrinya, tetapi sangat dianjurkan untuk menunggu sampai habis masa iddah mantan istrinya. Masa iddah seorang istri yang diceraikan adalah selama tiga bulan, dan selama masa ini masih diperbolehkan apabila suami memutuskan untuk rujuk pada istrinya lagi.

Apabila suami melangsungkan pernikahan baru tanpa menunggu masa iddah mantan istrinya usai, maka hukumnya berbeda lagi. Yakni sama halnya dengan melakukan poligami. Lantas bagaimana hukum istri yang akan menikah lagi?

Berbeda dengan hukum yang berlaku untuk suami atau seorang pria yang ingin menikah lagi. Perempuan haruslah menunggu sampai habis masa iddahnya setelah perceraian. Jika disebabkan oleh suami yang meninggal, maka masa iddahnya adalah 4 bulan 10 sehari.

Bagi istri yang telah bercerai maka masa iddahnya adalah 3 bulan 10 hari, dan untuk perempuan yang sedang hamil maka baru bisa diceraikan setelah ia melahirkan. Bagi perempuan yang melangsungkan pernikahan saat masa iddahnya belum selesai, maka hukumnya adalah haram.

Sobat Cahaya Islam, menikah merupakan bentuk ibadah terpanjang yang akan dilakukan sampai raga tak lagi bernafas di bumi Allah. Selagi bisa diperbaiki hubungan yang renggang, maka perbaikilah. Namun, jika di dalam pernikahan tersebut tidak ada kebahagiaan bagi kedua belah pihak, maka perceraian sah-sah saja dilakukan demi kebaikan bersama. Wallahu’alam bissawaab.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!