Luhut Katakan: Jangan Maksa Jadi Presiden, Kalau Bukan Orang Jawa! Bagaimana Menurut Islam?

0
67
Luhut Katakan Jangan Maksa Jadi Presiden 2

Luhut katakan – Beberapa waktu lalu Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Manves diundang oleh Rocky Gerung untuk berbincang di channel Youtubenya. Topik yang dibahas oleh keduanya salah satunya adalah mengenai penerus dari Presiden Joko Widodo nantinya. Dalam obrolan ini, Luhut sempat melontarkan pernyataan bahwasanya banyak orang yang ingin sekali menjadi Presiden. Padahal untuk mengabdi pada negara tidak harus menjadi Presiden.

Luhut Katakan Jangan Maksa Jadi Presiden 1

Bukan hanya itu, Luhut bahkan mengatakan untuk jangan memaksa menjadi Presiden jika bukan orang Jawa. Ia mengatakan akan sulit untuk bisa mewujudkan ambisi untuk menjadi Presiden jika bukan merupakan orang Jawa. Tentu saja ini artinya, yang dapat menjadi Presiden pada umumnya dari kaum mayoritas. Seperti golongan orang Jawa dan beragama islam atau muslim. Bagaimana menurut islam?

Luhut Katakan: Jangan Maksa Jadi Presiden, Kalau Bukan Orang Jawa! Begini Memilih Pemimpin Dalam Pandangan Islam

Luhut Katakan Jangan Maksa Jadi Presiden 2

Luhut katakan bahwa untuk bisa menjadi seorang Presiden, maka ia harus merupakan orang Jawa. Dalam memilih seorang pemimpin, memang terdapat kriteria-kriteria tertentu dan inipun harus sesuai dengan anjuran islam. Namun dalam islam sendiri, memilih pemimpin tidak hanya didasarkan pada suku atau ras. Bahkan ini tidak tertuang dalam ayat Al Quran. Namun memang, islam menganjurkan pemimpin merupakan seorang muslim.

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).

Dalam ayat ini telah dijelaskan bahwasanya islam menganjurkan untuk memilih pemimpin dari golongan muslim. Dan dilarang untuk memilih pemimpin yang merupakan non muslimin. Namun tak disebutkan mengenai harus berasal dari mana atau pun suku apa. Terlebih islam juga mengajarkan bagaimana bertoleransi, tidak membeda-bedakan orang hanya karna perbedaan suku ataupun ras lho sobat CahayaIslam.

Lalu bagaimana memilih pemimpin dalam islam?

Akhlak

Selain seorang muslim, pemimpin dalam islam sendiri harus diperhatikan akhlaknya. Bagaimanapun, pemimpin harus dapat menjadi teladan bagi masyarakat yang dipimpinnya. Jika pemimpin tidak memiliki akhlak yang baik, lalu akan jadi apa negara ini? Kita membutuhkan pemimpin yang tau bagaimana cara memimpin yang baik.

Mampu Bersikap Adil

Salah satu sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin adalah adil. Itu sebabnya, untuk memilih seorang pemimpin haruslah yang mampu untuk berbuat adil. Sehingga keadilan di negara dapat ditegakkan, tanpa memihak kepada golongan masyarakat tertentu.

Jujur

Jujur juga menjadi bekal untuk seseorang dapat menjadi pemimpin yang baik serta amanah. Sifat jujur ini yang akan membawa banyak kedamaian, keberkahan bahkan ketentraman bagi negara yang dipimpin. Maka dari itu, penting untuk memilih pemimpin yang menjunjung tinggi kejujuran.

Beriman

Selain beragama islam, seorang pemimpin juga perlu beriman. Dengan begitu, ia akan paham bagaimana peran seorang pemimpin dan menggunakan dasar agama islam sebagai landasannya untuk bertindak. Sehingga pemimpin yang beriman pun akan berbuat sebaik mungkin karna takut kepada Allah SWT.

Luhut katakan – bahwa jika bukan merupakan orang Jawa maka jangan berambisi untuk menjadi Presiden. Namun dalam islam sendiri, memilih pemimpin tidak didasarkan pada suku atau rasnya. Melainkan beberapa poin penting diatas ya sobat CahayaIslam.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Ali ‘Imran Ayat 28

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY