Sikap Muslim Terhadap Bencana Alam Longsor di Natuna

0
544

Longsor di Natuna – Masyarakat di Indonesia kembali berduka karena bencana alam yang terjadi. Terbaru, ada bencana alam berupa longsor di Natuna yang menimbulkan luka mendalam.

Bagaimana tidak, dalam bencana tersebut menewaskan puluhan orang yang menjadi warga setempat. Selain itu, beberapa warga lainnya juga masih hilang dan membutuhkan pertolongan.

Jumlah Korban Bencana Alam Longsor di Natuna Terus Bertambah

Menurut informasi terbaru, 30 orang meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Natuna. Patli Muhammad selaku juru Bicara Tanggap Darurat menuturkan bahwa sebanyak 30 korban dari bencana itu sudah teridentifikasi.

Sementara itu, 24 orang masih belum mereka temukan dan tiga lainnya dalam kondisi kritis serta memerlukan perawatan. Ia menyebut, jumlah korban yang mengungsi karena tanah longsor mencapai 1.216 jiwa.

Berdasarkan data, 219 orang berada di PLBN, 500 orang mengungsi di Pelimpak dan Mes Al Furqon, 215 jiwa berada di Puskesmas, sedangkan 22 orang lainnya sementara di SMA 1 Serasang. Adapun rumah yang tertimbun tanah longsor berjumlah 30 rumah.

Dari informasi yang beredar, tanah longsor di kawasan Natuna itu terjadi karena cuaca ekstrem di kawasan Selatan. Pemerintah setempat pun menetapkan status masa tanggap darurat bencana di Natuna selama 7 hari, menyusul peristiwa tersebut.

Sikap Muslim Saat Menghadapi Bencana Alam Tanah Longsor

Sobat Cahaya Islam, bencana alam belakangan ini datang seperti silih berganti melanda banyak wilayah di Indonesia. Tak sedikit bencana tersebut menyebabkan kehancuran bagi korban atau kawasan yang terdampak.

Bahkan banyak di antara korban yang sampai harus kehilangan nyawa, tempat tinggal, ataupun harta benda. Hal ini tengah menimpa para korban bencana alam tanah longsor di Natuna yang masih hidup, kritis, maupun sudah meninggal.

Seperti persoalan lainnya, seorang muslim sudah seharusnya menghadapi semua bencana alam termasuk tanah longsor dengan keimanan dan kesabaran. Berikut ini ada beberapa sikap muslim yang bisa Anda contoh dalam menyikapi bencana alam seperti tanah longsor.

1.       Selalu Bersabar

Saat seorang muslim menghadapi sebuah bencana, maka ia perlu bersabar. Selain itu, para kaum muslimin bisa mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi rajiun saat terjadi bencana tersebut.

Dalam QS Al Baqarah ayat 156, Allah SWT berfirman:

 اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ – ١٥٦

“Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali) (QS. Al-Baqarah [2]: 156).”

Para kaum muslimin juga harus menyadari  bahwa bencana yang sedang terjadi merupakan ujian dari Allah SWT untuk meningkatkan kualitas keimanannya.

2.       Meminta Perlindungan kepada Allah

Imam Syafi’i serta imam besar lainnya menghancurkan saat menghadapi bencana alam, hendaknya seorang muslim memperbanyak berdoa dan istighfar kepada Allah SWT. Hal itu bisa terus mereka lakukan sambil tetap mengharapkan perlindungan dari Allah SWT semata.

Contohnya saja, saat terjadi bencana alam tanah longsor, maka kaum muslimin bisa membaca doa di bawah ini:

 اللَّهُـمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“Aku berlindung kepada-Mu dengan kebesaran-Mu agar aku tidak diserang/ditelan dari arah bawah (bumi) (HR. Nasa’i no. 5529).”

3.       Selalu Mendekatkan Diri Hanya Kepada Allah SWT

Sejatinya bencana adalah salah satu momen terbaik agar bisa lebih mendekatkan diri hanya kepada Allah. Oleh karena itu, seharusnya seorang muslim menyadari bahwa tak ada tempat berlindung dan memohon pertolongan terbaik selain kepada Allah SWT.

Dalam QS Al Fatihah ayat 5, Allah SWT berfirman:

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ – ٥

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (QS. Al-Fatihah [1]: 5)”

Itulah beberapa sikap yang bisa umat muslim lakukan dalam menghadapi bencana alam seperti tanah longsor di Natuna. Dengan begitu, di balik bencana alam yang terjadi, kita menjadi lebih dekat kepada Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY