Lia Eden dan Ajaran Sesat : Beginilah Kaum Muslim Menyikapinya!

0
27

Lia Eden – Beberapa hari ini yang lalu, sebagian besar kanal media massa mengabarkan kematian Lia Eden. Mendiang Lia Eden (Lia Aminudin) dikenal sebagai seorang agamawan Salamullah dengan ajaran sesatnya. Salah satu ajaran yang pernah disampaikannya yakni tentang shalat dengan dua bahasa dan menghalalkan babi. Meskipun demikian, hingga saat ini pemimpin Salamullah tersebut masih memiliki pengikut yang setia.

Sobat Cahaya Islam, umat muslim seharusnya melarang sebuah keyakinan yang menganggap terdapat nabi setelah Rasulullah SAW, seperti halnya Lia Eden. Pasalnya, Allah SWT telah jelas menyampaikan bahwa Rasulullah adalah nabi terakhir. Pelarangan ini dibutuhkan supaya tidak ada lagi orang yang mengakui dirinya sebagai nabiyullah, seperti halnya Lia Eden. Jika tidak dilarang, maka kemungkinan besar berpotensi untuk menyesatkan aqidah Islam itu sendiri.

Apakah Lie Eden adalah seorang muslim?

Terlibatnya Lia Eden dengan aliran yang mengajarkan bahwa babi dihalalkan menjadikan status muslimnya diragukan. Islam secara tegas menerangkan bahwa suatu kehalalan tidak dapat berubah statusnya menjadi haram walaupun zaman sudah berubah, kecuali diperbolehkan syara’. Dengan adanya kaidah tersebut dalam Islam, maka seharusnya umat muslim tidak mudah digoyahkan keyakinannya. Hanya saja, tak banyak yang mempelajari kaidah tersebut.

Cara Terhindar dari Ajaran Sesat

Di masa Rasulullah, orang – orang yang mengaku sebagai nabi akan dijatuhi hukuman sesuai dengan kebijakannya. Hukuman tersebut bertujuan agar umat tidak lagi menirunya. Namun, di hari ini sudah terlampau banyak orang – orang yang mengaku sebagai generasi lanjutan dari para nabi. Jika hal ini tidak disikapi dengan tegas, tak menutup kemungkinan bahwa akan ada banyak umat muslim yang disesatkan. Lantas, bagaimana kaum muslim menghindarinya? Simak ulasan di bawah ini!

1. Menguatkan Aqidah Islam

Sebagai seorang muslim, ketaqwaan kepada Allah SWT ditunjukkan dalam bentuk kuatnya aqidah. Hal tersebut akan menjadi alat untuk menyaring informasi yang tidak benar tentang ajaran Islam yang melenceng bahkan sesat. Penguatan aqidah bisa didukung dengan cara senantiasa membina diri melalui pengkajian intensif. Hal ini juga sesuai yang disampaikan Allah SWT dalam firmanNya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allâh dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu. [al-Anfâl: 24]

2. Berfikir Cemerlang

Akal adalah harta terbaik bagi umat muslim untuk memikirkan segala hal yang terjadi dalam kehidupan. Termasuk halnya ketika seorang muslim memilih Islam. Dengan berfikir secara cemerlang, maka tidak akan mudah bagi umat untuk disesatkan. Hal ini sangat dianjurkan, mengingat kaum muslimin harus selalu berhati – hati dalam setiap aktivitasnya. Sehingga, umat tidak akan terjerumus dalam jurang kemaksiatan.

3. Memperbanyak Literasi Islam

Selain kedua hal diatas, langkah ini juga bisa dilakukan. Cobalah untuk senantiasa membuat target literasi yang akan dituntaskan. Terutama, literasi yang berkaitan dengan Islam. Salah satu faktor yang menjadikan umat mudah mengikuti agama atau aliran sesat, dikarenakan kurangnya bacaan Islami. Pada awalnya, melakukan kebaikan seperti membaca buku adalah hal yang sulit untuk dilakukan.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa langkah yang bisa dilakukan supaya diri terhindar dari kasus semacam Lia Eden. Selain itu, sebagai umat muslim sudah selayaknya senantiasa melakukan dakwah terhadap sesama. Hal ini dimaksudkan agar ajaran sesat tak lagi menjangkiti generasi kaum muslimin di masa depan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY