Lia Eden & Ajaran Sesat : Begini Menyikapinya!

0
167
lia eden

Lia Eden – Beberapa hari ini yang lalu, sebagian besar kanal media massa mengabarkan kematian Lia Eden. Mendiang Lia Eden (Lia Aminudin) terkenal sebagai seorang agamawan Salamullah dengan ajaran sesatnya. Salah satu ajaran yang pernah ia sampaikan yakni tentang shalat dengan dua bahasa dan menghalalkan babi. Meskipun demikian, hingga saat ini pemimpin Salamullah tersebut masih memiliki pengikut yang setia.

Sobat Cahaya Islam, umat muslim seharusnya melarang sebuah keyakinan yang menganggap terdapat nabi setelah Rasulullah SAW, seperti halnya Lia Eden. Pasalnya, Allah SWT telah jelas menyampaikan bahwa Rasulullah adalah nabi terakhir. Pelarangan ini di butuhkan supaya tidak ada lagi orang yang mengakui dirinya sebagai nabiyullah, seperti halnya Lia Eden. Jika tidak di larang, maka kemungkinan besar berpotensi untuk menyesatkan aqidah Islam itu sendiri.

Apakah Lie Eden adalah seorang muslim?

Terlibatnya Lia Eden dengan aliran yang mengajarkan bahwa babi halal menjadikan status muslimnya di ragukan. Islam secara tegas menerangkan bahwa suatu kehalalan tidak dapat berubah statusnya menjadi haram walaupun zaman sudah berubah, kecuali di perbolehkan syara’. Dengan adanya kaidah tersebut dalam Islam, maka seharusnya umat muslim tidak mudah goyah keyakinannya. Hanya saja, tak banyak yang mempelajari kaidah tersebut.

Cara Terhindar dari Ajaran Sesat

Di masa Rasulullah, orang – orang yang mengaku sebagai nabi akan mendapat hukuman sesuai dengan kebijakannya. Hukuman tersebut bertujuan agar umat tidak lagi menirunya. Namun, di hari ini sudah terlampau banyak orang – orang yang mengaku sebagai generasi lanjutan dari para nabi. Jika hal ini tidak di sikapi dengan tegas, tak menutup kemungkinan bahwa akan ada banyak umat muslim yang di sesatkan. Lantas, bagaimana kaum muslim menghindarinya? Simak ulasan di bawah ini!

1. Menguatkan Aqidah Islam

Sebagai seorang muslim, ketaqwaan kepada Allah SWT di tunjukkan dalam bentuk kuatnya aqidah. Hal tersebut akan menjadi alat untuk menyaring informasi yang tidak benar tentang ajaran Islam yang melenceng bahkan sesat. Penguatan aqidah bisa di dukung dengan cara senantiasa membina diri melalui pengkajian intensif. Hal ini juga sesuai dengan yang Allah SWT sampaikan dalam firmanNya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allâh dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu. [al-Anfâl: 24]

2. Berfikir Cemerlang

Akal adalah harta terbaik bagi umat muslim untuk memikirkan segala hal yang terjadi dalam kehidupan. Termasuk halnya ketika seorang muslim memilih Islam. Dengan berfikir secara cemerlang, maka tidak akan mudah bagi umat untuk disesatkan. Hal ini sangat di anjurkan, mengingat kaum muslimin harus selalu berhati – hati dalam setiap aktivitasnya. Sehingga, umat tidak akan terjerumus dalam jurang kemaksiatan.

3. Memperbanyak Literasi Islam

Selain kedua hal di atas, langkah ini juga bisa sobat lakukan. Cobalah untuk senantiasa membuat target literasi yang harus sobat tuntaskan. Terutama, literasi yang berkaitan dengan Islam. Salah satu faktor yang menjadikan umat mudah mengikuti agama atau aliran sesat, dikarenakan kurangnya bacaan Islami. Pada awalnya, melakukan kebaikan seperti membaca buku adalah hal yang sulit untuk dilakukan.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa langkah yang bisa dilakukan supaya diri terhindar dari kasus semacam Lia Eden. Selain itu, sebagai umat muslim sudah selayaknya senantiasa melakukan dakwah terhadap sesama. Hal ini dimaksudkan agar ajaran sesat tak lagi menjangkiti generasi kaum muslimin di masa depan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY