Cara Muslim Menghadapi Kondisi Keterpurukan

0
43
Kondisi keterpurukan

Kondisi Keterpurukan – Kondisi keterpurukan tentu bukanlah suatu kondisi yang diharapkan oleh seluruh manusia termasuk umat muslim. Sebab kondisi ini sejatinya merupakan suatu fenomena yang menempatkan manusia dalam kesempitan.

Sobat Cahaya Islam, bentuk dari kondisi keterpurukan bisa bermacam – macam. Ada yang berupa kehilangan harta, keluarga atau bahkan ilmu yang sudah dikejar. Namun terlepas apapun bentuknya, umat perlu belajar untuk menerima dan ikhlas atas kehadirannya.

Mengapa Kondisi Keterpurukan Bisa Terjadi?

Kondisi keterpurukan merupakan suatu takdir yang tak dapat dihindari manusia. Meski memang tak menyenangkan, namun umat harus mau menerima. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 164 yakni :

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ مَّاۤءٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍ ۖ وَّتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ

Artinya : Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.

Hal pertama yang perlu dilatih saat menghadapi kondisi yang terpuruk, yakni belajar untuk ikhlas. Mengikhlaskan hal yang tak menyenangkan mendekat pada diri anda.

Idealnya, sebagai umat muslim tentu Allah Ta’ala akan menguji keimanan sesuai dengan kemampuan hambaNya masing – masing.

Misalnya, bila anda begitu mencintai harta, maka anda akan didekatkan dengan keterpurukan yang berkaitan dengan harta.

Bila nyatanya begitu mencintai sanak keluarga, maka ujiannya tak jauh dari keluarga. Ketika umat mampu melewati keterpurukan tersebut dengan ikhlas dan tetap berusaha, maka Insya Allah, akan mendapat RidhoNya dan ditingkatkan derajatnya.

Tips Atasi Kegalauan saat Hadapi Keterpurukan

Melewati keterpurukan memang tidak mudah. Maka dari itu, berikut beberapa upaya yang bisa umat lakukan agar tidak galau dengan kondisi keterpurukan. Beberapa diantaranya yakni :

1.     Dzikrullah

Kondisi keterpurukan

Hal pertama yang perlu umat lakukan yakni dzikrullah. Dengan mengingat Allah tentu hati setiap hamba akan menjadi tenang. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Kahfi ayat 13 yakni :

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَقِّۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًىۖ

Artinya : Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.

Ketenangan yang dirasakan akan memberikan energi yang positif bagi hamba untuk tetap bisa menjalankan kehidupannya.

Tentu sangat berbeda, perasaan diri ketika mendapat keterpurukan dan kesenangan dalam hidup.

Kondisi terpuruk terkadang dapat menyebabkan umat mengalami kegelisahan dan seringkali mengalami kekacauan.

Maka dari itu, cobalah untuk mengembalikan fitrah anda sebagai seorang manusia yang hanya berencana, namun keputusan ada di tangan Allah Ta’ala. Dengan demikian, maka anda akan lebih merasakan kelegaan dalam hidup.   

2.     Mengoptimalkan Potensi dan Bakat

Selain itu, daripada anda meratapi nasib, alangkah baiknya bila anda berusaha untuk mengoptimalkan segala potensi dan bakat. Aktifitas tersebut tentu akan menjadikan anda lebih sibuk, sehingga lupa bila sedang mengalami keterpurukan.

Daripada berdiam diri dan malah tak berbuat apa – apa, malah anda lebih sering mengingat kondisi buruk tersebut. Alih – alih demikian, lebih baik anda tetap membangun usaha kendati hasilnya masih belum terlihat.

3.     Meningkatkan Motivasi Diri

Kondisi keterpurukan

Hal terakhir yang bisa dilakukan, anda harus kembali meningkatkan motivasi dalam diri. Sebisa mungkin anda membangun beragam motivasi agar bisa semakin menguat dan menancap dalam diri.

Semakin anda menghujamkannya, maka semakin besar rasa semangat dan usaha untuk menghadapi keterpurukan.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai cara seorang umat menghadapi kondisi keterpurukan.

Semoga ulasan ini dapat menjadi referensi bagi umat untuk dapat lebih bersabar dan mengupayakan usaha seoptimal mungkin agar menjadi generasi muslim yang cerdas dan terbebas dari keterpurukan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY