Lee jeong suk – Bagi sebagian penggemar kpop pasti tidak asing dengan nama Lee Jeong Suk. Aktor kenamaan korea selatan yang telah banyak membintangi k-drama itu rupanya selain memiliki paras yang tampan juga memiliki bakat yang tidak diragukan lagi.
Meskipun sudah berada dipuncak karir ternyata Lee Jeong Suk ini pun tidak pernah memiliki skandal selama menjadi aktor. Hal ini yang membuat para fans dari Lee Jeong Suk semakin bertambah banyak.
Lee Jeong Suk mengawali karir sebagai model diusia 16 tahun tepatnya di tahun 2005. Kemudian baru menjelajahi dunia seni peran. Beberapa k-drama yang pernah dibintangi nya yaitu pinnocchio , scholl 2013, i can hear your voice dan masih banyak lagi.
Dengan segudang prestasi yang dimiliki lee jeong suk, ternyata dia memiliki kehidupan pribadi yang mengesankan. Lee Jeong Suk adalah seseorang yang humble dan friendable. Salah satu aktor yang menjadi sahabatnya hingga saat ini ada Kim Wo Bin yang berteman sedari memainkan film school 2013 tersebut.
Sobat Cahaya Islam, selain itu Lee Jeong Suk juga seorang yang sadar akan pendidikan. Terbukti jika lee jeong suk adalah tamatan universitas konkuk pada tahun 2016 dengan jurusan profesional motion pictures and art. Dari Lee Jeong Suk umat dapat menarik sebuah ilmu baru bahwa, usaha tidak akan menghianati hasil. Serta jangan pernah melupakan pendidikan.
Bagaimana Menumbuhkan Semangat Pemuda dalam Berprestasi?


Sobat Cahaya Islam, berprestasi tidak luput dari kata belajar, dimanapun dan kapanpun seharusnya bisa menjadi media untuk pembelajaran. Baik pembelajaran dari kehidupan nyata ataupun di lingkungan formal seperti sekolah, universitas dan tempat les.
Dengan pembelajaran tersebut maka akan tumbuh sebuah motivasi untuk berprestasi. Berprestasi bisa juga disebut dengan goals-goals mendatang yang harus dicapai. Sebagai pasti memiliki sebuah pencapaian, nah pencapaian itu disebut dengan goals diri sendiri yang mana harus selalu dikejar untuk dicapai.
Menumbuhkan semangat dalam berprestasi harus dimulai dari sekarang dan dari diri sendiri. Kemauan untuk mengubah kehidupan yang lebih baik harus selalu diingat didalam kepala umat masing-masing.
Selain itu untuk menumbuhkan prestasi perlu memiliki sebuah kepercayaan diri yang tinggi sebab menurut sebuah penelitian. Kepercayaan diri yang tinggi dapat menambahkan self motivation dan jiwa kompetisi tinggi.
Setelah semangat, motivasi dan kepercayaan diri tersebut tumbuh barulah umat mulai mengerjakan goals yang harus didapatkan. Dalam mengelola goals umat harus memberikan insentif atau previllage kepada diri sendiri saat pencapaian-pencapaian tersebut mulai diraih satu demi satu. Cara ini digunakan untuk selalu menumbuhkan sifat kompetisi dalam diri umat.
Sobat Cahaya Islam, bahkan didalam agama islam juga disebutkan bahwa kewajiban berlomba-lomba dalam hal kebaikan atau faastabiqul khoirot. Dapat dilihat bahwa agama islam berjalan lurus dengan semua aspek kehidupan manusia. Bukan hanya dari segi agama namun dari pendidikan dan sosial juga berperan penting.
Hukum Berlomba-Lomba dalam Prestasi


Sobat Cahaya Islam, berlomba-lomba pada berprestasi merupakan termasuk dalam hal kebaikan. Sebab tidak ada madlorot dan banyak manfaatnya, ini akan menimbulkan al positif bagi pelaku. Dalam agama islam pun juga mennganjrkan berlomba-lomba dalam hal kebaikan.
Allah S.W.T telah berfirman didalam surat Al-Baqarah ayat 148
وَلِكُلٍّ وِّجۡهَةٌ هُوَ مُوَلِّيۡهَا ۚ فَاسۡتَبِقُوا الۡخَيۡرٰتِؕ اَيۡنَ مَا تَكُوۡنُوۡا يَاۡتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيۡعًا ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ
Artinya: “Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya (pada hari kiamat). Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Berlomba dalam hal kebaikan memiliki banyak manfaat yaitu waktu yang terbuang tidak sia-sia karena dipergunakan dengan hal bernilai poisitif. Karena pepatah mengatakan bahwa waktu adalah lebih baik daripada emas, pepatah ini sejalan jika waktu tersebut digunakan dengan hal kebaikan.
Seperti mengejar prestasi didalam diri umat. Selain itu energi umat tersalurkan dengan kegiatan yang berfaedah dan bernilai positif juga. Bahkan kegiatan tersebut dapat menjadi amal jariyah umat kelak.
Sobat Cahaya Islam, beruntungnya orang-orang yang telah mempergunakan segala kehidupannya dalam hal kebaikan yang bernilai positif. Dari kisah Lee Jeong Suk semoga mencadi cambuk semangat bagi umat untuk terus mengukir prestasi, sehingga meningkatkan kuallitas yang ada dalam diri.






























